bismillahirrahmanirrahim,

Semua umat muslim tentunya sangat mendambakan perjalanan ibadah umroh dan haji. Umroh sendiri biasanya dilakukan sebagai alternatif dari ibadah Haji. Maklum, ibadah haji kan hanya bisa dilakukan dalam waktu tertentu, itu pun dengan kuota yang terbatas. Otomatis kita harus menunggu giliran untuk bisa berangkat haji. Makanya sambil menunggu keberangkatan haji, tak sedikit yang memutuskan untuk berangkat umroh ke tanah suci terlebih dahulu.

Senang sekali melihat sekarang ini ibadah umroh dan haji sudah berangsur normal kembali. Setelah sebelumnya selama dua tahun sulit untuk bisa umroh dan haji karena pandemi. Alhamdulillah kini perlahan mulai kembali.

Ketika melihat beberapa teman yang sudah mulai kembali menginjakkan kaki ke tanah suci, ada rasa rindu. Rasanya kangen banget ingin juga beribadah langsung di Mekkah di Madinah.

Terakhir kali aku ke tanah suci itu 10 tahun yang lalu. Waktu itu aku pergi berlima, sama  Mas Metra, mama, papa, serta adikku. Ini adalah kali pertama Mas Metra ke Mekkah dan Madinah. Jangan ditanya betapa terharunya dia ketika bisa melihat Ka’bah pertama kali. Sepanjang perjalanan ke Mekkah itu dia takut banget, takut kalau gak bisa melihat Ka’bah. Dan ketika rombongan kami tiba di Masjidil Haram, ternyata dia sempat panik merasa gak bisa melihat Ka’bah. Sampai akhirnya badan dia diseret (aku lupa sama siapa) dan baru deh Ka’bah terlihat jelas. Iya, soalnya sebelumnya kehalang  sama pilar masjid. ehehehe…..

Itu cuma salah satu pengalaman lucu yang bisa aku ceritakan. Sisanya ada banyak pengalaman yang rasanya gak  mungkin aku lupakan selama melakukan perjalanan ibadah ke tanah suci. Pengalaman-pengalaman yang sangat berkesan. Yang bikin  aku selalu merasa rindu ingin segera kembali ke sana.

Beberapa tahun  yang lalu, aku pernah bilang ke Mas Metra, aku ingin haji di usia 40 tahun, kalau belum punya anak. Juni kemarin, usia aku 40 tahun, tapi ternyata masih belum rejeki untuk bisa berangkat haji. Doain ya tahun depan aku sama Mas Metra bisa kembali ke tanah suci. Sudah sangat sangat sangaaaaaaaaaaaat rindu aku tuh. aamiin. 

JNE Berangkatkan Pemenang Hadiah Umroh Lomba Content Competition dan Karyawan

Berbeda dengan aku yang belum bisa kembali ke tanah suci, 35  Ksatria dan Srikandi  JNE (karyawan JNE) berhasil berangkat umroh 22 – 30 September 2022. Selain mereka ada juga juga diikuti oleh pemenang lomba JNE Content Competition, pemenang giveaway JNE dan Ria Ricis,  serta kurir sepeda West Bike Messenger (WMS). Alhamdulillah ya. 

Kegiatan memberangkatkan Ksatria dan Srikandi JNE untuk pergi umroh sebenarnya merupakan   momen istimewa dan apresiasi dari JNE bagi  karyawan yang  sudah mengabdi kepada  perusahaan  selama lebih dari 12 tahun. Sebenarnya ini merupakan amanah dari pendiri JNE, (Alm) H. Soeprapto Soeparno. Alhamdulillah, setelah dua tahun tertunda, tahun ini kembali bisa memberangkatkan untuk ibadah umroh.

Sebanyak 35 orang Ksatria dan Srikandi JNE dari berbagai kantor cabang JNE, seperti dari Jakarta, Denpasar, Palembang, Yogyakarta, Solo, Medan, Cilegon yang berkesempatan menjalankan ibadah umroh. Selain Ksatria dan Srikandi JNE, ada juga 3 pemenang lomba JNE Content Competition, 1 orang dari West Bike Messenger dan 1 pemenang lomba JNEXRiaricis menjadi peserta umroh kloter ketiga yang diadakan JNE.  Mereka tampak serius serta antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ibadah umrah yang dipandu oleh Ustadz Aqil Muzakki. 

Masya Allah… Kebayang betapa  terharunya pasti perasaan  mereka bisa mendapatkan kesempatan  untuk berangkat ke tanah suci. 

“Momen yang juga sangat berkesan saat masuk ke Masjid Nabawi ke area Raudhah. Antusias jamaah untuk masuk ke sana luar biasa, sampai antri dan berdesakan. Dibutuhkan kesabaran dan ketabahan  untuk bisa masuk ke area yang ada makam Rasullullah Muhammad SAW dan sahabat Abu Bakar serta Umar bin Khatab tersebut. Saya sangat gembira karena merasa diberikan kemudahaan untuk dapat melaksanakan sholat di Raudhah,” jelas Ahmad Januri jamaah umrah yang bekerja sebagai Kurir Pickup JNE Pusat.  

Semoga kegiatan positif seperti ini bisa berlangsung terus setiap tahunnya ya. Seperti tagline JNE yang selalu diusung, Connecting Happiness”, yang merupakan bentuk komitmen JNE untuk terus berbagi kebahagiaan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Semoga tahun depan kesempatan aku untuk bisa kembali ke tanah suci. aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *