Menikmati Indahnya Istana Ratu Boko di Sore Hari

assalamu’alaikum,

1445870145044

“Sebelum nonton Prambanan Jazz kita ke Istana Ratu Boko dulu ya. Kan udah deket tuh, satu area,” pintaku pada kedua sahabatku saat merencanakan liburan ke Jogja demi nonton Prambanan Jazz beberapa bulan lalu.

“Apaan itu? Keraton?”

“Iya, dulunya istana. Tapi sekarang tinggal puing-puing. Cantik deh. Tempatnya sekitaran Candi Prambanan juga. Boleh ya?” aku mencoba menerangkan.

“Mba Dian atur aja deh itinerary-nya gimana. Yang penting kita liburan bareng.”

Yeayyy!!! Aku memang yang bertugas merancang itinerary hapir disetiap liburan. Akhirnya aku akan ke Istana Ratu Boko juga.

And finally, here I am. Di Istana Ratu Boko. Pertama kali aku membaca nama tempat ini dari twitter Iwet Ramadhan beberapa tahun lalu. Yang dilanjuti dengan maraknya foto-foto dengan latar belakang Istana Ratu Boko di social media yang bikin semakin ingin ke tempat ini.

Masih sekitar pukul 3 sore kala kami tiba di area Istana Ratu Boko. Tiket masuk dikenakan sebesar Rp 25.000 per orang sudah termasuk parkir kendaraan. Ada dua harga yang dikenakan untuk Istana Ratu Boko ini, Rp 25.000 yang berlaku sampai jam 3 sore, dan Rp 100.000 untuk menikmati sunset.

“Yan, lo nyiksa emak-emak ini namanya,” komentar mba Shinta saat kaki kami mulai menajajaki anak tangga menuju reruntuhan Ratu Boko.

Aku lupa kalau istana Ratu Boko berada di sebuah bukit dengan ketinggian 195.97 meter di atas permukaan laut yang artinya akan ada tanjakan. Sebenarnya tanjakan di Ratu Boko ini ga seperti saat kita memasuki Candi Borobudur atau Prambanan. Hanya beberapa anak tangga yang kemudian jalanan lurus. Akses jalan juga cukup nyaman. Tapi hari ini kami bertiga memang sudah cukup banyak mengeluarkan energi. Belum lagi ditambah teriknya sinar matahari membuat rasa lelah terasa datang lebih cepat.

“Udah, kita nikmatin aja. Sini geletakan di rumput. Nikmat deh,” Aya, temanku yang satu lagi berusaha mencairkan suasana dengan mengajak kaki tidur-tiduran di rerumputan.

Sebenarnya tersedia bangku-bangku untuk kami beristirahat melepas lelah. Warung-warung juga tampak ga jauh. Beberapa pedagang menghampiri kami menawarkan kelapa muda. Suguhan yang tepat dikala cuaca panas seperti hari itu. Tapi kami justru memilih untuk merebahkan diri sejenak di atas hijaunya rerumputan. Memandang lurus ke birunya langit yang dihiasi awan-awan putih seperti kapas. Membiarkan imajinasi kami berlarian kesana dan kemari.

1445869076901

Kami melanjutkan langkah kami sampai kami menemukan gapura utama. “Ah lagi-lagi anak tangga”, ujarku dalam hati. “Maafin aku ya mba Shinta, udah membuat kaki-kaki ini bekerja lebih keras daripada biasanya.”

Berbeda dengan candi-candi disekitarnya yang masih berdiri kokoh, Istana Ratu Boko hanya berbentuk puing-puing di tanah seluas 250.000 meter persegi. Namun meski begitu, Istana Ratu Boko tetap memiliki daya tarik yang rasanya rugi bila tak dikunjungi. Kita masih bisa menemukan bangunan gapura utama, candi pembakaran, candi batu kapur, paseban (tempat untuk menghadap raja), keputren, juga goa. Jangan lupa siapkan energi untuk menjelajahi satu komplek Istana Ratu Boko. 

Diperkirakan istana ini penginggalan yang bercorak hindu dan budha, dibangun sekitar abad 8 hingga 9 masehi. Istana ini awalnya bernama Abhayagiri Vihaya, yang artinya biara di bukit, yang penuh kedamaian. Diperkirakan tujuan awal  didirikan untuk sebagai tempat menyepi dan fokus pada kehidupan spiritual. Sampai sekarang pun rasanya suasana damai masih kerasa saat aku menjejaki langkah kaki memasuki kawasan Ratu Boko.

Yang menarik, di Istana Ratu Boko inilah, kejayaan Sumatera melalui Kerajaan Sriwijaya bermula. Merunut sejarah, Balaputradewa sempat melarikan diri ke istana ini sebelum ke Sumatera ketika diserang oleh Rakai Pikatan. Balaputradewa memberontak karena merasa sebagai orang nomor dua di pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno akibat pernikahan Rakai Pikatan dengan Pramudhawardani (saudara Balaputradewa). Setelah ia kalah dan melarikan diri ke Sumatera, barulah ia menjadi raja di Kerajaan Sriwijaya.

(Jalanjogja.com)

1445869405970

1445869962981

1445872488369

Kemegahan sisa-sisa Istana Ratu Boko ini selain memiliki nilai sejarah, bisa menjadi tempat foto-foto yang sangat cantik. Sayang tenaga kami tak mampu untuk mengelilingi seluruh area Istana Ratu Boko. Kami harus cukup puas hanya sampai di bagian depan saja. Tapi aku berjanji dalam hati, suatu saat aku akan kembali lagi ke tempat ini. Dan bila saat itu tiba, aku akan lebih lama menikmati Istana Ratu Boko.

Sampai ketemu lagi Ratu Boko,

dianravi

2 Comments

  1. Mba Dian, salam jumpa, maaf baru sempet mampir, hehehe.
    Aku malah belum pernah sampai candi Ratu Boko ini, waktu remaja dulu, harusnya eksplor ya, karena aku pernah tinggal di Yogya
    Blognya keren euy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *