Semasa di Kota Tua: Membuat Kenangan dengan Persahabatan dan Secangkir Kopi

semasa cafe

Semasa Cafe + Shop will be closing down on 2 July 2018

Pengumuman yang muncul di Instagram Semasa di Kota Tua itu di minggu terakhir bulan Juni sukses membuat mataku yang tadinya masih setengah mengantuk langsung mendadak bangun. Baru beberapa jam sebelum aku pulas tertidur siang aku tengah memikirkan untuk kembali ke Semasa Cafe. Aku pikir aku akan menunggu Mude pulang dari kampung halamannya dulu, baru kami akan mengunjungi kafe cantik yang berada di wilayah Kota Tua, Jakarta.

Tapi dengan adanya pengumuman kalau Semasa Cafe akan tutup selamanya hanya dalam waktu seminggu lagi, aku tak mungkin menanti kedatangan mojang Ciamis itu. Aku butuh partner lain.

Bukannya aku tak bisa main seorang diri. Hanya saja, Semasa Cafe itu terlalu cantik dan instagramable. Sayang sekali bila aku melewatkan sesi foto-foto yang akan menjadi kenangan sebelum tempat ini tutup. Untung saja akhirnya aku menemukan partner in crime baru.

Ednadus, bloger jomblo yang sedang banyak waktu luang ini sangat baik hati menawarkan diri menemani aku bermain. Padahal baru beberapa kali dan Nadus ini bertemu. Salah satunya ketika acara nontong bareng The Emoji Show, satu tahun yang lalu. Bukan hanya Nadus yang akhirnya menemani aku, tapi Monica dan Punto pun akhirnya menyusul kami ke Semasa Cafe, kamis 28 Juni 2018 lalu.

Semasa Cafe di Gedung Olveh

semasa cafe

Kalau bukan karena ikut walking tour bareng Jakarta Good Guide ke Kota Tua awal tahun lalu, mungkin aku enggak akan pernah berkenalan dengan Semasa Cafe berada di lantai 3 Gedung Olveh.

Gedung Olveh, bangunan putih yang dibangun pada tahun 1921 ini berlokasi di jalan Jembatan Batu no 50 Pinangsia. Tidak berada di komplek Kota Tua membuat geedung ini seolah tidak terlihat. Padahal meski bangunan ini lebih kecil dibanding bangunan jaman kolonial Belanda lainnya, tapi kencantikan Gedung Olveh dapat dikenali dari kejauhan.

Nama Gedung Olveh sendiri dikarenakan bangunan bergaya art-deco ini dibangun untuk keperluan kantor asuransi jiwa Belanda Olveh (Onderlinge Levensverzekering Van Eigen Hulp). Dua bersaudara Richard LA Schoemaker dan CP Wolff Schoemaker yang menjadi arsitek bangunan ini. Sounds familiar?

Buat aku nama bersaudara Wolff Shoemaker terasa begitu akrab. Karena kedua kakak beradik ini banyak mendesain bangunan di kota kelahiranku, Bandung. Salah satunya adalah Vila Isola, tempat main aku saat kecil. Mungkin itu sebabnya juga aku merasa akrab dengan Gedung Olveh ini dari pertama kali aku menjejaki kaki di sini.

Yang manarik dari Gedung Olveh ini sebagaimana ditulis di The Jakarta Post, lantai aslinya berada 90 cm di bawah lantai yang sekarang. Itu artinya, jalanan pada tahun 1920-an lebih rendah sekitar 120 cm di banding jalanan saat ini.

Sama seperti Semasa Cafe, Perusahaan Asuransi Olveh pun berada di lantai 3. Lantai 2 dan lantai bawahnya disewakan untuk perusahaan lain. Semenjak kerusuhan 1998, ditinggalkan dan berhenti beroperasi, padahal sebelumnya masih sempat digunakan sebagai kantor Perusahaan Asuransi Jiwasraya.

semasa cafe

Cukup lama Gedung Olveh terbengkalai sebelum akhirnya di 2016, Gedung Olveh kembali tampil cantik setelah direstorasi. Upaya restorasi ini jelas bukan hal mudah, ada banyak kendala teknis seperti penggalian untuk mengembalikan lantai aslinya, pemasangan pompa agar tidak banjir, hingga tetap mempertahankan batu bata aslinya yang diimpor dari Belanda.

Tapi semua jerih payah Che Wei bersama Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC) dan konsultan Bhirawa Architects terbayarkan dengan kembali cantiknya Gedung Olveh ini (tolong dibaca dengan INSTAGRAMABLE).

Semasa Cafe, The Instagramable Cafe

semasa cafe

Berada di dalam gedung Olveh sudah menjadi keuntungan sendiri buat Semasa Cafe. Karena bangunan tua sudah pasti memiliki daya pikat sendiri. Tapi Semasa Cafe tetap memberikan sentuhannya untuk membuat tempat ini semakin nyaman dan instagramable.

Tidak besar ruangan yang dipakai untuk Semasa Cafe. Di dalamnya hanya ada meja panjang dimana tak jauh dari situ kita bisa melihat proses tempat membuat minuman yang kita pesan, sebuah meja besar, serta ada dua buah meja kecil di dekat jendela.

semasa cafe

Sebagaimana namanya Semasa Cafe and Shop, di Semasa juga menawarkan printilan cantik untuk diperdagangkan. Tempatnya persis di tengah-tengah ruangan, sehingga kita bisa langsung melihatnya dari balik pintu putih besar.

Semasa Indonesian Coffee, Keliling Indonesia Lewat Citra Rasa
Coffee and friends are the perfect blend

semasa cafe

Aku bersyukur dikelilingi teman-teman yang baik. Sebagaimana sore itu bisa menikmat keberadaan mereka di Semasa Cafe bersama secangkir kopi panas.

Pilihan kopiku di hari  itu adalah Semasa Indonesian Coffee. Campuran dari 7 macam kopi yang ada di Indonesia, Aceh, Flores, Papua, Bali, Mandailing, Toraja, dan Jawa. Anggap saja lidah aku sedang berkeliling Indonesia. Asam dan sedikit pahit. Apalagi aku memang tidak menggunakan gula sama sekali. Tapi ditemani sepotong kue, maka rasanya menjadi lengkap. Tak perlu pedulikan maag, karena aku sudah siap dengan solusi sakit maag.

Sepertinya menu andalan utama Semasa Cafe bukanlah kopi, melainkan teh. Ada lebih banyak pilihan menu teh yang bisa dipilih daripada kopi, seperti Smoky Green Tea, Oolong Tea, Jasmine Tea, Aged Phu Erl 3 Years Old, Japanese Sencha, Matcha, Earl Grey,dan Darjeling. Ada juga Signature tea mereka ada Semasa Indonesian Tea serta Semasa Colonial Tea.

semasa cafe

Pilihan Nadus sore itu adalan Semasa Indonesian Tea. Sama seperti Semasa Indonesian Coffee, teh hitam ini disajikan bersama beberapa potong kue kering. Aku sempat tertawa menyaksikan muka Nadus ketika mulai mencicipi teh tawar itu, dengan muka mengernyit seolah berkata, “This is really not me.”

Sepertinya aku selalu membuat beberapa teman memilih minuman yang salah. Sama serperti Radhian ketika di Join X Jera yang ikut memilih kopi condong, yang kemudian ia sesalkan.

Waktu tak terasa cepat sekali berlalu. Pukul 18.00 Semasa Cafe harus tutup. Sedih sih. Mengingat tinggal beberapa hari lagi Semasa Cafe akan tutup secara permanen. Ini adalah terakhir kalinya aku menikmati Semasa Cafe.

semasa cafe

Terima kasih sudah menjadi sebuah tempat yang memberikan kenangan.

Semasa Cafe mungkin kini hanya tinggal kenangan. Tapi Semasa Market masih akan bisa kita nikmati. Ikuti saja instagram Semasa di Kota Tua untuk tahu agenda mereka berikutnya.

dianravi

Dian Safitri, travel and lifestyle blogger muslimah yang berdomisili di Jakarta, Indonesia. Pecinta kopi dan makanan. IVF Surviver.

One Comment

  1. Tempatnya unik ya, Teh. Asik nih kalau disitu sembari nulis atau sekedar nongkrong.. Oh sore ya tutupnya, dan beruntung nih teh Dian bisa menikmati sekaligus berkunjung sebelum bener-bener tutup ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *