D’Hot Music Day 2018 Perayaan untuk Hari Musik Nasional dari DetikCom

Bismillahirohmanirohim,

Selamat hari musik nasional!

Ucapan selamat itu marak aku temui Jumat, 9 Maret lalu. Bukan hanya ketika aku sedang membuka media sosial saja, tapi juga ketika aku menyalakan TV nasional. Terus terang, tahun ini untuk pertama kalinya aku menyadari kalau kita punya hari musik nasional. Padahal hari musik nasional ini sudah diresmikan sejak 2013 lalu. Ah, kemana saja Dian!

Namanya juga sebuah hari raya, tak seru bila tidak diadakannya sebuah perayaan. Salah satu perayaan hari musik nasional dirayakan oleh DetikCom dan DetikHot yang mengusung tema “D’Hot Music Day 2018”.  Acara yang bertempat di Kuningan City Mall ini mendatangkan lebih dari 25 musisi Indonesia. Bahkan bukan hanya musisi, tapi menteri hingga gubernur pun katanya akan mengisi acara ini.

Mengetahui akan ada acara ini, tentu saja rasanya aku merasa sayang kalau tak bisa hadir. Apalagi acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Memang sih akan ada live streaming selama lebih dari 11 jam bagi yang ingin nonton tapi tak bisa datang langsung. Tapi biar bagaimanapun menonton secar live tentu lebih asik.

Jadilah ketika jam menunjukan waktu 9 pagi lewat beberapa menit hari Jumat lalu, aku sudah tiba di Kuningan City Mall. Pagi banget. Bahkan pintu depan mall saja belum dibuka saat itu. Tapi ketika akhirnya mall dibuka, aku jadi dan teman-teman yang datang pagi jadi leluasa punya waktu untuk foto-foto di depan pintu venue.

11 Jam Lebih Menikmati Live Music

Sekitar jam 10 pagi, akhirnya pintu tempat acara yang berada di ground floor dibuka. Aku dan teman-teman pun masuk dan mencari spot terbaik untuk foto-foto (lagi) dan tempat duduk paling nyaman tak jauh dari panggung.

Diam-diam aku menyimpan sebuah kegelisahan menjelang acara ini dimulai. Aku takut kurang bisa menikmati musik yang akan tampil nanti. Aku memang enggak terlalu candu sama musik. Aku suka musik, tapi sebatas asal dengar. Selera musikku kadang mandek di era 90-an.

Ibeth dan Hanum akhirnya muncul di atas panggung menjelang jam 11 siang. Mereka berdua ini yang akan menjadi host kurang lebih 11 jam ke depannya. Setelah membuka acara, mereka pun memanggil band asal Bandung Hi Friday yang menjadi band pembuka acara D’Hot Music Day 2018. Lagu Teenage Dream milik Katy Perry yang sudah diarasemen ulang oleh Bintang cs ini mengawali rangkaian acara D’Hot Music Day 2018.

Setelah Hi Friday, giliran Ify Allysa yang tampil. Kali ini aku dibawa nostalgia ke tahun 90-an lewat lagu Inikah Cinta yang pernah dibawakan oleh ME, sebelum Ify membawakan single-nya sendiri yang berjudul Gitar. Lagu yang bercerita tentang kisah orang yang terjebak di masa lalu ini berhasil menghapus kegelisahan yang sebelumnya melanda diriku.

Musik memang bahasa yang universal. Tak perlu mengenalnya lebih dulu. Cukup dengan menikmatinya, maka kita akan merasa nyaman. Tak mengapa kalau sebelumnya aku tak pernah mendengar Hi Friday, Ify Allysa, Yavop, atau bahkan Nonaria, karena toh kenyataannya hari itu aku tetap bisa ikut bernyanyi dan bergoyang. Ikut merayakan hari musik nasional dengan suka cita.

Tentu saja tak semua musisi yang tampil tidak kukenal sebelumnya. Karena cukup banyak musisi yang sudah sangat familiar di telingaku, seperti Vidi Aldiano, Armand Maulana, Fade2Black, Bams, Badai Romantic Project, The Overtunes, hingga Mulan Jameela.

Semakin malam acara ini justru semakin seru. Apalagi dengan tampilnya Elek Yo Band, sebuah band yang beranggotakan Menteri Tenaga Kerja, Menteri PUPR, dan Menteri Perhubungan. Selain itu ada juga Triawan Munaf dan Ganjar Pranowo.

fokus sama yang duduk di kursi bagian belakang ya

Pak Ganjar ini beberapa kali tampil di panggung. Salah satunya bersama Geng Ojol feat Eka Gustiwana. Ketika diajak ke panggung, Pak Ganjar minta ditemani oleh Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Perhubungan juga. Alasannya, ojek online ini kan berkatian dengan tugas mereka. Pergi Pagi Pulang Pagi milik Armada Band pun menjadi pilihan lagi mereka bersama.

Aku pikir acara ini akan berakhir sekitar pukul 22.30. Tapi ketika akhirnya Mas Met datang menjemput, acara ini masih belum berakhir. Bahkan Anies Sandi baru saja tiba ketika aku tengah berpamitan dengan teman-teman. Hicks. Agak sedih juga sebenarnya karena harus pulang lebih dulu.

My Unforgettable Moment from D’Hot Music Day 2018

Momen yang paling tidak bisa aku lupakan dari acara D’Hot Music Day 2018 ini. Yang pertama adalah saat Fade2Black membawakan medley Kita Selamanya dan Ya Sudahlah sebagai penutup. Rasanya aku begitu hanyut larut dalam kebahagiaan bersama teman-teman sambil ikut bernyanyi. Bahkan aku sempat merekam momen itu dalam bentuk video, sayangnya belum juga lagu berakhir, telepon genggamku berteriak ‘memory full’ sehingga video itu pun gagal tersimpan.

Tapi tak apa. Karena masih ada kenangan dari lain dari acara ini. Foto bersama musisi. Hihihi…. Ini dia alasan lain kenapa lebih baik datang langsung dari pada nonton via streaming. Jadi, 2019 nanti masih mau nonton streaming? Aku sih kalau boleh akan milih datang langsung lagi aja.

Harapan Bagi Musik Nasional

Di sepanjang acara, para musisi ini enggak cuma tampil nyanyi saja. Tapi mereka juga diwawancara oleh Ibeth dan Hanum. Hampir semua memimpikan harapan yang sama bagi musik nasional. Yaitu dari sisi hukum agar lebih baik lagi.

Semoga karya-karya musisi Indonesia bisa lebih terlegalisir dengan baik.

-Ditto

Begitu juga dengan Armand Maulana. Vokalis grup band Gigi ini berharap legalitas musik di Indonesia bisa setaraf dengan legalitas musik dunia. Sehingga tidak ada lagi masalah royalti yang dirasa kurang adil.

 

dianravi

Dian Safitri, travel and lifestyle blogger muslimah yang berdomisili di Jakarta, Indonesia. Pecinta kopi dan makanan. IVF Surviver.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *