join x jeera coffee house
Kuliner

Ngopi Santai di Join X Jeera Coffee House

Bismillahirohmanirohim,

Matahari memancarkan sinarnya menembus awan-awan kelabu. Sesekali aku mengelap keringat yang membasahi keningku. Teriknya matahari bukan satu-satunya alasan aku berkeringat siang itu. Tapi fakta kalau aku baru saja selesai mengikuti walking tour China Town dan melanjutkan berjalan kaki ke Kota Tua menambah alasan kenapa aku merasa gerah.

Tadi aku dan ketiga temanku sempat beristirahat di sebuah tempat makan di kawasan Kota Tua ini. Tapi tidak adanya pendingin ruangan di tempat tersebut, membuat keringat terus bercucuran. Kami butuh sebuah tempat yang nyaman untuk duduk-duduk santai siang ini.

Mataku memperhatikan petunjuk yang diarahkan oleh goole maps di telepon genggam berwarna pink yang sedari aku pegang. Seharusnya Join X Jeera Coffee House, kedai kopi yang aku tengah aku cari, berada tak jauh dari gedung Kantor Pos. Tiwi dan Ilham berjalan paling depan, sementara aku berusaha mencari bangunan yang kafe yang tampak seperti di foto yang berada di google.

“Itu dia!!” seruku sambil menunjuk pada sebuah bangunan yang terbuat kontainer di area parkiran kantor Imigrasi. Sebuah papan kayu bertuliskan Join X Jeera disangkutkan pada batang pohon di depannya.

Seolah dikoordinir oleh sebuah remote control, aku, Ilham, Tiwi, dan Radhian, berbelok mengarah menuju kafe yang dimaksud. Di tempat kasir aku segera melihat-lihat pilihan menu. Karena kami baru saja makan, maka kopi menjadi alternatif penguat mata siang itu.

Aku memesan kopi codong. Sebuah kopi hitam panas dan pahit dengan ampasnya. Kalau kalian terbayang kopi tubruk yang biasa disuguhkan di warung-warung, maka bayangan kalian tidak salah. Kopi codong ini memang sebutan untuk kopi tubruk di Join X Jeera Coffee House. Radhian ikut memesan kopi yang sama, meski setelahnya aku baru tahu kalau ternyata dia bukanlah penikmat kopi.

Tiwi dan Ilham memilih untuk tidak  memesan apa pun saat itu. Selain masih kenyang, Ilham masih menyimpan perbekalan air putih dari tempat makan siang kami.

Ada tiga tempat pilihan tempat duduk di Join X Jeera Coffee House ini. Yang pertama sebuah meja di bagian teras. Kemudian di sebuah ruangan berkaca, di paling depan. Pilihan terakhir di lantai 2, sebuah tempat terbuka. Karena kami membutuhkan kesegeran pendingin ruangan, tentu saja pilihan kami jatuh pada ruangan berkaca yang dari depan menyerupai jeruji penjara.

Sambil menanti pesanan juga Siti yang berjanji akan menyusul kami, kami pun bersantai ria menguasai ruangan yang kebetulan sepi ini. Mengeluarkan cat air dan kertas gambar, sambil tak lupa menyiapkan kamera untuk mengabadikan proses karya-karya tercipta.

Kesempatan Kedua di Join X Jeera

Siti yang berjanji berangkat habis duhur enggak datang-datang. Aku, Ilham, dan Tiwi sudah berhasil bikin beberapa stok video terkait sebuah proyek. Aku pun akhirnya keluar masuk ruangan. Menghampiri kasir, melihat-ihat menu yang ditarwarkan, dan mengobrol dengan barista merangkap kasir yang betugas.

Lagi nanya-nanya soal menu andalan di kafe ini, si mas yang aku lupa namanya (duhhhh hampura ya, Mas, aku mah lupaan orangnya), tiba-tiba nyeletuk, “Saya nih sempat salah jalan, Mbak.” Sambil berkata begi, si mas ini membalikan badan dan seolah menyibukan diri.

Aku mengernyitkan dahi. Sebenarnya sehari sebelum kunjunganku ke Join X Jeera Coffee House ini, aku sempat melihat akun instagram mereka. Tak banyak sih yang bisa diutarakan dari melihat instagram mereka, aku hanya bisa mengira-ngira kalau Join X Jeera Coffee House ini merupakan wadah bagi para narapidana. Dan ternyata dugaanku tak meleset.

“Tapi enggak semua narapida loh, Mbak yang bisa masuk sini,” lanjut si mas yang mulai berani bercerita. “Kita punya moto di sini. Motonya ini ini,” tiba-tiba si mas mendekati rekan kerjanya yang seorang wanita, menyingkapi rambut si mbak yang panjang, sehingga tulisan di kaos bagian punggung bisa terlihat dengan jelas. ‘www.mauberubah.com‘ begitu tulisan berwarna putih di kaos polo shirt hitam mereka. “Cuma yang mau berubah yang bisa ikut pelatihan di sini.”

Usut punya usut si mas ini dulunya karyawan sebuah bank dengan posisi yang sudah lumayan enak. Tapi hanya karena satu kesalahan, ia pun jatuh terpuruk. Narkoba menjadi kesalahan terbesar dalam hidupnya. Aku lupa bertanya berapa lama si mas ini di tahanan. Tapi yang pasti dia sempat bercerita, beberapa bulan paska keluar dari tahanan, ia tak berani keluar rumah. Takut dan malu menjadi alasannya. Meski teman-temannya sudah mengajaknya dan bilang tak apa.

“Mbaknya tadi pas masuk sini ngeliat kita gimana? Kelihatan enggak kalau kita-kita ini bekas napi?” seorang karyawan yang dari tadi sibuk mengamati aku yang tengah mengobrol dengan temannya, tiba-tiba menghampiri dan mengajukan pertanyaan pada aku.

Aku menatap bingung. Di mata aku mereka semua tak ada bedanya dengan orang lainnya. Kalau pun mereka pernah melakukan kesalahan yang penting kan mereka mengakui kesalahannya dan mau berubah. Tapi ternyata meski kita berpikir seperti itu, bagi mereka tetap ada perasaan takut tidak diterima.

#OrangPeduliTurunTangan

Jeera Fondation, sebuah yayasan yang menciptakan peluang kedua ini. Aku sendiri belum banyak mendapatkan informasi mengenai Jeera Fondation ini. Selain mereka adalah sebuah program bagi warna binaan. Join X Jeera Coffee House hanyalah salah satu program binaan mereka.

Bekerja sama dengan Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta dan KNPI DKI Jakarta, mereka memiliki tujuan agar memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan dengan mendorong terhubungnya hubungan masyarakat umum  di luar penjara dengan warga binaan.

Lagi brosing-brosing tentang Jeera Fondation, aku menemukan sebuah video keren. Simak deh:

5 Alasan Nongkrong di Join X Jeera Coffee House

Kafe ini enggak terlalu besar. Tapi bukan berarti enggak asik buat tempat nongkrong. Aku dan ketiga teman bloggerku bisa betah duduk aneka gaya lebih dari 3 jam saja sudah sebuah bukti kalau tempat ini cozy. Selain karena Siti yang akhirnya baru tiba persis saat adzan ashar berkumandang. Kalau aku tak menerima berita papaku harus dirawat di rumah sakit, mungkin kami akan bertahan sampai waktu magrib.

Jadi kenapa aku betah nongkrong di Join X Jeera Coffe House? Ini dia alasannya:

1. Harga yang masih ramah di dompet.

Enggak murah juga sih sebenarnya. Tapi bila harus memandingkan dengan kafe-kafe di sekitar, paling enggak, Join X Jeera Coffee House ini enggak bikin bangkrut.

2. Instagramable

Masa nongkrong di kafe tapi enggak foto-foto. Sepertinya ini bukan Dian. Join X Jeera Coffee House ini lumayan instagable loh. Ada banyak mural-mural buat jadi latar belakang foto. Buat OOTD juga boleh.

3. Live Music

Katanya kalau malam minggu ada live music di sini. Karena aku datang hari senin, jadi ya aku enggak lihat. Tapi kalau lihat di akun media sosial mereka, God Bless pun pernah tampil di sini.

4. Mushola yang nyaman

Sebenarnya mushola ini bukan fasilitas kafe ini sih. Tapi milik kantor Imigrasi. Selama kantor Imigrasi buka, kita tinggal shalat di sini aja. Bersih. Besar. Jadi mau nongkrong lama-lama pun aku enggak perlu pusing cari tempat shalat, karena cukup dekat.

5. Memberikan kesempatan kedua

Seperti yang sudah aku bilang sebelumnya, Jeera Fondation ini memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan kedua untuk warga binaan agar bisa berinteraksi dengan masyarat umum. Hasil ngobrol dengan mas-mas yang kulupa namanya itu, menyadarkan aku, kalau mereka merasa takut tidak diterima di masyarakat umum. Karenanya, kafe ini menjadi jembatan agar mereka kembali berinteraksi secara sosial dengan masyarakat umum.

Kalau kalian ke Kota Tua, dan butuh tempat duduk manis ditemani secangkir kopi bersama teman-teman, jangan lupa untuk mampir di Join X Jeera Coffee House yang terletak di Jalan Pos Kota no 1.

dianravi

Dian Safitri, travel and lifestyle blogger muslimah yang berdomisili di Jakarta, Indonesia. Pecinta kopi dan makanan. IVF Surviver.

You may also like...

6 Comments

  1. Keren bagian rooftoopnya, bisa buat foto2, tapi yang aku sesalkan kalau bawa anak2 nggak bisa santai pasti banyak yg ngerokok huhuhu

  2. pas buat foto” an tuh mbak, tapi walaupun instagramable, tapi kameraku bintang satu, yah… wassalam juga sih

  3. Salah satu cafe yang pernah kukunjungi dan bikin betah banget! Ayo ke sana lagi!

  4. Hahaha kalo aja ga minum kopi pahit itu, mungkin mood ku bisa lebih bagus. Tapi aku emg ga nyangka kalo mereka bekas napi. Sekilasan ya sama aja kaya barista kebanyakan.

    Harganya lumayan murah sih. Spotnya kece tapi sayang ku lupa nyoba wifinya di situ. Kalo wifinya kenceng bisa bikin tingkat kekecean cafe ini lebih meningkat lagi ahahaha dasar fakir kuota..

    Posisinya strategis banget sih. Di pojok gitu deket banget sama lapangan kota tua. Ena bisa jadi tempat leyeh-leyeh yang bagus.

    Radhian

  5. Tempatnya asik nih buat nongkrong sembari ngerjain deadline hehe

  6. Tempatnya asyik banget nih kayaknya, mana ruang terbukanya itu juga bisa jadi tempat cari inspirasi pas sore-sore gitu. Duduk di situ panas banget nggak sih?

    Ngomong2, kurangi penggunaan kata “sebuah” … hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *