Mengunjungi Museum RA Kartini di Rembang

assalamu’alaikum,

1461155464433

Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

-R.A Kartini

Jam sudah memasuki waktu shalat duhur ketika akhirnya aku dan mas Met tiba di kota Rembang, saat liburan pulang kampung Desember 2015 lalu. Aku pun otomatis mengusulkan untuk berhenti di masjid agung kota ini sambil beristirahat sejenak. Diam-diam aku sambil membuka google map, karena seingat aku di kota ini ada Museum RA Kartini. Kalau memang lokasinya ga jauh kan kenapa ga sekalian mampir aja, pikirku dalam hati. Liat dari google map, seharusnya lokasinya ga jauh dari masjid agung. Baiklah, mari menunaikan shalat terlebih dahulu, baru nanti bertanya sama penduduk setempat lokasi persisnya.

Usai menghadap Bos Besar (mengambil istilah yang digunakan Ika Nastassa dalam bukunya Critical Eleven), mas Met malah ngajak makan bakso di pinggir jalan. Itung-itung makan siang sambil santai, katanya. Akhirnya pertanyaan dimana letak Museum RA Kartini pun jatuh kepada mas-mas pedagang bakso yang dijawab dengan: “Itu mba, disebrang ada gerbang, masuk aja, nanti belok kiri masuk dalem ada tulisannya Museum RA Kartini.” Ternyata, bukan deket lagi ya, tapi justru sudah satu areanya.

Museum ini ternyata menempati sebagian ruangan Rumah Dinas Bupati Kepala Daerah Tingkat II Rembang. Berbeda dengan museum RA Kartini yang di Jepara yang mengisahkan kisah Kartini kecil hingga dewasa, museum yang di Rembang bercerita mengenaik kehidupan Kartini setelah menikah dengan Djojo Adiningrat yang merupakan Bupati Rembang pada saat itu. 

Museum ini tertelak di kawasan Kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora). Waktu masuk ke dalam area museum aku sempat bingung dan celingak-celinguk. Ada beberapa bangunan dan tak satu pun yang menunjukan yang mana museum-nya. Malu bertanya sesat di jalan. Sempet beberapa kali bertanya sampai akhirnya aku menyadari bahwa bangunan museum RA Kartini yang juga rumah dinas bupati Rembang (sekarang bupati-nya orang Rembang asli jadi ga tinggal di rumah dinas ini), berada persis dipojokan. Bangunan yang di dominasi warna putih dan hijau ini dari luar yang terlihat jelas adalah pendoponya yang sepertinya ditujukan sebagai ruang tamu. Tapi lagi-lagi aku harus celingak -celinguk ketika mendapati bangunan ini sepi. Apakah tutup? Sampai akhirnya aku didatangi oleh seseorang yang berseragam pns (maaf lupa namanya), yang kemudian menjadi guide kami di museum ini.

1461155598651

Jadikan museum sebagai history masa lalu, kreativitas kekinian dan inspirasi masa depan

Aku suka sekali dengan tulisan yang tertera di spanduk di pintu depan itu. Kadang kita suka lupa untuk mengunjungi museum, dengan alasan museum kurang keren. Padahal sebenarnya mengunjungi museum itu asik loh. Kita jadi tahu sejarah. Lebih asik mendatangi tempat sejarahnya langsung daripada sekedar baca di buku kalau menurut aku.

Jadi ada apa sajakah di museum ini? Museum RA Kartini ini biasa disebut juga sebagai Museum Kamar Pengabdian Kartini. Kartini memang ga lama tinggal disini. Karena Kartini meninggal beberapa hari setelah melahirkan anak pertamanya, RM Soesalit. 

Di museum ini kita bisa melihat koleksi barang pribadi milik Kartini, seperti tempat tidur, bathtub, mesin jahit, meja makan dan piring-piringnya, lesung, sampai tempat perawatan bayi. Selain itu ada juga foto-foto Kartini bersama kedua saudaranya. 

1461155728953

1461156814419

1461157373933

1461157081177

Kayanya koleksi di museum ini cukup komplit juga. Selain barang-barang pribadi ada juga foto-foto sampai surat-surat tulisan tangan Kartini. Buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang merupakan kumpulan surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabatnya juga ada di museum ini.  Tapi yang paling aku suka adalah satu ruangan yang isinya adalah quotes-quotes RA Kartini.

1461156965009

1461157478387

1461155955105

1461156108933

1461221125720

Overall, tempat ini recomended untuk di kunjungin. Kalau bukan kita yang mulai menghargai sejarah, siapa lagi coba? Lagian, tempat ini bukan sekedar museum RA Kartini tapi juga menjadi museum situs. Karena tempat ini merupakan kediaman asli RA Kartini saat itu. Lokasinya pun ga jauh dari jalur pantura. Jadi  kalau seandainya lagi melintasi jalur pantura, lewat kota Rembang dan ga buru-buru, belok sebentar ya ke Jl Gatot Subroto no 8. Ga usah takut nyasar, karena lokasinya gampang banget ditemuin. Kalo misalkan masih ragu, ini ada petunjuknya:

 

Selamat hari Kartini buat semua para wanita Indonsia,

dianravi

 

 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *