Drama Drama (menuju) Korea

assalamu’alaikum,

2016-04-20_10-42-33

I’m too busy working on my own grass to notice yours if your is greener.

Annyeoung Haseyo!!

Apa kabar semuanya? Semoga semua yang baca ini dalam keadaan sehat selalu dilimpahkan rejeki yang barokah. Aamiin 🙂 Udah lama juga ya ga nulis. Nampak gagal memenuhi janji untuk bisa menulis setiap hari kerja (selama lagi ga di luar kota).

Tulisan kali ini bukan soal drama Korea, bukan juga soal cerita jalan-jalan ke Korea. Tapi kali ini pengen curhat sedikit soal drama-drama di kehidupan sebelum akhirnya minggu lalu alhamdulillah jadi berangkat ke Korea. Biar sesekali orang-orang yang suka komentar “Ihhh Dian enak banget ya hidupnya, selalu bersenang-senang ga ada masalah,” bisa sedikit berhenti ngeluarin komentar ga penting. Iya, kali ini adalah postingan curhatan. Boleh ya sesekali bercurhat ria.

Jadi semua ini bermula dari:

“Teteh, mama mau ke Korea dong. Sama temen-temen mama. Ikut yuk!”

“Ahhh pengen ikut, Ma. Ikuttt…..”

“Tapi bayar sendiri ya.”

Jleb. “Kirain bakal dibayarin, Ma. Aku ngitung-ngitung dulu ya….”

Hah? Jadi drama ini cuma karena harus bayar sendiri ke Korea? Ya ampun, cemen banget, Dian. Semua juga masalahnya sama. Pengen liburan tapi ga ada uangnya.

Yes, I know. Hampir semua orang (kecuali yang emang tajir teriwing-iwing yaaaa) dilemanya adalah pengen liburan tapi ngitung dulu tabungannya, cukup atau ga. Aku cuma pengen negesin, aku juga mengalaminya. Bukan karena punya pohon uang, pergi liburan ga pake mikir.

Alhamdulillah tahun ini memang tabungan lagi agak sedikit besar. Karena memang tadinya tahun ini pengen mencoba kembali bayi tabung di Penang. Tapi kenyataannya sampai hari ini program bayi tabung pun masih maju mundur, aku-nya blom siap. Diskusi sama mas Met pun dia ngijinin aku pergi pakai sebagian dari tabungan itu. Tapi meski ijin suami udah ditangan, sehari bisa 5 kali berubah pikiran. Mas Met aja sampai bosan akhirnya nanyain jadi ikut atau ga nya. hihihi lebay ya….

Wajar lah kalo banyak pertimbangannya. Biar gimana pun itu kan bukan jumlah uang yang sedikit. Satu sisi berpikir kapan lagi dapat tawaran ke Seoul. Sisi lain ada lah rasa sayang keluar uang sebanyak itu buat jalan-jalan (tanpa mas Met lagi). Last minute, aku mutusin untuk batal ikut, tahunya mama udah terlanjur meng-ok-kan ke ketua rombongan (makanya jangan plin plan, Dian :p). Jadi, que sera sera what will be will be. Jalanin aja ga usah noleh ke belakang.

Drama berikutnya adalah berantem sama seorang sahabat. Sampai saat ini aku masih ga habis pikir kenapa ini semua bisa kejadian. Sepele sebenarnya, cuma gara-gara aku excited mau ke Korea yang artinya banyak barang-barang lucu (yes, I’m addicted for cute stuff and I’m proud of it). Tapi kemudian sahabat ku ini malah berakhir memberikan ceramah lebih baik beli kosmetik merek ini dan itu. Sekedar tambahan informasi, aku bukan tukang dandan. Makanya aku kaget aja mendengarkan ceramah beberapa menit ini. Kok kayanya seseorang yang harusnya udah menjadi sahabatku selama 16 tahun ini tapi justru kaya ga kenal aku sama sekali. Sepele kan? But it hurts.

Drama terakhir adalah 4 hari sebelum berangkat. Mamih, nenekku masuk rumah sakit. Dan selama 4 hari itu keadaannya ga terus membaik. Galau mau jadi berangkat atau ga nya. Dan hari terakhir mama pun memutuskan untuk ga jadi ikut tapi nyemangatin aku untuk ga apa-apa tetap berangkat aja.

Bismillah, aku pun akhirnya berangkat. No turning back and no regrests.

See? Ga semua yang nampak menyenangkan itu semudah itu dijalankannya. Yang aku lakukan cuma berusaha mengambil satu keputusan dan mencoba untuk menikmatinya semaksimal yang aku bisa. Ga selamanya hati ini tenang selama dalam perjalanan kemarin (atau perjalanan apa pun yang pernah aku jalanin). Tapi aku cuma berusaha untuk ga complain, dan syukuri aja apa yang bisa kita syukuri. Sekecil apa pun.

Semoga setelah postingan ini, ga ada lagi komen-komen nyinir ya 🙂 Tungguin cerita jalan-jaan ke Korea-nya ya!!

Cheers,

dianravi

2 Comments

  1. yah kirain udah nyeritain keseruan di koreanya, heheheh
    ditunggu loh kak pengalaman serunya di negeri gingseng itu

    • Belum 😀 hihihi ngumpulin nyawa dulu sambil pelan-pelan ngedit foto nya. Ditunggu yaaaa. Makasih udah mampir 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *