Menyeimbangkan Diri Melalui Tulisan

Bismillahirohmanirohim,

Sudah melihat sesuatu yang baru di DianRavi.com ini? Bukan, bukan postingannya, tapi tampilannya. Setelah sekian lama memimpikan sebuah header cantik dengan gambar sosok akunya, alhamdulillah akhirnya mimpi ini terwujud lewat bantuan dari Mbak Ninda. Bukan perkara mudah ternyata untuk mendapatkan gambar aku ini, karena aku harus melewati drama dikecewakan oleh sebuah online shop dulu selama beberapa bulan, sebelum akhirnya Mbak Nida yang cantik ini menawarkan diri untuk menggambar salah satu foto untuk koleksi stikernya.

Namanya orang lagi patah hati akibat di-PHP-in seseorang, terus ada orang lain yang bersedia menjadi solusinya tentu saja aku sangat sumringah. Lagipula waktunya pas banget berbarengan dengan online shop yang sebelumnya aku pesan itu mengembalikan uang pesanan aku. Alhamdulillah, Allah memang selalu memberikan waktu yang tepat.

Perkenalan aku sama Mbak Ninda ini dimulai dari proyek nulis bareng What’s On My Traveling Make Up Pouch beberapa bulan lalu. Gara-gara proyek itu aku jadi tahu kalau Mbak Ninda ini senang dengan journaling dan menjual sticker-sticker yang selama ini aku inginkan yaitu gambar muslimah. Setelah beberapa kali bertransaksi aku pun jadi tahu kalau semua sticker muslimah itu adalah hasil gambar Mbak Ninda sendiri.

Dari awal Mbak Ninda sudah tertarik sama foto aku di PRJ bulan Juli lalu. Sementara aku, si manusia dengan sejuta kemauan, sibuk mencari-cari foto yang ingin dijadikan gambar, sampai akhirnya pilihanku kembali pada pilihan Mbak Ninda di awal. Tapi secara khusus, aku minta sama Mbak Ninda agar papan keseimbangannya tetap digambar, karena aku ingin menekankan kesan seimbang di blog aku ini.

Menyeimbangkan Diri Melalui Tulisan

Bagi yang kebetulan berada di satu lingkungan grup bloger yang sama denganku, tentu tahu sekali perihal rasa jenuh ketika blogwalking ke blog yang isinya kurang lebih sama lagi, sama lagi. Kegusaran itu sebenarnya sudah aku rasakan sejak beberapa bulan yang lalu, bukan cuma ketika membaca tulisan teman-teman, tapi aku pun jenuh melihat isi blogku sendiri yang isinya lebih banyak ke tulisan lomba, liputan event, serta tulisan kerjaan lainnya.

Padahal salah satu alasan aku membuat DianRavi.com ini adalah sebagai pengingat kisah-kisah perjalanan yang sudah aku lakukan. Selain tentu saja aku berharap bisa menjadikan blog ini sebgai pundi-pundi pengisi rekening. Aku tidak bisa memungkiri kalau aku pun butuh memiliki penghasilan saat ini. Tapi aku juga setuju sekali dengan tulisan Andhika ini, bahwa aku, kita, sebagai bloger harus lebih meningkatkan lagi kualitas konten blog setiap bulannya.

“Seimbanginlah isi blog kamu,” begitu kira-kira nasihat Mas Met beberapa bulan lalu ketika aku mengeluhkan perihal isi blog aku yang semakin ke sini isinya hanya sebatas lomba dan kerjaan.

Waktu itu aku kayak ingin mencibir: ngomong sih gampang, tapi kan enggak mudah juga ngatur waktunya untuk mengisi selang-seling dengan tulisan pribadi. Itu juga akhirnya yang menjadi alasan aku ikut One Day One Post bulan lalu, mencoba agar bisa menyeimbangkan tulisan di blog aku.

Setelah lewat bulan Agustus kemarin, rasanya aku makin percaya diri kalau aku pasti bisa membuat isi blog ini seimbang. Tentu saja butuh memaksakan diri untuk terus rajin menulis. Karenanya, lewat header blog yang baru ini aku pun mengganti tagline blog DianRavi menjadi: Belajar menyeimbangkan diri melalui tulisan.

Menyeimbangkan diri ini buat aku memiliki makna yang luas sebenarnya. Satu, aku harus selalu bisa menyeimbangkan konten blog antara kerjaan dan pribadi. Kedua, aku harus bisa seimbang antara dunia dan akhirat. Itu juga sebabnya aku mulai membuat kategori baru Islam Inspiration. Aku berharap dengan berbagi ilmu agama, sedikit demi sedikit akan menjadi amal jariyah untuk aku kelak suatu saat nanti. aamiin.

Menyiasati Konten Blog agar Seimbang

Minggu lalu, ketika di salah satu wag-ku ramai membahas soal konten blog teman-teman yang mulai terasa bosan karena isinya kurang lebih sama, ada sebuah pertanyaan yang mengganjal: Lantas kami sebagai bloger mesti berbuat apa untuk menyiasati konten blog agar terlihat berbeda? Apakah kami harus mengurangi mengikuti event? Apakah kami harus mengurangi kerjaan menerima job review? Tapi sebagian dari kami, termasuk aku, adalah yang menjadikan penghasilan blog sebagai satu-satunya sumber penghasilan.

Dalam hati, sebenarnya aku tahu jawabnya. Ada dua cara menurut aku yang harus aku lakukan agar konten blog seimbang.

Yang pertama, seperti yang tengah aku jalani, mulai kembali rajin menulis tulisan pribadi. Menulislah secara teratur. Tidak perlu setiap hari, tapi paling tidak dalam seminggu kita sempat menyisipkan minimal satu tulisan pribadi di tengah-tengah konten berbayar yang ada. Jangan sampai cuma karena sedang tidak ada lomba yang diikuti atau kerjaan yang  datang, kita malah jadi  tidak menulis. Itu justru kesempatan untuk menyeimbangkan isi blog kita.

Yang kedua, kembangkan terus tehnik penulisan kita. Aku yakin kok kalau kita bisa menulis lebih baik lagi, meski itu adalah lomba, job review, atau event, tapi tidak akan terasa membosankan. Coba ubah gaya menulis kita, ubah sudut pandang. Aku tahu ini tidak instan, perlu waktu untuk terus berlatih. Tapi selama kita mau berubah untuk lebih baik, aku percaya aku, kita, pasti bisa.

Bagaimana menurut kalian? Apa kalian juga merasakan kejenuhan yang aku rasakan? Ada tips lain untuk mengakali semua ini? Coba share tips kalian di kolom komentar ya.

7 Comments

  1. Benerr banget mbaaak. Jenuh rasanyaa 🙁 sekaligus ngerasa bersalah karena niat awal yg skrng malah penuh dengan konten berbayar dan lomba. Belum bsa mengatur waktu dgn baikk mbak, tulisanku banyak yg masih draft dan belum selesai. Hmm makasih sharingnyaa mbak, aku jd curhat gini :” btw cantiiik banget header blognyaaa. Sukaaa banget liatnyaaa. . Hehehe

  2. Wihiiii masyaAllah, cantik bener loh teh sticker nya xD

    Anyway aku juga lagi bingung, pingiiiin banget bikin logo blog tuh 🙁 biar sekalian untuk watermark~~~ bosan pakai tulisan heheh.

    Kalau aku sih malasnya itu loh, ya Allah……………….padahal ya bener, ingat ke tujuan awal nge blog, menjadi pengabdi kisah2 yg pernah dilalui. And here it is, my another reminder, thank you teteh <3

  3. Pernah sih merasa jenuh, tapi ya nggak boleh dibiarkan deh, berusaha untuk terus nulis biar blog nggak jadi sarang laba-laba hihi, minimal sebulan ada 2 postinganlah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *