7 Things To Do in Cirebon

Bismillahirohmanirohim,

Akhir pekan ingin liburan ke luar kota tapi bosan dengan Puncak dan Bandung? Gimana kalau ke Cirebon aja. Kota yang berada di jalur utara Jawa (pantura) Jakarta-Semarang-Surabaya ini sekarang jadi terasa lebih dekat dari ibukota semenjak hadirnya tol Cipali. Kalau dulu Jakarta-Cirebon harus ditempuh minimal 5 jam perjalanan (seringnya lebih karena kemacetan di Simpang Jomin yang tidak bisa diprediksi), kini hanya sekitar 3 jam saja kita sudah bisa tiba di kota yang punya julukan Kota Udang.

Tapi sebenarnya gara-gara ada tol Cipali ini juga rasanya aku jadi sudah lama enggak singgah di kota Cirebon. Dulu karena lokasinya yang selalu dilewati jalur utara, setiap melintasi menuju Jawa Tengah, kerap kali aku minta singgah di Cirebon. Baik sekedar menikmati wisata kulinernya atau pun untuk membeli batik. Iya, kota Cirebon ini memiliki pilihan wisata yang cukup beragam, mulai dari wisata kuliner, wisata sejarah, sampai wisata alam. Aku sendiri  belum sampai tuntas mengubek-ubek wisata di Cirebon ini. Tapi mungkin 7 hal ini bisa jadi referensi wisata akhir pekan di Cirebon saat akhir pekan nanti.

7 Things To Do in Cirebon

1. Keraton Kasepuhan

Ini keraton yang paling tua yang ada di Cirebon. Dibangun pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin III. Selain yang paling tua, keraton Cirebon ini juga yang paling terbesar dan terawat. Tak heran kalau Keraton Kasepuhan ini jadi keraton yang paling terfavorit di kota Cirebon.

Keraton yang menempati luas tanah 25 ha ini memiliki museum yang cukup lengkap yang berisi benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yang paling terkenal adalah kereta paksi naga liman. Kereta kencana dengan bentuk perpaduan garuda, naga, dan gajah ini aslinya merupakan milik Keraton Kanoman, biasa digunakan oleh raja untuk menghadiri upacara kebesaran. Selain itu ada juga kereta singa barong yang merupakan kereta Kencana Sunan Gunung Jati. Kereta ini sudah tidak digunakan lagi, hanya dimandikan setiap 1 Syawal

2. Keraton Kanoman

Sedikit agak susah untuk menemukan Keraton Kanoman yang letaknya berada persis dibelakang pasar Kanoman. Kita harus masuk ke dalam gang dulu untuk bisa menemukan keraton ini. Berbeda dengan Keraton Kasepuhan yang didominasi bata merah, Keraton Kanoman justru didominasi warna putih dengan tempelan piring-piring kecil.

3. Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan ini merupakan keraton termuda yang ada di Cirebon. Ia merupakan pecahan dari Keraton Kanoman. Keraton ini didominasi oleh warna hijau. Kunjunganku ke keraton ini agak dikejutkan dengan kehadiran Sultan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat. Rupanya hari itu adalah hari berkunjungnya Beliau.

Hal menarik lainnya yang bisa kita lihat di keraton ini adalah koleksi batik antik, uang jaman dulu, dan peralatan masak jaman dulu. Meski koleksinya tidak sebanyak yang bisa dilihat di Keraton Kasepuhan, tapi keraton ini tidak kalah menarik.

4. Masjid Agung Cirebon, Sang Pencipta Rasa

Masjid Agung ini berada di komplek yan sama dengan Keraton Kasepuhan. Merupakan masjid tertua yang dibangun sekitar tahun 1480. Katanya Sunan Kalijaga-lah yang menjadi arsitek masjid ini atas perintah dari Sunan Kali Jati.

5. Gua Sunyaragi

Sesuai namanya Gua Sunyaragi adalah gua yang bentuknya mirip candi. Gua Sunyaragi juga dikenal dengan nama Taman Air Sunyaragi, atau Taman Sari Sunyaragi karena tedapat kolam di dalamnya. Tempat ini merupakan tempat istirahat dan meditasi para Sultan Cirebon.

Komplek Taman Sari Sunyaragi ini terbagi dua bagian,yaitu pesanggrahan dan bangunan gua. Pada pesanggrahan dilengkapi dengan serambi, kamar tidur, kamar mandi, ruang rias, dan ruang ibadah yang dikelilingi oleh taman dengan kolam. Sementara bangunan gua berbentuk gunung-gunung yang dilengkapi terowong penghubung bawah tanah dan saluran air.

6.Batik Trusmi

Bukan cuma Pekalongan, Solo, ataupun Jogja yang memiliki kampung batik. Cirebon juga memiliki batik-batik yang dengan motif pesisiran. Motif yang paling terkenal di Cirebon adalah motif megamendung, yaitu bentuk awan yang katanya terinspirasi dari barang seni yang dibawa dari Cina. Kampung Batik Trusmi ini berada di kecamatan Plered, sekitar 4 km dari pusat kota Cirebon. Ada

7. Wisata Kuliner

Tak lengkap menikmati liburan tanpa wisata kuliner. Cirebon memiliki banyak pilihan kuliner untuk dinikmati, diantaranya:

Nasi Jamblang

Nasi Jamblang adalah nasi campur dengan pilihan aneka lauk. Nasi putih dibungkus dengan daun jati dalam porsi yang kecil-kecil. Nasi Jamblang yang tekenal di Cirebon salah satunya adalah Nasi Jamblang Mang Dul yang berlokasi di Jl Dr Cipto Mangunkusumo.

Empal Gentong

Sekilas empal gentong ini menurut aku mirip dengan soto dengan kuah berwarna kuning. Daging yang digunakan adalah usus, babat, dan daging sapi. Nama gentong dalam empal gentong ini karena cara memasaknya yang masih menggunakan kayu bakar di dalam gentong (periuk tanah liat). Ada beberapa tempat yang direkomendasiin untuk menikmati empal gentong ini, yaitu di Mang Darma, Haji Apud, serta Amarta.

Tahu Gejrot

Cemilan khas Cirebon ini berupa tahu goreng yang dipotong-potong dan disiram kuah yang terbuah dari asam jawa, kecap, serta bawang merah, bawang putih, dan cabai. Tak sulit untuk menemui pedagang yang menawarkan tahu gejrot. Bahkan aku mencicipi tahu gejrot ini saat tengah beristirahat di Trusmi.

 

 

 

One Comment

  1. Aku penasaran ke Cerebon. Mau jajan batik dan penasaran dengan nasi jamblang itu yang dibungkus daun jatik. Belum sempat menjajal Jawa sepenuhnya eh jangankan Jawa, Sulawesi saja belum semuanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *