Plug, Snap, Print Ala Prynt – Casing Smartphone Pencetak Foto

Bismillahirohmanirohim,

pic source: prynt.pr.co, edit by me

PryntTurn you smartphone into an instant print camera! Beberapa hari lalu secara tidak sengaja aku melihat video printer smartphone muncul di timeline media sosialku. Sebagai orang yang terobsesi memiliki printer foto mungil, secara reflek aku pun menonton video yang berdurasi 1 menit 6 detik itu dengan decak kagum. Entah berapa kali kata “waaaaahhhh!” keluar dari mulutku saat menonton tayangan itu.

Sebenarnya printer instant untuk smartphone bukan asing lagi buat aku. Dari beberapa tahun lalu aku sudah berdecak kagum sama Instax Share yang bisa melakukan hal serupa. Tapi alih-alih aku membeli Instax Share aku malah lebih tertarik pada kamera Instax Neo 90. Entahlah, rasanya aku masih lebih suka  menggunakan kamera analog yang bikin hasil jepretan deg-degan daripada kamera digital yang kadang membuat si objek poto berkali-kali berteriak “Lihat dong hasilnya!” sebelum melanjutkan sesi foto-foto.

Selain Instax Share, LG juga memiliki printer mungil yang bisa untuk mencetak dari smartphone. 2 tahun lalu aku berhasil mendapatkan LG Pocket Photo Printer ini lewat hadiah doorprize saat Mas Met membeli kendaraan putih kami. Senang luar biasa ketika aku akhirnya mendapatkan printer mungil berwarna pink ini.

Tapi sayang, justru ketika printer mungil ini sudah dalam genggaman tangan, kerta foto LG mendadak raib di bumi pertiwi. Printer LG ini menggunakan kertas Zink keluaran Polaroid. Kertas foto ini menggunakan thermal ink, sehinggal tidak perlu lagi menambahkan tinta pada printernya, karena tintanya sudah berada di kertas foto itu. Baru-baru ini Zink Paper ini sudah kembali bisa didapatkan, tapi harganya naik berkali-kali lipat, membuat aku jadi malas menggunakan Printer LG ini.

Bertahun-tahun bermain dengan kamera analog dengan roll film dan kemudian naik kelas ke model kamera foto langsung jadi mengajarkan aku betapa pentingnya mengetahui harga film atau kertas film dari kamera tersebut. Selain itu kita juga harus memastikan apakah kertas foto tersebut mudah di dapatkan di dalam negeri.

Karena itu, meski aku berdecak kagum pada Prynt, tapi di akhir tayangan aku pun bergumam sendiri: “Ah, pasti kertas fotonya mahal!” dan menutup tayangan video tersebut. Tapi tadi pagi video yang sama kembali muncul di timelime aku, lagi-lagi aku pun tertarik untuk memutar ulang videonya. Dua kali menonton video ini membuat rasa penasaranku tergelitik. Apalagi memang si Prynt ini menawarkan sesuatu yang baru pada konsep foto cetak. Mau enggak mau aku pun lari ke mbah Google mencari info lebih lengkap mengenai benda mungil yang bisa menyatu dengan smarthpone kita. Apa saja hasil temuanku dari Mbah Google mengenai printer super unyu ini? Baca terus tulisan aku!

Prynt Smartphone Case

pic source: Kickstarter.com

Alat yang hanya memiliki berat 225 gram ini bentuknya memang seperti casing smartphone yang menggembung. Tentu saja tidak cocok untuk masuk ke dalam saku. Ia hanya pantas dipasang ketika akan digunakan. Plug, snap, print begitu cara kerja printer mini yang memiliki 4 variasi warna yaitu hitam, putih, pink, dan biru. Biar aku jelaskan sedikit cara kerjanya:

Plug – Pasang. Seperti umumnya casing smatphone, printer ini harus dikenakan oleh telepon layar sentuh kita.

Snap – Potret. Ambil objek foto yang ingin kita abadikan. Atau di versi yang terbaru kita bisa memilih dari folder foto yang terdapat di dalam smartphone. Kita juga bisa mengedit terlebih dahulu foto yang ingin kita cetak.

Print – Cetak. Tekan tombol cetak bisa foto sudah di edit. Hasil foto pun akan keluar seperti cara kamera Polaroid jaman dahulu. Foto yang dihasilkan berukuran 2×3 inch atau sekitar 2 x 7.5 cm.

Untuk bisa menggunkan printer ini, tidak perlu koneksi wi-fi ataupun bluetooth. Yang diperlukan hanyalah mengunduh aplikasi yang terdapat pada App Store atau Play Store.

Buat aku yang paling menarik dari Prynt dan sejauh ini menjadi nilai lebih dari printer smartphone sejenisnya adalah bukan bisa merekam video dalam selembar kertas. Eh? Kok bisa? Bisa dong. Namanya juga Prynt. Rekam video dan cetak. Sesaat yang akan terlihat hanyalah seperti foto biasa. Tapi begitu foto tersebut discan dan dilihat melalui aplikasi Prynt, maka gambar pada foto itu akan bergerak. Aku seperti melihat foto-foto pada kisah Harry Potter.

Tidak usah khawatir kehabisan baterai smartphone, karena Prynt memiliki baterai sendiri yang bisa digunakan untuk mencetak sampai 20 kali. Alat ini juga bisa menampung sampai 10 kertas foto. Lumayan kan, enggak perlu bertar-bentar pasang kertas foto.

Prynt berawal dari sebuah start-up business. Untuk memesannya pun masih harus dengan pre order. Tapi aku sudah melihat di beberapa online shop Prynt sudah bisa dipesan dengan harga kisaran Rp 1.000.000. Untuk kertas fotonya, Prynt menggunakan Zink Paper milik Polaroid. Aku belum mendapatkan harga di sini, yang jelas bila memesan di Amazon, untuk 1 kemasan isi 40 lembar dibandol seharga $ 19.95.

Prynt ini memang sudah bisa digunakan smartphone berbasis iOS dan Android. Sayangnya tipe gawai yang bisa digunakannya masih sangat terbatas pada iPhone 5/5s, iPhone 6, Samsung Galaxy S4, dan Samsung Galaxy S5. Sebagai pengguna Android merk lain, sudah tentu aku sedikit kecewa.

Eh kenapa cuma sedikit? Karena sekarang tabunganku belum mencukupi juga buat memesan Prynt. Siapa tahu saat tabungan aku mencukupi untuk membeli si Prynt suatu saat nanti, akan lebih banyak tipe Android lainnya yang compatible. 

Kalian gimana? Ada yang hobi mencetak foto juga kaya aku? Ada yang suka sama perintilan fotografi seperti ini juga? Coba ceritakan pendapat kalian. Karena setiap pendapat wajib didengar.

Let’s turn our photos into life!#

#BloggerMuslimahIndonesia #ODOP #Day11

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *