Main Ke Dufan di Hari Kerja Naik Transjakarta, Yuk!

assalamu’alaikum,

1454681884898

Laughter is timeless. Imagination has no age. And dreams are forever.

-Walt Disney

Kapan kalian terakhir kali Dufan? Aku rasanya udah lama sekali. Seingat aku terakhir kali ke Dufan sekitar 3 tahun lalu. Saat itu  nenek ku merayakan ulang tahun ke 89 tahun di Putri Duyung Cottage, dan kami cucu-cucu sampai cicit-cicitnya ditraktir ke Dufan atau Ocean Dream. Aku memilih Dufan saat itu.

Dan kini aku kembali merencanakan bermain ke Dufan bersama seorang sahabat, Melisa. Tapi kali ini kami akan menggunakan kendaraan umum. Rencana ini sudah kami susun sejak seminggu sebelumnya. Ijin bermain pun langsung keluar dari mas Met saat itu juga. Sampai tiba-tiba…

“Boleh main ke Dufan, asal ga ujan,” begitu ultimatum mas Met persis sehari sebelum rencana aku main-main ke Dunia Fantasi. Musim hujan memang sudah mulai datang di ibukota satu-dua minggu terakhir ini. Intensitasnya pun lumayan deres.

Terus gimana nasib bermain aku? Untungnya Melisa memberikan usulan yang cemerlang. “Ya udah kita ikut aja mas Met ke arah kantornya pagi besok. Kalau ga hujan kita lanjut ke Ancol, tapi kalau hujan kita main ke tempat yang lain.”

Jadilah hari rabu minggu lalu, aku dan Melisa menumpang si putih mengarah ke kantor mas Metra yang terletak di pusat kota. Alhamdulillah hari itu rintik hujan pun tak nampak. Meski langit tak juga berwarna biru cantik. Tak apalah, pikirku dalam hati. Yang penting kami masih aman bermain.

Kami turun di Balai Kota, karena Transjakarta yang menuju Ancol berada di koridor 5, yaitu rute Kampung Melayu – Ancol. Dari Balai Kota artinya kami harus turun di halte Senen untuk pindah ke koridor 5 langsung ke arah Ancol. Tapi rupanya ada bus yang mogok ga jauh dari situ sehingga transjakarta yang mengarah ke arah Ancol ga berhenti di halte Senen. Artinya kami harus naik dulu ke arah Kampung Melayu, turun satu halte di Pal Putih, baru melanjutkan dengan transjakarta yang mengarah ke Ancol.

1454684017737

Belum ada jam 12 kami sudah tiba di halte Ancol. Jalanan naik transjakarta emang terbukti lebih lancar ya apabila dibanding dengan kendaraan pribadi. Sebelum keluar dari koridor busway kami disambut dengan loket masuk Ancol. Harga yang dikenakan adalah Rp 25.000 per orang. Seumur-umur masuk Ancol ini adalah pertama kalinya aku masuk sebagai pejalan kaki.

1454684137245

 

1454684241834

Keluar dari halte aku celingak celinguk mencari papan petunjuk sambil berusaha mencari tahu posisi kami berada di mana persisnya. Aku menemukan papan petunjuk yang mengarah ke arah Dufan. Lokasi nya ga terlalu jauh. Masih bisa dijangkau dengan jalan kaki. Tapi bila yang merasa jauh pihak Ancol juga menyediakan bus Wara Wiri untuk yang akan berhenti di 22 titik. Tapi apakah dikenakan harga atau ngga, aku kurang tahu juga. Maaf.

Setelah berjalan beberapa menit akhirnya kami sampai juga di kawasan Dunia Fantasi. Agak kaget juga ketika melihat ternyata cukup ramai. Alasan aku memilih di hari kerja adalah biar ga ramai. Kalau hari rabu ramainya kaya gini, gimana yang weekend ya?! Tiket reguler yang dikenakan untuk hari Senin-Jumat sebesar Rp 195.000. Ok, know I remember why it’s been a while since my last time played at Dufan. Mahal!! Padahal aku sempat brosing liat harga tiket, tapi dasar lupa. Ga pa-pa lah, sesekali untuk dalam beberapa tahun ke depan (kecuali ada yang mau ngajakin gratis yaaaa).

1454684483735

1454681633739

1454684779117

1454684581418

Rupanya tahun lalu Dufan merayakan ulang tahun ke 30. Pas aku ceritakan hal ini ke mama, beliau langsung komentar “Wah, ga kerasa ya. Dulu pas pembukaan kamu ikut loh. Rama-ramai sama keluarga besar.” Sayang aku ga ingat. Ya iyalah, baru juga umur 3 tahun :p  

Seiring perubahan Dufan tapi ada yang ga berubah: dicap saat masuk Dufan! Waktu masih kecil aku sampai sengaja ga mau menghapus cap Dufan ini. Kalau mandi sengaja cuma sabunan tipis-tipis aja. Biar apa? Biar bisa pamer sama teman-teman di sekolah kalau habis dari Dufan. Ahahahaha…. Tapi sekarang cap ini ga mesti selalu di tangan. Aku lihat ada beberapa pengunjung anti mainstream yang meminta cap di pipi.

1454684984596

 1454685087892

Berbuhung udah menjelang jam makan siang, kami memutuskan untuk mengisi perut terlebih dahulu. Itung-itung buat tenaga mengantri memasuki aneka wahana bermain. Dan ini pasti ga ada 30 tahun yang lalu di Dufan, Yoshinoya. Lokasinya yang ga jauh dari gerbang masuk jelas jadi godaan sahabatku yang emang doyan banget makan makanan Jepang ini.

Wahana apa aja yang berhasil kami naiki hari itu?

Happy Feet

1454725438887

1454686594324

Ini adalah permainan teater simulator. Duduk, nonton film dan kursi goyang-goyang.  Dulu kalau ga salah pas pertama kali dibuka namanya adalah Robocop. Tergantung film yang diputar. Durasa permainannya ga sampai 10 menit, tapi kami harus mengantri hampir 30 menit.

Ice Age Artic Adventure

1454725805824

1454726085257

Ice Age ini berada ga jauh dari Yoshinaya tempat kami makan tadi. Tapi karena wahana baru dibuka jam 1 siang, makanya kami ga langsung ke sini. Tapi begitu kami kembali dari Happy Feet, lagi-lagi kami mendapati antrian yang super panjang.

Kesalahan kami adalah, ga nyari tahu dulu permainan apa Ice Age ini. Yang ada dibayangan adalah pertunjukan semacam Happy Feet tadi. Baru setelah mengantri cukup lama, masuk ke dalam, kami melihat tanda peringatan kalau wahana ini akan banyak kejutan dan ga boleh untuk pengunjung yang punya penyakit jantung. Nah loh! Aku sama Melisa liat-liatan. Pasalnya Melisa punya masalah dengan jantungnya sejak kecil. Aku sendiri fobia ketinggian, jadi gampang parno dengan hal-hal yang agak menakutkan. Tapi karena ngerasa udah cukup lama ngantri kami pun enggan untuk keluar dari antrian.

Jadilah akhirnya kami nekat bermain di wahana ini yang ternyata, cukup mamacu adreanilin. Kami dibawa naik dengan perahu, memasuki jaman es. Awalnya kami ngerasa cuma tegang-tegang percuma karena rasanya cuma melihat-lihat boneka. Tapi tiba-tiba perahu naik, dan turun. Ok, turunan pertama itu ga terlalu menakutkan. Kami mencoba tertawa. Sampai dipenghujung, perahu kembali menemui turunan yang cukup curam. Air menyembur, aku basah kuyup. Tapi reaksi pertama aku adalah memastikan Melisa baik-baik aja. Alhamdulillah dia baik, meski gemeteran.

Note to our self, lain kali kalo ga yakin mending ga usah kali ya.

Hello Kitty Adventure

1454731219634

1454731599827

1454735821197

Ini dia alasan utama kami ingin ke Dufan. Pengen foto-foto sama Hello Kitty. Ga ada antrian untuk masuk wahana ini saat itu. Mungkin karena pertunjukannya ga ada. Kami hanya masuk ke sebuah lorong dengan tema Hello Kity, ruangan teater kosong, kemudian bertemu dengan patung-patung Hello Kitty dan teman-temannya. Singkat kata, cuma sekedar foto-foto.

Istana Boneka

1454739693605

1454738316158

1454739124113

1454738526125

Ada yang suka dengan permainan ini seperti aku menyukainya? Karena aku, SUKA BANGET!!! Duduk-duduk di perahu sambil mendendangkan lagu It’s A Small World versi Indonesia, kepala bergoyang mengikuti alunan musik, dan tangan ikut dadah dadah ke boneka yang melambai.

Terakhir kali Dufan, Istana Boneka lagi ditutup renovasi. Karenanya aku penasaran akan perubahan-perubahan yang ada. Ternyata, beberapa kostum berubah, bonekanya pun tampak lebih bersih. Dan lagi-lagi ada antrian panjang untuk masuknya.  Nampaknya memang bukan Dufan kalau ga ngantri ya.

Bianglala

1454760445217

1454761869036

Yang ini permainan yang bikin hati rasanya kontroversi buat aku. Satu sisi aku senang menikmati langit. Tapi disisi lain berada di ketinggian  ± 30 meter dpl lumayan bikin aku gemeter. Di jembatan layang aja aku merem. Udah gitu kan ga satu putaran, tapi 5 putaran. Oh iya, kami bergabung bersama rombongan calon polwan. Dari awal masuk area Dufan udah terlihat rombongan ini dimana-mana, tapi baru di bianglala ini aku berkesempatan mengobrol sebentar. Mereka sempat cerita 7 bulan selama masa pendidikan mereka ga boleh pegang hp, kecuali di hari libur. Hmm…kalau aku ga megang hp kaya apa ya. Ga bisa update status atau blogwalking. Yang jelas, mungkin aku ga akan jadi blogger.

Rumah Miring

1454762502772

Ini juga salah satu favorite aku. Soalnya ga ngantri dan ga pake andrenalin rush. Paling pusing-pusing saat berada di pintu keluar. Tapi rupanya Melisa malah belum pernah sama sekali. 

Dari luar bangunan ini tampak normal. Padahal di dalamnya kita harus berjalan dengan miring. Hihihi…. Waktu aku mau masuk tampak anak-anak SMP dengan seragam orange ini celingak-celinguk mau masuk tapi takut. Akhirnya aku samperin mereka dan mengajak bareng. Dan mereka seru. Saking takutnya aku harus di depan dan Melisa harus di paling belakang. Kami bertugas melindungi mereka. Sempet aku berhenti dan salah satu dari mereka berteriak-teriak “Teteh, ihhhh hayuk atuh jalan deui. Katanya bareng.” Iya, dari kalimat yang keluar dari mulut mereka jelas mereka dari Jawa Barat.

Carrousel

1454764244679

1454763879739

Ga kerasa hari udah semakin sore. Dufan nya udah mau tutup. Cuma tinggal satu permainan lagi yang kami incer: komidi putar. Aku selalu senang naik ini terakhir. Selain karena emang deket pintu keluar, tapi juga karena kalau udah sore lampu-lampunya akan dinyalakan dan menjadikan komidi putar ini terlihat makin cantik.

Sore itu kami sampai dua kali naik carousel. Pertama kami hanya dapat bangku. Ga ada lagi kuda yang tersisa. Berasa belum afdol dong. Jadi kami keluar dan kembali mengantri demi  bisa naik kuda-kudaan.

1454764954830

1454764834851

14547647311261454769319208

Menjelang pintu keluar, para maskot Dufan sudah menanti. Mari kembali foto-foto. Ah rasanya senang sekali hari ini. Alhamdulillah 🙂 Semoga abis liburan mood menulis semakin tinggi.

Oh iya, ga jauh dari pintu keluar, aku menemukan yang pasti ga ada 30 tahun lalu:

1454769699881

Charging point!! Kebutuhan akan colokan emang tinggi sekali ya. Bisa dilihat orang-orang yang sibuk mengecharge handphonenya.

Sekarang, mari kita menanti trasnsjarkarta dan menuju rumah.

Cheers,

dianravi

5 Comments

  1. jadi kepengin dolan ke Dufan, karena udah 12 tahun gak kesana…dan pastinya harga tiketnya jadi super lipat mahalnya ya mbak..hehehe

  2. Sis mau tanya dong.. kalo ke ocean dream samudra kira2 sis tau ngga jauh atau engga dr halte busway ancol itu??
    Nyari info agak susah nih sis thx u

    • Hai Ica, kalau Ocean Dream masih agak jauh. Naik bus shuttle nya Ancol aja 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *