Event, Product, Review

Re-Bread Si Mesin Roti Cukup Satu Dengan Jari

Bismillahirohmanirohim,

Benda berbentuk kotak itu membuat aku penasaran. Beberapa kali setiap aku mengunjungi toko buku di wilayah Matraman ini, benda itu menarik perhatian aku. Benda itu tidaklah besar, ukurannya hanya sekitar 33 cm x 33 cm. Re-Bread, begitu nama yang tertera di benda itu.

Membaca namanya sudah pasti langsung tahu, kalau benda yang aku maksud adalah sebuah mesin pembuat roti. Tapi yang bikin aku penasaran dengan benda itu bukan karena sekedar mesin pembuat rotinya. Katanya mesin itu bisa mengaduk, memfermentasi, sampai memanggang. Itu dia yang bikin aku mupeng sama mesin yang bisa membuat roti dengan satu jari.

Sebagai mantan bakul kue rumahan yang kini sudah tidak memiliki oven berukuran besar lagi, terus terang aku suka rindu membuat aneka cemilan dengan cara memanggang. Makanya ketika mengetahui sekarang ada sebuah mesin pembuat roti yang bisa sampai langsung manggang, aku mupeng berat.

Enggak butuh waktu lama sih untuk meyakinkan diriku akhirnya membawa pulang Re Bread. Apalagi saat itu sedang ada diskon sehingga harganya masih di bawah Rp 2.000.000. Tapi dasar aku sok sibuk, setelah hampir 2 taun memiliki mesin pembuat roti ini, aku malah lupa untuk menggunakannya lagi. Sampai sebuah undangan event datang.

Cooking Class di RB Shop Indonesia

Jumat, 2 Februari 2018 kemarin aku mendapat undangan untuk menghadiri acara di Cooking Class RB Shop Indonesia. Lokasinya di PT Readboy Indonesia di Sentra Bisnis Artha Gading. Sambil browsing peta mencari lokasi, pikiranku berputar. Kok nama PT Readboy Indonesia ini kayanya enggak asing sih.

Ya iyalah enggak asing ternyata. Karena PT Readboy ini adalah perusahaan yang meluncurkan produk Re-Bread idaman aku itu. Ternyata Re-Bread bukanlah satu-satunya produk PT Readboy, karena masih ada Re-Noodle, mesin pembuat mie, serta yang terbaru adalah Re-Rice Live Rice Maker, mesin penggiling padi yang didesain untuk penggunaan rumah tangga.

Dengan sedikit nyasar aku tiba di kantor PT Readboy Indonesia. Jam masih menunjukkan menjelang pukul 9.30 pagi, tapi show room PT Readboy telah ramai oleh teman-teman blogger. Padahal acara sendiri baru akan dimulai jam 10.

Selain sudah ramai oleh teman-teman blogger, ruangan di show room juga sudah diramaikan oleh aneka roti, bolu, dan pasta yang langsung membuat cacing-cacing di perut berlomba-lomba minta dikasih makan. Jangan salahkan cacing-cacing aku ya, karena kalian pun pasti akan tergiur melihat makanan cantik-cantik ini.

Namanya juga cooking class, jadi satu harian itu kami menyimak (sambil mengunyah) pembuatan aneka makanan dengan menggunakan produk-produk milik PT Readboy Indonesia. Chef Andrian dibantu Chef Dwi dan tim yang mengolah makanannya. Kami para blogger cukup menonton sambil sesekali merecoki dan mengunyah.

Selain bertemu dengan Chef Andrian, aku juga berkesempatan mengobrol dengan ibu Jenny Widjaya, CEO PT Readboy Indonesia. Selain cantik, ibu Jenny ini ramah. Seharian itu beliau ikut bersama kami, mengobrol hangat sambil menjelaskan  produk-produk yang ada.

Karena menurut aku ketiga produk PT Readboy Indonesia ini keren banget. Jadi aku mau mengulas masing-masing produk. Tapi biar kalian yang membaca enggak capek melototin layar smartphone atau laptop membaca tulisan tulisan panjangku, jadi aku membaginya dalam beberapa tulisan ya.

Re-Bread Si Mesin Roti Cukup Satu Jari

Mari kita mulai dari Re-Bread. Bukan karena kebetulan aku sudah punya produknya. Tapi karena memang pas acara berlangsung mesin roti ini yang pertama kali diperkenalkan ke kami para blogger.

Ketika jarum jam menunjuk angka 10 pagi, Chef Andrian dan Chef Dwi menyuguhkan roti pandan srikaya dan roti coklat yang masih panas. Rupanya roti-roti ini yang baru matang ini memang sengaja disetting agar matang di jam 10 pagi. Itu dia salah satu kelebihan mesin roti pelopor di Indonesia ini, kita bisa mengatur waktu kapan roti kita akan matang.

Setelah kami sarapan roti-roti hangat itu, Chef Adrian mengajak kami untuk menyaksikan cara bikin roti yang sangat mudah. Cukup menggunakan satu jari, kita sudah bisa membuat roti. Resep yang dicoba adalah roti gandum. Bahan yang digunakan untuk membuat roti ini hanyalah tepung terigu dan tepung gandum, ragi, air, margarin, gula dan garam, serta susu bubuk. Enggak perlu pelembut, pengembang, apalagi pengawet. Jadi sudah bisa dipastikan roti ini jelas lebih sehat dari roti yang  ada di pasaran.

Cara kerja Re-Bread ini mudah sekali. Cukup memasukkan bahan-bahan ke dalam mesin, pilih menu, tekan start, dan kita hanya tinggal menanti roti ini matang. Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, proses mengaduk adonan, fermentasi, dan memanggang semua langsung dilakkan oleh mesin pembuat roti ini.

Meski Re-Bread adalah mesin pembuat roti, tapi bukan hanya roti yang bisa dibuat di mesin ini. Kita juga bisa membuat selai, yoghurt (ini favorit mamaku), macaroni schotel, browsnies, hingga memanggang ayam. Ada 20 pilihan menu yang bisa kita pilih di mesin ini, mau berkreasi apa.

“Tapi aku enggak jago bikin kue,” tak jarang aku mendengar alasan seperti ini kala memerkan kue hasil karya aku. Menurut aku pakai Re-Bread ini malah jadi enggak takut gagal. Apalagi kita mendapatkan buku resep setiap pembelian 1 unit mesin roti ini. Tinggal ikuti saja bahan dan langkah-langkahnya, insya Allah enggak akan gagal.

Buat yang merasa sudah jago bikin roti juga mesin Re-Bread ini sangat membantu loh. Aku lihat di instagram enggak sedikit yang menunjukan roti hasil kreasi mereka dengan menggunakan Re-Bread ini. Jadi kita enggak cuma bisa bikin sesuai resep yang ada di buku itu aja. Asik banget kan.

5 alasan kenapa aku punya Re-Bread:

  1. Biar bisa  bikin roti sendiri. Di rumah aku, roti itu termasuk salah satu yang harus selalu tersedia untuk sarapan. Kalau bisa bikin sendiri tentunya kan akan lebih hemat.
  2. Insya Allah sehat dan halal. Aku tuh paling suka makan roti isi. Tapi sayangnya beberapa toko roti yang cukup besar justru belum punya sertifikat halal. Pakai Re-Bread (selama ini mamaku sih yang suka bikinin), aku yang menentukan bahan-bahannya, sehingga insya Allah halal dan bebas pengawet.
  3. Enggak menghabiskan banyak waktu. Salah satu alasan aku berhenti membuat kue karena aku jadi sering masuk rumah sakit akibat begadang membuat kue. Pakai Re-Bread aku jadi enggak perlu melek semaleman nongkrongin oven. Kaya hari minggu lalu, aku tetap bisa santai bangun agak siang, tapi sukses membuat macaroni schotel buat sarapan di waktu anggota rumah pada sarapan.
  4. Bebas berkreasi. Tentu saja nantinya aku enggak cuma mau bikin roti yang itu-itu saja. Nah meski ada buku resep dengan 39 pilihan, aku tetap mau mencoba resep-resep lainnya tapi dengan menggunakan Re-Bread.  Target aku bisa bikin roti uyu berbentuk karakter dan aneka selai.
  5. Hemat listrik.  Percaya enggak, Re-Bread ini masih jauh lebih hemat listrik dibanding pemakaian rice cooker? Karena meski Re-Bread bekerja berjam-jam, tapi daya listrik yang digunakanan berbeda-beda. Seperti saat mengadon, fermentasi, dan memanggang.

Kalian penasaran enggak sama mesin pembuat roti yang jadi pelopor pertama di Indonesia ini?  Kalau pernasaran, bisa tanya-tanya dulu di (021)29636296 atau via whatsapp di 081298898838. Atau via media sosial mereka:

Facebook: Readboyshop

Twitter: @rbshopid

Instagram: @readboyshop

assalamu alaikum,

dian ravi

DianRavi

dianravi

Dian Safitri, travel and lifestyle blogger muslimah yang berdomisili di Jakarta, Indonesia. Pecinta kopi dan makanan. IVF Surviver.

You may also like...

5 Comments

  1. Sodaraku ada yg punya nih. Jd dia bikin macem2 kue. Naksir banget. Tapi kalo beli, aku orgnya msh mood2 dan kalo masak ato bikin kue

  2. Duh jadi kepingin punya Re-Bread

  3. Kalau punya Re-Bread pasti aku tidak perlu khawatir lagi menyiapkan sarapan untuk pak suami dan si kecil.

  4. Wah mbak Dian udah punya Re-Bread ya?
    Sering bikin kue/roti donk kalau gtu 😀
    BTW kenapa enggak produksi dan jualan kue2 lagi mbak? #kepoh hahaha

  5. Anaku perempuan ku sukaa banget roti, mudh2an jd milik ini,,,, biar bs masak bareng y

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *