Review Film Negeri Van Oranje

0_0_600_618_4112475527166c3f574068d31d40fb62eff78431

picture source: twitter @negerivanoranje

Cukup satu kejadian, cukup satu.

Wicak – Film Negeri van Oranje

Ketika Jakarta dihebohkan dengan macet total hari kamis, 24 Desember 2015 kemarin, aku malah asik menikmati lenggangnya kota Jakarta dengan menonton Negeri Van Oranje. Acara nonton bareng adik-adik aku menyebutnya. Pasalnya kalau biasanya jalan-jalan cuma berdua mas Met, kali ini kami membawa rombongan sirkus, ada Nina adikku, serta Ria dan Tika adik ipar yang sedang berlibur di Jakarta.

Awalnya mas Met sempet protes kenapa aku memilih film ini untuk kami tonton. “Itu kan film sahabat dan cinta-cintaan biasa. Palling gampang ketebak endingnya,” begitu komennya saat itu. Komentar yang cuma aku ijinkan masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri. Kenapa? Karena pada dasarnya aku suka cerita romantis begini. Kemudian ditambah setting film di Prague dan Belanda udah pasti bakal bikin alam pikiran aku melanglang buana dengan pikiran “Kapan gw nyampe sana ya?!”

Negeri Van Oranje merupakan film yang diadaptasi dari novel yang berjudul sama karangan Wahyudiningrat, Adept Lenggana, Nisa Riyado dan Rizki Pandu Permana. Menceritakan tentang 5 pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di negeri Belanda, Banjar, Wicak, Daus, Geri, dan Lintang. Mereka bertemu di sebuah stasiun dan menamakan kelompok mereka dengan nama AAGABAN.

2e94a361-d758-4c24-987f-1ced20b80d06Picture source: hot.detik.com

Awal cerita dimulai dengan Lintang (diperankan oleh Tatjana Saphira) yang sedang mempersiapkan pesta pernikahannya. Aku sama mas Met langsung bisik-bisik, wah ini pasti kita bakal dibikin main tebak-tebakan siapa yang jadi calon suaminya. Karena memang udah jelas kalau cerita film ini adalah persahabatan yang berujung kisah cinta. Lintang yang lagi menyiapkan pernikahannya itu, kemudian bercerita bagaimana sebuah persahabatan bisa berunjung dengan kisah cinta, sambil memandangi foto saat mereka berlima.

Daus, pns yang dapat beasiswa (diperankan Ge Pamungkas). Sifatnya agak tengil, kocak, tapi paling hafal dengan sejarah. Geri (Chicco Jerikho), anak orang kaya dengan gaya necis. Tinggal di tempat elit, punya mobil. Pokoknya paling “WOW” lah. Sempat bikin Lintang suka. Wicak (Abimana Aryasatya) mantan aktivis lingkungan yang punya moto “cukup satu kejadian untuk membuat ingat pada seseorang.” Kemudian Banjar (Arifin Putra, yang bikin cewe-cewe pada bersorak-sorak), kuliah jurusan bisnis yang agak-agak playboy. Jadi siapakah yang akan jadi pilihan Lintang?

tatjanadlm

Picture source: hot.detik.com

vanor

Picture source: hot.detik.com

Kemudian cerita dibikin mudur beberapa bulan kemudian, ketika kelompok AAGABAN ini tengah berlibur ke Prague. Ceritanya ini adalah liburan sebelum mereka kembali pulang ke Indonesia dan berpisah. Ada BANYAK banget tempat yang bikin mata kecilku melotot memandangi layar bioskop sambil lagi-lagi komat-kamit “Kapan gw kesana ya?”

Karena mereka merasa ini adalah kesempatan terakhir mereka bersama, akhirnya keempat cowo di AAGABAN (saat itu diceritakan Lintang nya udah tidur) pada saling memperebutkan siapa yang paling layak dapat Lintang.  Adegan klise, Lintang nya bangun, ada di situ dan marah. Akhirnya pergi deh. Dan para cowo itu berpencar mencari Lintang.

Cerita pun kembali mundur ke awal perkenalan mereka di Belanda. Berawal gara-gara menanti kedatangan kereta. Kebetulan mereka semua berada di stasiun yang sama. Tahu sama-sama orang Indonesia, mereka pun mulai saling berkenalan dan persahabatan pun terjalin, meski mereka berada di kota yang berbeda-beda. Kemudian alur cerita mulai mengenalkan masing-masing karakter dari ke-empat cowo itu dari sudut pandang Lintang, sambil (pastinya) menunjukan pemandangan negeri Belanda.

Karena aku ga mau spoiler jadi cukup sampai disitu review Negeri Van Oranje-nya ya 🙂

Overall menurut aku filmnya cukup bagus kok. Ga nyesel nontonnya. Cuma tetep, begitu akhirnya selesai cuma satu kalimat yang aku bisikin ke telinga mas Met “Kita bakal ke Prague ga, Yank? Someday gitu?”. Alhamdulillah punya suami yang optimis, dijawab dengan anggukan “Insyaallah.” Semoga mimpi ini bakal terwujud suatu saat nanti ya. Aamiin.

Gimana? berminat nonton? Yuk mumpung masih ada di bioskop. Jangan nunggu bajakannya. Masa film karya bangsa sendiri di bajak sih :p

Selamat menonton dan menikmati keindahan Belanda dan Prague.

dianravi

4 Comments

    • Sebenernya aku sih asal setting film nya cantik mau luar negri ato dalem negri pasti bakal komen “mau kesana dong” ma’kasih udah mampir

  1. Saya juga udah nonton film ini. Sempat tebak-tebakan juga siapa yg Lintang pilih. Dan tebakan saya benar hanya dengan memperhatikan dasi dari masing-masing cowok AAGABAN. Hahaha..

  2. aamiin semoga nyampe Praha suatu hari nanti
    aku nggak keburu nonton filmnya nih…, penasaran pengen lihat lokasi2 cantiknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *