Hi Seoul, day 2

1466737847703

Assalamu’alaikum,

Jam 6 pagi waktu Korea telepon di kamar berdering. Wake up call. Tadi malam memang sudah diingatkan kalau akan dibangunkan jam 6 pagi, karena kami harus sudah check out jam 8. Aku sebenarnya sudah terbangun dari subuh tadi. Tapi rasa nyaman berada di dalam selimut sukses membuat aku terlelap kembali.

Agenda hari ini adalah ke Seoraksan dan dilanjuti kembali ke Seoul. Seoraksan merupakan gunung tertinggi di pegunungan Tabaek.  Jadi sebaiknya gunakan pakaian yang nyaman untuk naik ke atas gunung, dan pastikan jaket dan shawl karena pasti cuaca cukup dingin meskipun ini musim semi.

Usai mempercantik diri, aku dan mba Ipuk turun ke lobby dengan barang-barang kami. Jay sudah menanti untuk menata koper-koper kami. “Pagi, Jay,” sapaku. “Pagi,” Jay menjawab dengan senyuman yang membuat kantukku hilang seketika.

Oh iya, Inje Speedium Hotel tempat kami menginap merupakan area balapan. Dari jendela kamar kami bisa melihat sirkuit balap. Dan di lobby terdapat sebuah mobil Mitsuoka Dore hasil karya Seung Hyo Jang yang membuat kami bergiliran minta dipoto, tak peduli teriakan Danny dan Jay yang meminta kami untuk segera masuk ke dalam bus.

2016-04-25 09.01.49 1

Dari penginapan menuju Seoraksan ga sampai 30 menit. Begitu kaki melangkah keluar dari bus aku sudah dibuat speechless dengan pemandangan yang nampak di depan mata. Sebuah taman nasional yang dikelilingi pegunungan. Bunga-bunga cherry blossoms pun masih nampak. Kami disambut oleh patung beruang yang memang menjadi maskot taman nasional ini. Untuk bisa berpoto di depan patung beruang ini diperlukan ekstra sabar dalam mengantri.

2016-04-25 09.01.14 1

2016-04-25 09.01.03 1

abaikanlah Jay dengan benderanya yang malah jadi background tambahan kami

2016-04-25 09.01.06 1

Jalan sama ibu-ibu ini, yang pertama dicari adalah toilet. Jadi sambil menunggu yang masih di toilet, mari arahkan kamera dan berpoto.

Disini kami akan diajak naik ke atas gunung dengan menggunakan cable car. Tapi karena sedang ramai, Jay mengusulkan untuk jalan-jalan dulu. Untuk pertama kalinya kami punya waktu lenggang agak lama untuk menikmati suasana cantik ini. Berbeda dengan kemarin di Nami Island dimana banyak pasangan muda-mudi yang bikin sirik, disini justru lebih banyak kaum lansia. Kali ini aku malah diliputi perasaan malu melihat lansia-lansia masih semangat hiking, sementara aku olahraga aja jarang sekali.

2016-04-25 09.00.30 1

2016-04-25 09.00.07 1

2016-04-25 08.59.19 1

2016-04-25 09.18.56 1

Setelah agak lama kami berjalan-jalan, berpose, berpoto, nyemil es krim, dan hahahihi, akhirnya Jay memanggil kami untuk segera antri masuk cable car. Saatnya aku untuk deg-degan menuju puncak Gwongeumseong. Kereta gantung ini memang hanya 5 menit, tapi buat aku yang takut ketinggian rasanya sekitar 30 menit. Selama dalam kereta gantung aku berusaha sok sibuk sendiri, berjuang melupakan rasa takut.

2016-04-25 08.58.43 1

2016-04-25 08.58.22 1

2016-04-25 08.58.11 1

2016-04-25 08.57.40 1

Rupanya dari halte kereta gantung, kami masih harus jalan kaki untuk menuju puncak  Gwongeumseong. Awalnya masih bertemu tangga, tapi kemudian aku harus berhati-hati dengan licinnya batu yang dijajaki. Cuaca yang katanya dingin langsung terasa biasa aja akibat kegiatan mendaki ini. Tapi, harus aku akui, pemandangan yang didapat setimpal dengan perjuangannya. It’s beautiful.

Perjalanan turun ga semenakutkan saat naik tadi. Rasanya lebih cepat. Apalagi ditemani lagu-lagu dari dalam kereta gantung. Berbeda dengan saat perjalaan naik dimana kita mendengarkan penjelasan soal Seoraksan tapi dalam bahasa Korea dan China.

2016-04-25 08.57.13 1

2016-04-25 08.56.53 1 - Copy

Sambil berjalan pulang tiba-tiba aku terpana melihat pohon cherry blossoms dengan latar belakang gunung. Ingatanku terhempas pada 17 tahun lalu dimana aku menerima sebuah kartu pos dari teman chatting yang tengah kuliah di Jepang. Kartu pos itu bergambar pohon Sakura dengan background gunung Fuji dan langit biru. Aku sama sekali tak menyangka akan bisa melihat pemandangan serupa secara langsung. Iya, ini memang bukan Sakura, bukan di gunung Fuji, dan bukan di Jepang. Tapi siapa tahu suatu saat aku akan dapat mewujudkan mimpi masa kecilku untuk mengunjungi negri Sailor Moon. Sementara, mari berdoa saja. Allah Maha Baik, kadang kita tak tahu akan dibawa kemana kaki ini melangkah. 

Dalam perjalanan menuju Seoul, Jay  sepertinya sudah lelah melayani keisengan kita. Ketika kami bertanya soal tinggi gunung, dijawab dengan tinggi badannya. Dan ketika dia ingin mengatakan “lima belas menit lagi menuju tempat makan siang,” dia justru keliru dengan mengatakan “lima jam lagi.” 

2016-04-25 08.56.27 1 - Copy

Menu siang itu ikan bakar. Kami berada di wilayah Sokcho, yang memang daerah laut. Rasanya? Bikin aku betah ga ingat pulang. Makanan laut memang salah satu favorit aku. Dan sepertinya favorit yang lain juga. Karena semua makanan ini sukses disantap sampai bersih. Belum norinya, kami sampai bolak-balik nambah. Dan pulangnya pun aku membeli 2 bungkus nori untuk di rumah.

Perjalanan menuju Seoul cukup lama. Agar ga bosan, Danny mengadakan permainan. Aku berhasil mendapatkan susu strawberry sebagai hadiah dari kuis ini. Makasih, Dan.

2016-04-25 08.56.19 1

Tiba di Seoul, yang pertama dituju adalah Dongdaemon Market. Shopping time! Kami dibawa ke tempat untuk berbelanja oleh-oleh. Waktu yang dikasih cuma 1 jam. Kirain 1 jam itu akan dirasa kurang ya  untuk belanja dan bakal kurang fokus, tapi ternyata aku tetap sukses tergoda oleh sebuah sepatu kets berwarna pink (lagi). Entah apa yang akan dikomen mas Met saat melihat koleksi sepatu kets pink ku bertambah lagi.

Aku minta ditemani ke tempat kosemetik. Karena menurut Jay, belanja di Dongdaemon ini lebih sepi dibanding Myeongdong. Tapi tempat kosmetik ini berada di luar gedung perbelajaan yang kami kunjungi saat itu. Dan dengan waktu yang terus berjalan, aku cuma bisa mengelus dada ketika baru mau memilih lipstik di Etude terdengar Jay berteriak dari depan pintu “Lima menit lagi ya!” Akhirnya, aku langsung ke kasir dan membayar masker dan blush on yang sudah ada di keranjang belanjaku.

2016-04-25 08.56.11 1 - Copy

2016-04-25 08.56.14 1

Kami semua dibikin tercengang dengan menu makan malam kami, samgyetang.

Samgyetang (diucapkan [samgjetʰaŋ]) adalah sup ayam ginseng masakan Korea. Sup ini berisi ayam muda dalam keadaan utuh yang direbus dengan api kecil selama 2-3 jam hingga empuk. Seporsi sup dalam panci kecil biasanya dimakan oleh satu orang. (wikipedia)

Butuh perjuangan untuk menghabiskannya. Butuh ketawa-ketiwi dalam perjuangan menghabiskannya. Sampai-sampai bolak-balik kami ditegur karena terlalu berisik. 

Hujan turun cukup deras ketika kami kelar makan malam. Padahal kami masih akan berburu kosmetik di Myeongdong. Aku lupa membawa payung lipat. Mau ga mau aku pun harus membeli payung terlebih dahulu. Selain kosmetik, aku pun kalap berburu kaos kaki lucu. Iya, kaos kaki di sini lucu-lucu sekali, dibandrol seharga 1000-1500 won. Sebenarnya aku mengincar es krim 42 cm dan cotton candy, tapi karena hujan semakin deras, acara jalan-jalan itu rasanya harus segera berakhir. Foto-foto pun tak mungkin.

Selama di Seoul, aku menginap di Holiday Inn Express. Tak jauh dari Myeongdong. Tapi rupanya ada kesalahan membaca waze dari pak supir dan Jay (cerita ini aku tahu esok harinya dari Danny), sehingga kami terus berputar-putar selama 3 kali. Dan berakhir kami turun ga di depan hotel, sehingga harus mendorong-dorong koper sambil hujan-hujanan menuju hotel.

Just another beautiful day. Saatnya istrirahat sambil mengakses wifi gratisan.

Selamat istirahat,

dianravi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *