Kampung Teletubies, Jogja

assalamu alaikum,
1445922353956

 

I am thankful for all of those who said NO to me. It’s because of them I’m doing it myself.

-Albert Einsten

Masih dalam rangka menonton Prambanan Jazz bulan lalu, karena dari siang kami udah berada di daerah Prambanan, maka mau ga mau kami mencoba mengubek-ubek wisata sekitarnya. Salah satu yang aku temui adalah Desa Wisata Rumah Dome/Teletubies ini. 

Biasanya kalau ke Jogja bentuk rumah yang paling umum adalah rumah joglo, yang memang rumah adat D.I Jogjakarta. Tapi kali ini rumah dengan bentuk dome layaknya rumah eskimo justru jadi daya tarik utama di Dusun Ngelepen, Desa Sumberharjo, Jogja. Bentuknya yang setengah lingkaran ini juga mengingatkan sama rumah teletubies, film anak-anak yang beken pada tahun 2000-an.

Mungkin masih pada ingat gempa yang terjadi pada 2006 lalu di Jogja. Gempa berkekuatan 5 SR itu mengakibatkan sebagian wilayah Jogja rata dengan tanah, termasuk hampir semua rumah di dusun Sengir hancur. Bahkan tanahnya pun amblas sehingga ga memungkinkan untuk ditempati lagi. LSM World Assosiation on Non-Governmental Organizations (WANGO) bekerja sama dengan Domes for The World Foundation (DFTW) memberikan bantuan berupa hunian baru dengan syarat hunian dengan konsep rumah Dome. 

Rumah domes ini dibangun pada tanah seluas 2 hektar di dusun Ngelepen. Terdapat 80 bangunan, dimana 9 diantaranya dijadikan fasilitas umum seperti masjid, mck, aula, serta klinik kesehatan. Rumah berdiameter 7 meter ini bertingkat 2, dan dilengkapi 2 pintu dan 4 jendela, serta 2 ruangan. Dan layaknya sebuah hunian, rumah domes ini dilegkapi juga dengan kamar, ruang tamu, kamar mandi, dapur.

Menurut beberapa narasumber yang aku baca, untuk memasuki kawasan ini kita diminta membayar Rp 1.500 dan bisa mengikuti paket wisata sebesar Rp 6.000. Tapi mungkin karena aku tiba sudah sore, susana di desa wisata ini nampak sepi. Hanya terlihat beberapa warga yang hendak menyiram tanaman. Mereka tampak ramah ketika aku sapa. Salah satu diantara mereka sempat menganjurkan agar aku ke rumah RT setempat agar bisa mendapat keterangan. Tapi karena hari udah sore, kedua teman ku pun udah enggan turun dari mobil karena capek, rasanya aku ga tega untuk melanglang menikmati desa ini lama-lama. Aku hanya memutari satu gang, sambil mengambil beberapa foto.

1445931622900


1445931234204

1445922716193

 


1445922555297

 

1445922386951

 

Berhubung aku ga berhasil menemukan desa wisata ini di google maps, jadi aku akan mengutip cara ke Desa Wisata Dome/Teletubis ini dari http://yogyakarta.panduanwisata.id/wisata-alam-2/rumah-dome-hunian-tahan-gempa-di-yogyakarta/

Kedaerah tersebut belum ada angkutan umum jadi disarankan menggunakan kendaraan pribadi, kalaupun menggunakan kendaraan umum hanya bisa sampai di jl. Raya Prambanan Piyungan dan sampai kelokasi masih harus jalan kaki sejauh 2,7 km atau dengan jasa ojek. Adapun dua rute yang dapat dilalui dari kota Yogyakarta yakni :

  1. Melewati Jalan Raya Yogya Solo, sesampainya di pertigaan prambanan belok kanan kearah piyungan sekitar 9 km aka nada penunjuk arah kea arah rumah dome yakni belok kiri.
  2. Melalui jl. Raya Yogya Wonosari, sesampainya di pertigaan pasar piyungan belok kiri. Setelah jarak  6 km akan ada penunjuk arah kearah rumah dome.

Kalau kebetulan ada di kawasan Prambanan, dan masih memiliki cukup waktu, ga ada salahnya mampir ke kampung wisata ini.

Berpelukan,

dianravi

6 Comments

  1. Lama di Jogja, baru ini aku denger kalau ada objek kampung teletubies,,
    Untuk sampai ke tempat sana bukannya yang melewati jalan menuju Candi Ratu Boko bukan?

    • Iya kalau dari prambanan, jalan utama nya sama kaya ke candi boko, tapi terus aja. Nanti ada papan petunjuk arah ke kampung Teletubbies nya

  2. Terima kasih info tentang ini sangat bermanfaat.
    Tempat-tempat yang bagus di Indonesia sebenarnya banyak yang belum tereksplorasi untuk diolah menjadi tempat wisata.
    Semoga website ini terus menyajikan info yang menarik dan bermanfaat bagi pengunjung dan pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *