Kandasnya Pertemuanku dengan Sakura di Kebun Raya Cibodas

Bismillahirohmanirohim,

Sakura di Indonesia. Waktu pertama kali mengetahui tentang ini aku antara sumringah tapi sekaligus enggak yakin. “Serius nih? Tapi banyak enggak? Jangan-jangan cuma ada beberapa batang pohon aja. Mana seru,” adalah bentuk serangkaian pemikiran negatif yang muncul di kepala aku.

Dulu aku tahunya bunga kecil yang umumnya berwarna pink muda ini hanya tumbuh di Jepang. Kemudian beberapa acara di TV menayangkan kalau bunga yang juga disebut cherry blossoms ini bisa juga tumbuh di negara lain, seperti Amerika dan Korea. Ok, dugaan aku berarti Sakura ini bisa tumbuh juga di negara yang memiliki empat musim.

Setahun lalu aku baru tahu kalau ternyata bunga sakura ini juga bisa tumbuh di Indonesia. Salah satunya di Kebun Raya Cibodas. Bahkan kalau di negera asalnya sakura hanya tumbuh satu kali dalam setahun, di Indonesia bunga sakura mekar dua kali dalam setahun, yaitu di musim hujan dan kemarau.

Sebenarnya aku sudah bercana untuk bisa menikmati cherry blossoms ini sejak Agustus tahun lalu. Tapi ketika dapat informasi kalau bunga ini sudah mekar, Mas Met baru saja selesai cuti. Sementara kalau mengajak dia pergi di akhir pekan, yang ada bakal dicemberutin akibat macet.

Januari menjadi opsi berikutnya untuk menikmati bunga khas dari Jepang ini. Tapi lagi-lagi nyaris aku enggak berjodoh. Karena baru memulai proyek di kantornya, Mas Met enggak bisa diajak kemana-mana. Mau ngajak Siti naik umum, dia pulang kampung lama banget dari akhir tahun. Sepertinya aku harus merelakan ketemu bunga sakura di Agustus nanti saja. Sampai tiba-tiba…

“Teh, kalau bunga sakura teh masih ada?” tanya mamaku di  jumat pagi. Belum sempat memberikan jawaban mamaku melanjutkan kalimatnya, “Mama lihat baca di internet masih sampai Februari. Kita ke sana yuk nanti siang. Mama jenuh. Nina juga lagi stres tuh katanya.”

Dan begitulah. Akhirnya hari Jumat siang itu aku dan adikku, Nina mengendarai mobil hitam mungil milik mamaku menuju arah Cawang. Mamaku masih harus ke kampus dulu pagi itu, sehingga kami menanti beliau di dekat halte Trans Jakarta.

Singkat cerita jam 12 lewat  akhirnya kami bertiga meluncur di tol jagorawi. Sedikit berasa nostalgia dengan trip kami ke Taman Bunga Nusantara beberapa tahun lalu. Perut kukuruyuk akibat belum makan kami abaikan demi bisa tiba di Kebun Raya Cibodas sebelum jam tutup. Kami hanya berhenti untuk shalat, isi bensin, sambil beli roti buat ngeganjel isi perut.

Enggak sulit untuk menemukan Taman Sakura yang ada di dalam Kebun Raya Cibodas. Karena begitu masuk ke dalam gerbang utama, sudah ada papan petunjuk arah yang akan menuntun kita ke arah Taman Sakura. Ikuti saja petunjuk yang ada sambil menikmati udara sejuk.

Sakura yang ada di Kebun Raya Cibodas ini katanya sudah ditanam sejak 1971. Tapi Taman Sakura-nya sendiri baru dibangun pada 2007 di lahan seluas 6.647 m persegi. Hmmm ternyata cukup luas juga ya. Berarti kekhawatiran akan bertemu beberapa pohon sakura saja harus aku coret dari pikiran aku.

Selama ini aku kira sakura hanya ada satu jenis aja. Tapi ternyata lagi-lagi aku salah. Ada 308 jenis sakura yang ada di dunia. Dan 7 jenis diantaranya tumbuh di Kebun Raya Cibodas ini. Wowww keren! Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp, Prunus arborea dan Prunus costata adalah jenis-jenis sakura yang tumbuh di Jawa Barat ini. Tapi hanya 5 macam yang berada di Taman Sakura.  

Setelah mobil terparkir dengan manis kami pun berjalan kaki sedikit menuju Taman Sakura. Meski pun hari kerja ternyata suasana di Taman Sakura cukup ramai juga. Bahkan ada juga yang lagi masak loh. Seru banget.

Tapi… kok bunga sakurannya enggak kelihatan ya. Mana nih? Nanya ke tukang parkir dan aku mendapat jawaban yang bikin shocked.

“Wah telat, Neng. Baru minggu lalu pada gugur. Abis ujan deres dan angin kenceng tuh. Langsung deh abis. Padahal bagus banget loh, Neng. Penuh mekar.”

Jangan tanya deh gimana tampang aku ketika mendengar kalimat itu. Kecantikan merosot tajam. Bayangan akan berpoto cantik bareng bunga berwarna pink ini buyar.

Terus gimana ini? Ya sudahlah. Lanjutkan saja bermain-mainnya. Nikmati udara sejuk dan hijaunya rerumputan. Poto-poto bersama tangkai kosong saja.

Saat sedang berpoto-poto ternyata aku masih sempat menemukan beberapa sakura yang berhasil survive  diterpa angin kencang. Yeayyy! Enggak banyak memang, enggak seperti ketika pertemuan pertamaku dengan cherry blossoms di Nami Island beberapta tahun lalu, tapi lumayan untuk pelipur lara.

baca juga : Hi Seoul, day 1

Taman Sakura bukan satu-satunya tempat cantik untuk berwisata di Kebun Raya Cibodas ini. Karena setelah dari Taman Sakura, kami juga mampir ke Taman Liana dan beberapa spot cantik lainnya. Pokoknya tiket masuk Rp 16.000 per orang itu cukup sepadan dengan suasana yang kita nikmati.

Enggak percaya? Intip lagi aja foto-foto ini.

Overall, meski aku gagal bertemu dengan mekarnya bunga sakura, tapi suasana hatiku tetap riang gembira. Kebun Raya Cibodas berhasil menjadi penawar obat butuh piknik kami bertiga. Hanya beberapa jam saja kunjungan kami di sini, tapi alhamdulillah segala kegundahan bisa hilang untuk semetara waktu.

Masih mau ke sini lagi? Tentu saja mau. Aku masih antusias untuk bisa melihat sakura di Indonesia lagi. Kan lumayan, enggak perlu nguras dompet untuk terbang ke Jepang di musim semi (tapi kalau ada yang mau sponsorin I’m welcome to it).

Kapan bunga sakura ini tumbuh di Kebun Raya Cibodas? As I said before, di Kebun Raya Cibodas bunga pink ini mekar dua kali dalam setahun. Januari-Februari serta Agustus-Sepetember. Untuk tahu persisnya kapan bunga ini mekar, rajin-rajinlah mengecek akun media sosial Kebun Raya Cibodas, karena mereka biasanya menginfokan perkembangan sakura yang ada di kebun raya.

Btw, aku menemukan fakta unik seputar sakura ini. Aku baru tahu kalau ternyata daun dan bunga sakura ini bisa dimanfaatkan untuk bahan makanan. Caranya dengan direndam di air garam terlebih dahulu. Oh, jadi makanan-makanan yang suka ada sakuranya itu pakai kelopak bunga sakura beneran. Aku baru tahu ih. Baiklah, next time ketemu sakura aku mau cari kelopak-kelopak yang bergugurannya. Yang berguguran ya!! Jangan yang dipetik.

assalamu alaikum

dian ravi

DianRavi

dianravi

Dian Safitri, travel and lifestyle blogger muslimah yang berdomisili di Jakarta, Indonesia. Pecinta kopi dan makanan. IVF Surviver.

24 Comments

  1. mbak… , aku juga telat tau melulu nih
    taunya sellau pas udah pada gugur, mudah2an masa mekar berikutnya bisa ke sana

  2. Di sini di Kota Kijang Pulau Bintan juga ada pohon bunga sakura. Ditanam oleh ilmuwan Jepang yang mendatangkan langsung bibitnya dari Jepang. Setahun sekali mekar dan ramai orang yang datang untuk menyaksikan.

  3. Wah, aku baru tau kalo bunga sakura juga tumbuh di Indonesia, dan telah ditanam sejak th 1971. Oalah!

    Ntar kalo musim bunga lagi, mau main kesini utk melihatnya secara langsung, ah!
    Btw, asyuk banget ya mba, jalan bareng mama dan adik!

  4. pengetahuan baru banget bagiku ni Mba… aku pikir saluran tanaman endemik dan hanya bisa tumbuh di Jepang aja, ternyata di negara lain bisa ya, bahkan di Indonesia?? Jadi penasaran sama waktu mekar ya mba, apa sama siklusnya seperti di Jepang?? Apa malah lebih sering di sini?

  5. Udah 2 kali ke Kebun Raya Cibodas, dan baru tau sekarang disana ada taman sakura. Whoaaaa, kezeeel, pingin liaat jugaa. Kapan mekar lagi yaa

  6. Dulu saya pernah ke Kebun Raya Cibodas juga. Tempatnya enak dan seger banget. Tapi ga sempet buat liat sakuranya. Dan baru tahu juga kalau ada bunga sakura disana. Jadi pengen deh liat dan foto-foto disana

  7. Waaahh ada sakira. Penasaran. Saya blm penah ke Cibodas, btw itu dimana? Apanya Bogor, suer gak tauhehe
    Sayang ya pas udah berguguran bunganya, jd kyknya ke sana pas lagi gak musim hujan apa ya mabk?

  8. Yeeaaa bisa juga ketemu bunga sakura ya. Aku yang cuma bisa liat foto aja seneng banget. Apalagi view kebun raya Cibodas keren bingit. Mupeng deh ^^

  9. Barang x di sana ada yang jual bibit bunga sakura.
    Jadi bsa di tanam di rumah.
    Trs ga usah jauh2 ke Cibodas apa lagi kalo ke Jepang hehehe
    Btw taman lumut kebon raya Cibodas gmn, kemarin mampir ke situ ga mba

    • Biasanya ada yang jual. Tapi lagi habis. Katanya sih di luar sekitar Cibodas ada yang jual bibitnya.
      Aku karena kesorean enggak sempat mampir ke Taman Lumutnya.

  10. Hallo semua, untuk info lengkap kapan mekarnya Bunga sakura di Kebun Raya Cibodas bisa kita pantengin langsung Facebook atau Instagramnya Kebun Raya Cibodas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *