Parenting

Bayi Rutin Menyusu Tapi Tetap Jarang Pipis, Kenapa?

bismillahirrahmanirrahim, 

Pernahkah Ibu menyadari seberapa sering bayi Anda buang air kecil dalam sehari?

Biasanya, seorang bayi bisa pipis sampai 20 kali sehari. Itu tandanya, Ibu harus mengganti popoknya sebanyak 6-10 kali sehari. Namun, bagaimana bila frekuensi pipisnya tak sesering itu? Apa yang membuat si kecil jarang pipis?

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab bayi jarang pipis yang perlu Anda waspadai. Namun, bagaimana bisa bayi mengalami dehidrasi jika ia rutin menyusu?

Alasan Bayi Jarang Pipis Padahal Sering Menyusu

Normalnya, volume urine bayi berkisar antara 1 sampai 2 ml per kilogram berat badan bayi per jam. Misalnya saja, bila bayi Anda memiliki berat badan 5 kg tandanya urine yang dihasilkan oleh tubuhnya adalah 120-240 ml sehari.

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi volume urin yang dihasilkan oleh bayi itu, di antaranya adalah:

  1. Asupan cairan yang dikonsumsi; seberapa rutin bayi menyusu? Makanan apa yang dia konsumsi? Susu formula atau hanya ASI saja?
  2. Suhu lingkungan; seberapa dingin suhu di tempat tinggal Anda? Tempat tinggal yang bersuhu dingin bisa membuat bayi Anda lebih sering pipis dari pada tempat tinggal yang hangat.
  3. Penyakit yang dialami; apakah anak Anda sedang diare atau muntah-muntah?

Bayi yang hanya minum ASI umumnya memang akan lebih jarang pipis dibandingkan bayi yang mengonsumsi susu formula. Itu terjadi karena kandungan ASI dapat diserap dengan sangat baik oleh tubuh bayi sehingga hanya meninggalkan sedikit sekali cairan yang tersisa untuk kemudian dikeluarkan lewat urine maupun feses.

Selain karena alasan itu, cairan ASI maupun susu formula yang tidak terserap oleh tubuh bayi itu tak selalu dikeluarkan melalui urine saja. Sisa metabolit tersebut juga bisa dikeluarkan melalui keringat dan feses bayi.

Dengan kata lain, Ibu tak perlu khawatir bila si kecil jarang pipis sekalipun ia sering menyusu. Kecuali bila kondisinya disertai tanda lain yang menunjukkan gejala dehidrasi.

Gejala dehidrasi yang perlu Ibu perhatikan di antarannya:

  • Mulut bayi kering
  • Terlihat lemas dan lebih sering tidur
  • Bayi terlihat sangat haus hingga membuatnya jadi lebih sering menyusu
  • Mata bayi terlihat cekung
  • Kaki dan tangannya terasa dingin
  • Napasnya menjadi cepat dan pendek
  • Hanya pipis sebanyak dua kali sehari
  • Tubuhnya pucat

Bila bayi Anda menunjukkan gejala tambahan seperti di atas segera lakukan penolongan pertama berikut:

  1. Susui bayi ASI ekslusif tiap 1 jam sekali
  2. Jangan memberikan makanan atau minuman selain ASI bila usianya belum 6 bulan
  3. Jaga suhu lingkungan rumah Anda tetap sejuk dan jangan terlalu hangat
  4. Terus jaga kualitas dan kuantitas ASI Anda dengan mengonsumsi makanan bergizi dan minum banyak air putih

Bila Anda telah melakukan hal-hal di atas namun kondisi si kecil tak lekas membaik dalam 2×24 jam, segera periksakan kondisi bayi Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisinya.

Selain memperhatikan intensitasnya buang air kecil, perhatikan juga warna urine bayi Anda, Bu. Bila urinenya berwarna gelap, berbau tak sedap, dan bertesktur kental ada baiknya juga untuk segera memeriksakan kondisinya. Pasalnya, menurut Momslyfe, frekuensi buang air kecil bayi yang berkurang disertai perubahan warna dan tekstur urine bisa saja menjadi pertanda adanya gangguan pada saluran kemih si bayi.

Maka itu, usahakan untuk terus memantau perubahan apapun yang terjadi pada si bayi untuk memantau kesehatannya, Bu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.