Deep Thoughts Lifestyle

Jurnal Tenun Hibkraft, Jurnal Cantik dengan Sentuhan Kain Indonesia

bismillahirrahmanirrahim,

Sejak SD aku terbiasa menulis kegiatan sehari-hari dan perasaan aku dalam sebuah diary. Kebiasaan itu terus aku lakukan hingga kini. Cuma mungkin wujudnya terasa berbeda. Beberapa tahun terakhir ini aku lagi menikmati yang namanya journaling.

Katanya, diary dan journal itu dua hal yang berbeda. Kalau diary umumnya untuk merekam peristiwa yang telah terjadi, sementara journal isinya lebih random. Bukan sekadar menceritan keseharian aku saja, tapi aku juga biasa mengisinya dengan sejumlah wishtlist, quotes-quotes, goal, foto, dan segala yang rasanya ingin aku tuliskan. Tapi kenyataannya, kalau versi aku, dalam satu buku catatan unik yang aku punya, selalu berisi gabungan diary dan journal.

Sering banget aku ditanya, kenapa sih aku suka banget menulis journal. Buat aku kegiatan journaling ini jadi sebuah kebutuhan. Karena ada banyak manfaat yang aku rasakan dengan melakukan journaling, seperti:

  • Meningkatkan mood
  • Meningkatkan daya ingat
  • Mengurangi stress
  • Mengasah kreativitas

Biasanya saat journaling aku rajin menghiasinya dengan segala atribut mulai dari sticker, washi tape, kertas dekor, foto, dan masih banyak lagi. Sampai-sampai sering dikomentarin sama suami ribet. Soalnya sampai setiap mau pergi ke luar kota, aku pasti sibuk menyiapkan perintilan journaling ini.

Tapi, gini-gini aku termasuk yang choosy banget dalam memilih journal yang aku pakai. Tulisan aku itu kecil-kecil, sehingga kalau pakai yang kertas bergaris seringkali rasanya kelelep. Belum lagi aku selalu menggunakan tipe pulpen gel pen, jadi kertas yang dipakai harus cocok. Dulu aku sampai ikut kursus membuat journal biar bisa puas menggunakan bahan-bahan yang sesuai dengan kriteria aku.

Tapi dengan kesibukan yang semakin padat, aku sudah enggak sempat lagi membuat journal. Mau enggak mau harus beli dan mencari yang kualitasnya bagus. Salah satu journal yang aku gunakan adalah Handmade Journal Hibkraft.

Hibkraft Indonesia, A Journal That Made From The Heart

Aku lupa kapan kali pertama aku bertemu dengan Hibkraft ini. Di salah satu pameran yang pasti. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada sebuah jurnal yang terbuat dari kulit sintetis. Tapi saat itu aku belum sadar kalau itu adalah jurnal Hibkraft Indonesia.

Hibrkraft merupakan UMKM yang bergerak terutama di bidang pembuatan jurnal/agenda kulit dan paket branding/merchandise sejak 2013. Hibkraft terus berimprovisasi dan berkreasi membuat berbagai jenis produk lain mulai dari gantungan kunci, pouch, totebag, dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan branding customer.

Ada 4 alasan kenapa sih aku begitu suka sama jurnal dari Hibkraft ini. Penasaran enggak? Simak penjelasannya berikut ini ya:

  • We Took Our Time. Pembuatannya enggak asal. Karena setiap produk yang diproduksi mengalami berbagai proses kurasi dan quality check yang panjang.
  • Constant Improvement. Kualitas dan mutu setiap produk terus menerus mengalami  peningkatan. Hibkraft tidak sekadar memikirkan apakah produk yang mereka buat laku dijjual saja, tapi juga benar-benar memperhatikan apakah produk itu cuma enak dilihat atau enak dipakai juga.
  • Handmade. Hampir semua proses pembuatan dilakukan dengan tangan.
  • Community Development. Hibkraft berusaha keras untuk menjadi manfaat tidak hanya bagi customer saja, tapi juga untuk lingkungan dengan memberdayakan masyarakat sekitar dengan meningkatkan kemampuan dan keahlian masyarakat.

Ngerti kan ya kenapa aku sampai suka banget sama jurnal buatan Hibkraft ini? Secara kualitas enggak usah ditanyakan lagi, karena dibuat penuh cinta dengan cara handmade.

Jurnal Tenun Hibkraft, Jurnal Cantik dengan Sentuhan Kain Indonesia

Kalau sebelumnya aku menggunakan jurnal yang terbuat dari kulit sintetis, kali ini pilihan aku jatuh pada Jurnal Tenun. Yang akrab sama aku pasti tahu banget kalau aku tuh paling enggak bisa tahan sama kain nusantara. Jadi begitu tahu ada varian produk dengan menggunakan kain tenun, sikaaaaaaaaaaat!

Ukuran Jurnal Tenun ini 15 x 12, yang buat aku adalah ukuran ideal, enggak besar, enggak terlalu kecil juga. Pas buat dibawa jalan-jalan ke sana kemari. Cover jurnalnya menggunakan kancing. Jujur, buat aku agak bikin ribet sih. Aku masih lebih senang dengan jurnal yang menggunakan karet sebagai kaitan cover. Lebih praktis dalam buka tutupnya.

Yang unik dari jurnal ini bukan cuma covernya aja. Tapi juga kertasnya. Karena kertasnya menggunakan kraftpaper 78 gsm. Kalau dilihat sekilas, kaya kertas yang enggak rapih, padahal memang menggunakan gaya old-world-binding, dimana tepian kertas disobek dengan tangan.

Tehnik bindingnya sendiri menggunakan single thread longstich binding. Bikin nyaman ketika mengisi jurnal dengan foto-foto ataupun tempelan-tempelan lainnya. Dengan kata lain, jurnal ini memang cocok kalau kamu suka kegiatan journaling.

Selain menggunakan Jurnal Tenun Hibkraft, aku juga menggunakan sebuah jurnal Plain Series-nya Hibkraft. Jurnal yang mungil yang fungsinya buat mencatat segala sesuatu yang terlintas di kepala aku. Tahu sendiri kalau yang namanya ide-ide kadang cuma bertahan sekian menit di kepala, biar enggak lupa, aku harus langsung mencatatnya.

Ada yang suka journaling juga seperti aku? Coba kepoin akun instagram @Hibkraft buat tahu seri apa saja yang mereka miliki. Siap-siap mupeng dan pengen borong semuanya. Soalnya memang bagus-bagus sih.

Happy journaling, guys!

Leave a Reply

Your email address will not be published.