Uninterreptible Power Suply
Business Teknologi

Mengenal Cara Kerja Uninterreptible Power Suply Sehari-Hari

Geoman Electrical DNY provides products such as UPS Systems (uninterruptible power supply) in Singapore, with pre-sales communication with on-time delivery and prompt after-sales support.

Satu persatu rekan kantor pada berpamitan pulang. Hari memang sudah sore, senja sebentar lagi tiba. Seperti biasa, aku kembali menjadi penghuni terakhir di kantor, karena biasanya suamiku baru akan menjemput setelah shalat Isya. Artinya aku punya cukup banyak waktu untuk menulis artikel sambil menanti jemputan.

Baru mulai menulis beberapa paragraf, tiba-tiba listrik mati. Tulisan belum sempat aku save. Kalau ini terjadi di rumah, biasanya aku akan mengumpat. Alamat tulisan aku hilang. Tapi untung kejadian ini terjadi di kantor, begitu listrik mati, UPS akan bekerja, aku masih punya waktu untuk menyelamatkan tulisanku.

Kenalan sama UPS yuk!

Apa itu UPS? UPS (Uninterreptible Power Supply), merupakan perangkat hardware komputer, fungsinya untuk memberikan suplai listrik ketika tegangan utama (PLN) tidak berfungsi atau saat terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba. Di dalam komponen UPS terdapat baterai yang menjadi sumber listrik utamanya. Ketika listrik mengalir melalui perangkat UPS maka secara otomatis baterai ini akan terisi penuh. Dan ketika listrik padam, UPS akan bekerja memberikan suplai listrik.

Meski UPS hanya mampu bertahan dalam beberapa menit saja, tapi tetap memiliki peran yang penting sebagai listrik cadangan sementara. Meski waktu yang cukup singkat, tapi bisa dimanfaatkan untuk menyimpan data yang belum sempat tersimpan dan mematikan perangkat-perangkat elektronik secara normal, seperti kejadian aku tadi, aku masih bisa menyelematkan tulisanku. Kemudian tak lupa, langsung mematikan komputer, biar tidak rusak komponen hardwarenya.

Selain sebagai listrik cadangan, UPS juga menjadi alat untuk menstabilkan arus yang diterima oleh perangkat elektronik. Sumber listrik yang masuk mungkin saja dalam keadaan tidak stabil, keberadaan perangkat UPS akan membantu mengatur kestabilan arus listrik yang diterima oleh alat.

Sebenarnya bukan saja kantor yang memerlukan UPS, ada baiknya komputer di rumah diamankan dengan UPS. Biar kalau listrik tiba-tiba padam, dan komputer tengah menyala, data yang sedang dikerjakan masih bisa disave terlebih dahulu sebelum mematikan komputer.

Komponen UPS (Uninterreptible Power Supply)

Apa saja sih komponen yang terdapat pada UPS itu? Kok bisa punya peranan cukup penting. Tak kenal, maka tak sayang, sebelum aku membahas tentang cara kerja UPS, kenalan dulu yuk sama komponen-kompenen yang terdapat pada UPS.

1.Baterai

Perangkat baterai yang digunakan UPS berasal dari jenis baterai lead-acid atau kadang disebut juga nikel-cadmium. Fungsi baterai ini untuk cadangan listrik. Umumnya hanya mampu bekerja selama 30 menit. Enggak lama memang UPS ini bekerja, tapi cukup membantu untuk menyelematkan perangkat komputer.

2.Rectifier 

Kompenen yang kedua adalah Rectifier atau disebut juga dengan penyearah. Rectifier ini berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC dari sumber arus utama. Rectifer inilah yang digunakan pada saat proses pengisian baterai yang nantinya akan bekerja sebagai sumber arus cadangan.

3.Inverter

Komponen yang terakhir adalah inverter. Fungsi inverter merupakan kebalikan dari rectifier, justru mengubah arus DC menjadi arus AC. Kalau tadi Rectifer bekerja untuk sumber arus cadangan, inverter bekerja untuk proses penyaluran arus dari baterai ke perangkat komputer.

Cara Kerja UPS (Uninterreptible Power Supply)

Setelah mengetahui ketiga komponen yang tedapat dalam UPS, sekarang saatnya kita mengetahui bagaimana cara kerja UPS itu. Seharusnya sih dengan mengenal komponen-komponen tadi, kalian sudah bisa mengira-ngira bagaimana cara kerja dari Uninterreptible Power Supply ini. Tapi, aku coba mejelaskannya ya.

Jadi UPS bekerja berdasarkan kepekaan tegangan. Tegangan AC yang masuk dari sumber listrik, dalamhal ini PLN, akan melewati rectifier. Ketika tegangan AC ini akan dikonversi menjadi tegangan DC. Saat listrik mati, arus DC pada baterai akan diubah oleh inverter, tegangan DC ini menjadi arus AC dan kemudian disalurkan pada komputer.

Yang perlu diingat, UPS ini hanya bekerja sekitar 30 menit saja. Jadi begitu listrik padam, segeralah melakukan backup.

Nah, begini kurang lebih cara kerja UPS. Untuk kemanan komputer dan elektronik lainnya, ada baiknya membeli perangkat UPS dari persuhaan yang terpercaya. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.