Ketika Diserang Rasa Minder

Bismillahirohmanirohim,

Reflek aku melihat ke meja sebelah ketika seorang anak kecil tengah menikmati es krim bersama seseorang yang aku kira kakaknya dan pengasuhnya di meja sebelah tempat aku tengah menikmati sate padang.

Aku tersenyum sendiri melihat tingkah polah anak kecil itu. Mulutnya belepotan es krim sambil berusaha bercerita pada kakak dan pengasuhnya. Entah apa yang ia ceritakan, aku tak bisa mendengarnya dari tempat aku duduk.

Aku memang selalu gemas melihat tingkah polah anak kecil. Selalu reflek memperhatikan keberadaan mereka saat berada di sekitarku. Tersenyum mengamati kelucuan mereka. Sebuah pemandangan yang tak akan kutemukan di rumah aku.

Mataku tertuju pada sang kakak. Seorang gadis belia yang entah kenapa rasanya aku familiar melihatnya. Ah, aku menyesalkan jeleknya daya ingat aku akan wajah seseorang. Gini deh jadinya, aku enggak ingat pernah melihat wajah itu dimana.

Tak berapa lama, seorang wanita ikut duduk di meja itu. Aku menduga itu ibu mereka. Saat aku melihat sosoknya, barulah aku sadar dimana aku pernah melihat gadis itu.

Fira Basuki!!! Ibu mereka adalah penulis favorit aku. Tak heran kalau rasanya aku pernah melihat kedua anak itu. Mereka adalah Syaza dan Kiad yang suka aku lihat lewat akun media sosial Fira Basuki. Hatiku berlonjak bahagia. Ada penulis kesayangan aku di dekat aku.

Aku ingin menghampiri, menyapanya, memintanya untuk berfoto bersama. Tapi ada sesuatu hal yang membuat aku ragu.

“Itu Fira Basuki ya?” sebuah pesan masuk di handphone aku. Dari sepupu aku yang duduk tak jauh dari aku.

“Iya!!! Pengen foto bareng,” balasku.

“Sok atuh foto.”

“Hmmmm ga pede.”

“Di, itu di meja sebelah Fira Basuki ya?” kali ini Mas Met berbisik ditelinga aku. Aku menjawab dengan anggukan. “Ga mau foto bareng? Kan kamu suka banget sama dia.”

Ah orang-orang ini, enggak tahu apa aku tuh diam-diam galau mau minta foto bareng.

“Foto, enggak, foto, enggak…” bisikku dalam hati sambil terus diam-diam mengamati meja di sebelah aku. Mas Met sudah kasak kusuk nyuruh foto, begitu juga dengan Bunga, sepupuku. Tapi ada sesuatu yang diam-diam mengganjal perasaan aku.

Sepertinya meja sebelah sudah selesai menikmati es krimnya. Mereka pun siap-siap beranjak pergi. Aku mulai panik. Ini kesempatan terakhir aku. Reflek akhirnya aku pun bangkit dari kursiku dan menyapa Fira Basuki. “Mbak Fira, boleh minta foto bareng enggak?”

Beberapa foto aku berdua Fira Basuki diambil oleh Mas Met. Senang akhirnya aku bisa mengabadikan foto bersama penulis dari trilogi Jendela-Jendela, Pintu, dan Atap, buku favorit aku yang entah sudah berapa kali aku baca tanpa merasa bosan. Meskipun setelah itu sampai sekarang aku harus menerima ledekan dari Mas Met dan Bunga yang menanyakan kok foto-fotonya enggak diupload sih.

Enggak Pede

Kisah aku ketemu Fira Basuki itu sudah beberapa bulan lalu. Bulan Mei 2017 lalu tepatnya, ketika untuk kedua kalinya aku berkunjung ke BBW. Sampai sekarang foto aku bersama Fira Basuki hanya tersimpan di memori telepon genggam saja. Sampai sekarang belum ada yang tahu alasan kenapa aku ragu untuk foto bersama Fira Basuki.

baca juga: Shopping at Big Bad Wolf Book Sale and How To Survive It

Tapi akan selalu ada yang pertama kalinya. Lewat tulisan ini aku mau pamer fotoku bersama Fira Basuki. Sekalian menjelaskan apa yang membuat aku enggak pede untuk berfoto bersamanya. Jadi, alasan sebenarnya itu karena…..

Aku merasa kucel karena lupa belum pakai: LIPSTIK!!!

Silakan tertawa. Karena aku pun tertawa ngakak setiap kali inget ini.

Am I a Lipstick Addict?

I don’t think so.  Aku enggak se-addict itu juga sama lipstick. Hanya saja ada saat-saat dimana aku merasa jadi ga pede ketika enggak pakai lipstik. Nah saat bertemu Fira Basuki itu salah satunya. Kalau enggak harus difoto biasanya aku sih bakal cuek meski tanpa lipstik.

Aku memang sudah lama meninggalkan dunia per-make up-an. Dulu sebelum aku program hamil, rasanya kalau mau keluar rumah itu wajib dandan. Cuma alis aja yang memang enggak pernah aku apa-apain, karena enggak bisa dan males.

Nah gara-gara obat hormon, aku mulai merasa mau diapain juga muka ini rasanya kucel. Jerawat, bekas jerawat ada dimana-mana. Bikin males mau ngedempul muka. Krim perawatan muka pun enggak teratur, gimana mood saja.

Tapi ditengah semrawutnya wajah aku, diam-diam aku sering merasa minder. Terutama ketika harus berpoto. Nah di saat itulah lipstik selalu menjadi penyelamat aku. Paling enggak aku merasa muka aku enggak polos-polos amatlah.

Semenjak kejadian dengan Fira Basuki itu,  I learn my lesson. Aku hampir enggak pernah lagi meninggalkan lipstik setiap akan pergi. Jadi kalau pun belum sempat pakai lipstik, paling enggak di tas sudah sedia tinggal pakai saja.

Tapi lagi-lagi kejadian ini terulang kembali. Saat ke Karimun Jawa kemarin aku lupa pakai lipstik pas mau jalan-jalan. Aku pikir kan cuma mau main-main, difoto juga bakal jarak agak jauh, biarlah enggak pakai lipstik juga. Ah, siapa sangka justru hari itu aku diwawancara dan masuk TV. Duhhhh Gusti, aku masuk TV dan enggak pakai lipstik!!!!! Kok kaya enggak kapok sih.

Nah kok sekarang berani menceritakan (dan memamerkan) foto tanpa si lipstik? Karena tulisan kali ini dalam rangka menjawab tantangan dari Mude di Enchanting Ladies  : Skin Care atau Make Up Andalan. Andalan aku adalah lipstik. Kalau andalan kalian apa? Coba ceritakan di kolom komentar. Kali saja ada yang sama kaya aku.

Jangan lupa juga untuk mampir ke tulisan Enchanting Ladies yang lain:

 

 

8 Comments

  1. Entah kenapa pas liat videonya teteh, kok malah seneng ya teteh gitu, soalnya program yang lagi dibawain kan di alam ya, jadi kalau pake lipstik kayak mbak yang satunya itu menurutku kurang cocok sama situasi dan kondisi.

    aku buka fans berat lipstik, tapi kalau g pake lipstik g bisaan. Menurutku ini make up paling oke buat segala kondisi, soalnya dia bisa banget ngubah mood dan memberikan kesan cepat atas wajah kita. Apalagi bibirku ini warnanya pucat, jadi kalau g pake lipstik dikira sakit 🙁

  2. Wkk.. Itu kasian fira basuki nungguin di tag di ig fotonya.
    Kalo aku make up yg gak boleh banget ketinggal lipstick,kita sama ya berarti. Sm body lotion deh, itu juga hal terpenting dlm hidup, kulit ini geragasan rasanya tanpa body lotion.

  3. wah mbak, saya juga paling kesel sendiri klo lupa lipenan sebelum foto :’) kayak, yah nyesel-nyesel gitu deh hehe :’) btw salam kenal mba dian 😀 suka gaya tulisannya, openingnya bagus banget hihi. anw saya juga fans fira basuki 😀

  4. Gara-gara mention alis, aku jadi scroll lagi ke atas trus perhatiin alis teteh.
    Yaah, ketutupan kacamata xD

    MasyaAllah ada yang masuk TV wkwkwkw meski udah ucapin, gapapa deh lagi. Yeay! Selamat ya teeh, semoga pengalamannya berkah 🙂 pake ataupun engga, you were there itu udah amazing ^_^

  5. hihihi… aku baru tau kalo teh dian mindernya separah itu kalo gak pake lipstik. hahaha
    aku kok cuek-cuek aja yaa

    waktu itu pernah ada, seorang teman yang tiap hari pake gincu. sekalinya gincunya abis dan dia mau foto, teman2nya langsung mengingatkan buat pake gincu. iya sih, dia jadi pucat kalo gak pake gincu…

    akuuu… hmmm… nggak tau deh
    gak ada yang ngingetin nih
    hahaha

  6. Hahaha wah ini sama banget kasusnya kayak gue pertama kali ketemu Rahne Putri. Bahkan udah ditawarin sama temennya Rahne buat foto, gue cuman bengong diem kayak janda kesetrum. :)))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *