Ngebolang Bersama Juminten, Yuk liat isinya

assalamu’alaikum,
1454894321450

 

H-1 sebelum liburan tiba. Aku mulai ketar ketir mikirin apa aja yang harus aku bawa, dan bagaimana membawanya. Ga, aku ga pusingin soal pakaian dan teman-temannya. Mau pergi satu malam atau satu bulan aku selalu bisa meringkes kebutuhan pakaian. Ga pernah pusing. Aku lebih musingin isi tas tangan. Yang namanya cewek rasanya bawa tas tangan itu seperti keharusan. Tapi aku juga sadar ga mau ribet dan berat, apalagi terkadang aku ngebolang menggunakan kendaraan umum, atau pun nebeng. Ga enak dong kalau bawa tentengan banyak-banyak. Semua itu harus ringkes dalam satu tas, tapi gampang diraih nya, ga perlu ngubek-ngubek seluruh isi tas demi mencari sesuatu.

Aku mengandalkan Juminten ketika akan pergi ngebolang. Sebuah tote bag, berbahan paduan canvas dan batik yang aku jahit sendiri. Ukurannya menurut aku sedang, ga besar banget tapi juga ga kecil, 40 x 30 x 15 cm. Bentuknya simple bisa dilipat-lipat, dan cuma punya 2 saku hp di dan 1 saku yang agak besar di bagian dalam.

1454894763863

 

Namanya bikin sendiri, udah tentu fungsinya terasa pas memenuhi bawaan-bawaan wajib aku. Karena memang didesain untuk aku 😀 Demi kemudahan dalam mengambil barang tas ini ga pake restseleting, cuma ada pita aja yang mengikatkan. Sebenarnya ini karena bertujuan untuk jadi tas bolak-balik sih. Dan terkadang jadi boomerang karena suami bolak-balik komentar takut barang-barang aku jatuh.

Apa aja yang selalu aku bawa saat ngebolang? Kita mulai dengan:

Kebutuhan Premier

1454894863882

Dompet.

Isinya selain uang, juga kartu-kartu penting seperti atm dan KTP. Ga kebanyang deh kalau dompet ini ketinggalan. Bisa-bisa ga bisa bayar transport, akomodasi, plus makan.

Tisu.

Ini jelas benda penting buat aku yang dalam sehari bisa bersin sampai lebih dari 5 kali akibat alergi.

Mukena.

Yang namanya umat Muslim, shalat 5 waktu jelas ga boleh ditinggalin dong. Daripada ngandelin mukena mushola atau masjid yang jujur kadang suka bikin ilfil karena rasanya kotor, makanya aku selalu bawa mukena sendiri kemana-mana.

Kebutuhan Sekunder

 

1454894439936

Agak ragu menempatkan dua benda ini dalam kebutuhan sekunder. Karena mereka berdua sama wajibnya dengan kebutuhan pertama. Yang kalau sampai ketinggalan bisa bikin nangis-nangis bombay.

Kamera

Alhamdulillah udah punya kamera yang ukurannya bisa dimasukkan ke dalam tas tangan. Jadi ga perlu lagi bawa-bawa dslr dan nambah nenteng tas kamera. Kamera ini  masuk tasnya cuma ketika dalam perjalanan aja. Biasanya kalau udah sampai di tujuan, Pimpi, nama yang aku berikan buat kamera ini, akan  melingkari leherku. Biar ga perlu keluar masuk tiap kali ada momen untuk foto-foto.

Tripod

Ini jelas kebutuhan penting. Biar bisa foto-foto rame-rame. Si Hejo aku memanggilnya karena warnanya yang hijau. Dia multi fungsi bisa sabagai monopod ataupun tripod. Dan kadang juga menjadi tongsis bagi kamera hp ku.

Kebutuhan Tertier

1454894533401

Handphone

Kalau biasanya aku ga bisa lepas dari yang namanya hp, justru kebalikannya ketika lagi diluar rumah. Handphone lebih banyak diem di dalam tas, dan hanya sesekali dipake. Kecuali saat di kendaraan. Tangan ku bisa ga lepas dari yang namanya smartphone. Untuk apa?  Karena aku bertugas sebagai navigator. Jadi biasanya aku cuma bisa bolak-balik menatap layar handphone dan jalanan untuk memastikan kami berada di jalan yang benar.

Oh iya meski punya dua handphone, tapi handphone bb itu hanya berfungsi untuk sms dan telepon aja. Sementara yang android baru digunakan sebagai peta, dan sesekali untuk check-in in swarm.

Batre Bank

Udah sempat bilang kan kalau tugas aku adalah navigator, jadi yang namanya hp ga boleh kehabisan batre. Batre bank super gede inilah yang selalu jadi penyelamat. Pernah di seuatu perjalanan yang super panjang, ponakan ku sampai komentar “Udah abis lagi batrenya?” gara-gara ngeliat aku entah untuk keberapa kalinya hari itu mencolokan kabel usb batre bank ke hp.

Bonus

1454894624918

Last but not least, yang biasanya suka aku bawa ketika ngebolang adalah salah satu dari plushie-plusie dari Cemprut. Diah, Waskito, dan Giyarti, ketiga plusie andalan yang suka menjadi model di foto-foto traveling aku. Ga mesti memang aku bawa mereka. Tergantung kondisi tas juga. Kalau udah terlalu penuh dan dirasa berat, mau ga mau mereka terpaksa aku tinggal di rumah.

Itu sebagian besar yang selalu memenuhi isi Juminten kala aku pergi ngebolang. Kalau isi tas kalian seperti apa? Ceritain juga dong. Apa seribet aku juga? Atau justru santai ga banyak bawaan?

“Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway What’s In Your Bag – Waya Komala”

bannermbakwayy

Salam bolang,

dianravi

16 Comments

  1. aakkk koleksi plushienya kak Dita Cemprut juga yaah 🙂
    aku suka brooch bunga buatan kak Dita, duh jadi kepingin ikutan giveawaynya mba Waya jugaa

    • Hai Meidi, iya pengagum berat plushie nya Cemprut. Ayo ikutan giveawaynya 🙂 Goodluck

    • kalo blogger ada yang kurang sebenernya, mba. Buku catetan. Itu terpaksa masuk ransel karena ga muat di tas tangan 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *