#LawanNeuropati dengan Hidup Sehat Bersama Neurobion Agar Aktifitas Tidak Terganggu

Bismillahirohmanirohim,

Sudah agak lama aku sering merasakan sensasi rasa kebas di telapak tangan dan kaki. Seringkali aku merasakannya ketika bangun tidur. Tak jarang ketika aku hendak ber-wudhu untuk shalat subuh, aku turun dari tempat tidur sambil berteriak “aw! aw!” akibat ada rasa semacam terbakar ketika telapak kaki menyentuk lantai kamar. Tapi biasanya semua rasa itu tak berlangsung lama, ga sampai 30 menit juga sudah hilang. Jadi aku tak pernah menghiraukan.

Beberapa bulan lalu, rasa kebas itu mulai rutin datang lagi. Kebetulan saat aku berobat ke dokter umum aku mencoba mengkonsulasikan gejala ini. Dokter tersebut tidak memberikan diagnosa apa pun, hanya memberikan aku resep berupa Neurobion. Desember lalu, rasa sakit ini bukan cuma sekedar rasa kesemutan ataupun kebas saja. Seluruh tanganku mendadak sakit ketika digerakkan. Kegiatan blogging dan membuat kerajinan tangan pun terpaksa aku hentikan selama seminggu lebih, akibat rasa sakit itu. Jangankan untuk bekerja, mengancingkan lengan baju aja aku terpaksa minta bantuan Mas Met karena jari-jari tangan ga ada yang mau diajak kerja sama untuk bergerak. Sayangnya aku terlalu malas untuk kontrol ke dokter lagi, meski Mas Met sudah beberapa kali mengajak. Aku cuma berinisiatif aja meminum Neurobion kembali sambil berdoa segera diberi kesembuhan.

Baru-baru ini aku mendengar istilah “neuropati“. Hasil bertanya ke mbah google, kata neuropati memiliki arti kerusakan saraf. Neuropati adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi-kondisi yang terkait dengan ganguan fungsi saraf. Saraf yang berada di seluruh tubuh berpotensi mengalami kerusakan akibat penyakit maupun cedera tertentu.  Gejala awal Neuropati umumnya berupa kesemutan, kebas, nyeri seperti terbakar, serta rasa nyeri seperti tertusuk.

Namun apabila Neuropati terus menjadi, hal-hal lain yang bisa dirasa adalah seperti ini:

  • kram
  • lemah otot
  • kesemutan
  • mati rasa  atau kaku otot
  • kebas
  • rasa terbakar
  • kehilangan kontrol pada kantung kemih
  • kulit mengkilap dan rambut rontok
  • kecemasan
  • sering buang air kecil
  • sensitif bila disentuh

Kalau membaca gejala-gejala tersebut, sudah ada beberapa tanda yang aku rasakan, seperti lemah otot, kesemutan, mati rasa, kebas, rasa terbakar, juga rambut rontok (yang selama ini aku pikir akibat kurang rajin melakukan perawatan rambut saja). Tapi tentu saja untuk memastikan apa benar aku mengalami neuropati atau tidaknya aku harus melakukan pemeriksaan ke dokter terlebih dahulu. Biasanya harus dilakukan test darah, X-ray, CT-Scan atau MRI untuk memastikannya. Dokter perlu mengukur kadar besi, vitamin B12, dan faktor-faktor lainnya untuk mengetahui adanya malnutrisi. Ada juga test yang dilakukan khusus untuk melihat fungsi syaraf, salah satunya adalah Elektromiografi (EMG).

Berdasarkan hasil pemeriksaan 5.478 orang di Neuropaty Check Points Neurobion yang diselenggarakan di 8 kota besar di Indonesia 2015 lalu, sekitar 42 persen peserta memiliki resiko terkena neuropati. Bahkan 1 dari 4 orang yang merasakan gejala Neuropati berada di usia 26-30 tahun. Hal ini disebabkan tingginya ativitas dan gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini beresiko neuropati, seperti bermain gadget, mengetik, memasak, mengendarai motor, serta menggunakan sepatu hak tinggi.

Umumnya Neuropati itu disebabkan oleh karena kekurangan vitamin Neuroptik (B1, B6, dan B12), bertambahnya usia sehingga terjadi penurunan fungsi syaraf, serta penderita diabetes. Tapi tanpa disadari, kebiasaan kita sehari-hari juga dapat menyebabkan penyakit saraf serta membuat memperburuk kondisi yang sudah mengalami Neuropati. Ada 4 kebisaan buruk yang baiknya kita hindari untuk mencegah penyakit saraf.

1. Terlalu lama duduk

Duduk yang terlalu lama dapat menyebabkan naiknya gula darah, kompresi saraf, serta menghambat aliran darah. Sayangnya aku ketika sedang asik berkerja justru cenderung duduk dalam waktu lama. Ada tips untuk menghindari kebiasaan ga baik ini yang mungkin kalau kalian juga punya kebiasaan ini bisa diterapkan, yaitu  berdiri dari tempat duduk setiap 25 menit sekali,lakukan stretching, duduk dengan posisi tegak dengan punggung lurus, atau bisa juga berjalan-jalan di sekitar ruangan sejenak. Dengan begitu tubuh kita jadi lebih banyak bergerak.

2. Kurang tidur

Sudah bukan rahasia lagi, kalau kita kurang tidur, umumnya badan akan lebih mudah terserang penyakit. Masalahnya insomnia sepertinya sudah jadi hal yang biasa saat ini. Aku sih sebenarnya ga mengalami susah tidur, tapi demi menanti kekasih pulang kerja mau tak mau aku pun ikutan melek, karena biasanya Mas Met pulang udah cukup malam. Padahal begadang itu ternyata akan mempengaruhi saraf pusat hingga mengakibatkan melemahnya sistem saraf.

3. Konsumsi terlalu banyak gula/pemanis


Makanan dan minuman manis memang rasanya selalu menggoda, mulai dari kopi, teh, kue, sampai coklat. Padahal makanan manis itu dapat memicu meningkatnya glukosa darah yang nantinya membuat sistem saraf terganggu. Neuropati memang berkaitan erat dengan diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dapat mencederai serat-serat saraf, hingga menyebabkan rasa nyeri,  mati rasa, gangguan pada saluran pencernaan, kemih, pembuluh darah, dan jantung. Satu-satunya cara adalah mulai mengontrol asupan gula ke dalam tubuh. Jangan lupa, gula bukan cuma ada dalam makanan dan minuman manis saja, tapi juga pada nasi.

4. Aktivitas dengan gerakan berulang


Sadar ga sih, kalau kita sering kali melakukan sebuah kegiatan dengan gerakan yang diulang-ulang, seperti memasak, bermain gadget, mengetik, menjahit, serta mengemudikan motor. Nah, aktivitas yang berulang itu sebenarnya cenderung merusak sistem saraf. Gerakan tangan atau kaki yang berulang-ulang ke atas dan ke bawah menyebabkan tendon di pergelangan tangan atau kaki mengalami peradangan yang nantinya menekan saraf di daerah pergelangan tersebut. Jadi, sangat dianjurkan untuk melakukan peregangan setiap 1 hingga 2 jam sekali agar saraf tidak mengalami kekakuan.

Sekilas mungkin menghindari Neuropati itu memang mudah untuk dilakukan. Tapi karena ini sudah menjadi kebiasaan sehari-hari pastinya terasa berat untuk dilakukan. Iya ga sih? Kalau aku sih iya. Ga heran ya kalau akhirnya tangan dan kakiku sering mengalami kesemutan tanpa sebab. Tapi demi kesehatan, tentu saja aku akan terus berusaha untuk #lawanNeuropati. Jadi selain menghentikan kebiasan buruk tadi, apalagi yang harus dilakukan untuk #lawanNeuropati?

Ayo #LawanNeuropati dengan Senam NeuroMove

NeuroMove adalah senam kesehatan saraf yang dikembangkan dari senam aerobik berdurasi sekitar 20 menit. NeuroMove ini diciptakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) serta Merck, sebagai bentuk kepedulian terkait tingginya angka Neuropati.  Selain untuk mencegah Neuropati senam NeuroMove ini juga berguna untuk membuat tubuh menjadi rileks, meningkatkan daya ingat, meningkatkan kesehatan otot, serta membuat perasaan jadi lebih baik.

NeuroMove ini sebaiknya dilakukan 3 kali dalam seminggu. Gerakannya pun cukup mudah, yang penting kita mau meluangkan waktu 15-17 menit saja. Ga percaya? Coba liat video ini buat ikutan senam NeuroMove

Ayo #lawanNeuropati dengan Neurobion

Waktu aku konsul ke dokter beberapa bulan lalu itu, dokternya cuma memberikan resep Neurobion untuk aku minum. Rupanya Neurobion merupakan kombinasi vitamin neuroptik (B1, B6, dan B12) yang dapat memperbaiki sel saraf tepi penyebab kebas dan kesemutan. Ada dua jenis Neurobion yang beredar di pasaran, yaitu Neurobion putih dan Neurobion Forte.

Yang membedakan dari kedua jenis Neurobion ini adalah Neurobion Putih dikonsumsi untuk mengatasi gejala-gejala ringan, sedangkan untuk Neurobion Forte dikonsumsi untuk mengatasi gejala-gejala yang berat dan sudah mengganggu aktifitas sehari-hari. Mengingat gejala yang sudah aku rasakan kemarin itu benar-benar mengganggu, jadinya aku sekarang mulai mengkonsumsi Neurobion Forte, paling tidak sampai rasa sakitnya benar-benar terasa berkurang jauh baru aku kembali mengkonsumsi Neurobion Putih.

Kenapa aku memilih Neurobion? Bukan semata-mata karena anjuran dokter saja sebenarnya. Tapi Neurobion yang diproduksi oleh Merck, perusahaan farmasi dari Jerman terkemuka dan terpercaya ini cukup mudah untuk didapatkan. Selain di toko obat, di mini market pun bisa kita beli dengan mudahnya, sehingga rasanya sangat praktis ga pakai repot. Neurobion ini juga cukup aman untuk dikonsumsi sehari-hari dan tidak memiliki efek samping yang berat. Selain itu ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi Neurobion, seperti:

  1. Mencegah penyakit beri-beri
  2. Meredakan nyeri sendi, memperbaiki sistem sel saraf, dan mencegah kerusakan pada sel saraf
  3. Mencegah dan mengurangi gejala kesemutan
  4. Membantu kebutuhan asupan vitamin B1, B6, dan B12
  5. Mencegah kulit kering dan bersisik
  6. Membantu tubuh memperoleh energi
  7. Membantu meningkatkan proses pencernaan vitamin
  8. Mencegah munculnya kram pada otot
  9. Membantu proses pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia
  10. Mencegah menurunnya imunitas

Rasanya memang tak salah untuk #lawanNeuropati dengan Neurobion. Kalau sudah kena sakit saraf seperti yang aku alami kemarin benar-benar tak nyaman. Sampai sekarang, aku masih kebayang ketika mau wudhu di sebuah mall, aku sampai terpaksa minta bantuan Mas Met untuk membukakan kancing dipergelangan tangan, karena udah coba buka sendiri ga bisa-bisa. Sudah harus menahan sakit, aktifitas terganggu, kita pun jadi bergantung pada orang lain untuk melakukan sesuatu, ga nyaman bukan? Karenanya yuk kita #lawanNeuropati mulai dari sekarang!

Referensi tulisan:

http://sarafsehat.com/

http://sarafsehat.com/lawanneuropati/

 

*** Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog #LawanNeuropati Blogging Competition ***

21 Comments

  1. Wah bahaya juga. Selama ini gerak tubuhku kayak sinetron telepisi, gini-gini aja.

    Bapakku punya penyakit saraf, beliau sukar berjalan jauh. Sepertinya memang pola hidup tatkala muda begitu menentukan kesehatan di masa tua kayak apa.

  2. Alhamdulillah y mba dian cepat tertangani masalahnya. Semoga benar2 pulih dan ga muncul lagi. Ternyata gejala sederhana saja bisa fatal juga ya kalau dobiarkan.

    Neurobion ini obatnya harus resp dokterkah mba?

  3. Wah ini mbak, pas jaman masih nganggur sering kesemutan gak jelas gegara duduk terlalu lama di depan laptop, ditambah lagi jarang olahraga dan sering begadang. Oh jadi itu gejala neuropati, untungnya sekarang udah lebih sering olahraga dan jarang begadang, jadi ya jarang kambuh lagi..

    Oiya btw, semoga menang lombanya mbak X)

  4. Nah yang kesemutan saya sering tuh. Apalagi pas dengerin khutbah Jumat, karena kelamaan duduk bersila. Ibadah jadi nggak khusyuk. *pencitraan*

  5. Sering banget duduk terlalu lama membuat tubuh merasa sakit bahkan sesekali pernah keram pada kaki. Kayanya saya perlu mengkonsumsi obat neurobion untuk mengobati itu semuanya ya.

  6. Tiga dari empat kebiasaan buruk di atas begitu dekat sama aku heuheu 🙁
    Harus memperbaiki kebiasaan lebih banyak lagi nih supaya bisa lebih sehat. Semangat!

  7. Saya sering duduk berlama lama. Apalagi kalau sedang mengolah data. Vitamin syaraf ini memang terbilang belum terlalu dikenal banyak orang. Tulisan ini memberikan informasi yang cukup banyak.

  8. aku kadang sering begini lho mba Dian, tahu deh sekarang penyebabnya kenapa.
    Tapi belum pernah minum neurobin sih, kalau kumat gejalannya aku coba minum ini mba Dian.
    Makasih ualasannya mba, jadi banyak tahu soal ini.

  9. Mba dian thanks for sharing. Duuh kadang aku juga ngalamin dan anggap enteng. Jadi worry juga ya kalo dianggap sepele huhu..

  10. Bener ya gaya hidup sekarang ini yang kurang aktivitas fisik dan sering begadang menimbulkan penyakit bermacam-macam di usia muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *