Setop Kebiasaan Minta Oleh-Oleh

Bismillahirohmanirohim,

“Wah, elo mau liburan ya! Ih elo enak banget jalan-jalan terus. Gue sih mana bisa jalan-jalan, anak-anak gue rewel kalau pergi-pergi. Pokoknya gue tunggu oleh-olehnya ya!”

Kalimat seperti itu terdengar familiar enggak? Kalau enggak, bersyukurlah. Tapi buat aku kalimat seperti itu cukup sering berseliweran melintas di media sosial aku. Baik komentar itu ditujukan buat aku pribadi, atau pun di komentar teman-teman di dunia maya.

Ada yang salah dengan kalimat itu? Menurut aku sih ada dua hal yang salah dan rasa-rasanya selalu mengganggu aku. Yang pertama adalah, kebiasaan merasa iri ketika melihat ada yang berlibur. Yang kedua meminta oleh-oleh. Keduanya seringkali dianggap hal yang biasa saat ini, tapi apa benar kita boleh berbuat seperti itu?

 

Setop Minta Oleh-Oleh

Minta oleh-oleh ini kebiasaan yang dianggap biasa banget dan wajar diucapkan ketika ada teman atau kerabat yang akan berpergian. Padahal kita kan enggak tahu bagaimana kondisi yang akan berpergian itu. Apa keuangan mereka ada, apa mereka akan sempat mencari oleh-oleh, apakah mereka tidak terbebani gara-gara ucapan kita meminta oleh-oleh tersebut. Lagipula Rasulullahu shallallahu alaihi wassalam melarang seorang muslim untuk meminta-minta dari orang lain, kecuali dalam kebutuhan terdesak.

Terus-menerus seseorang suka meminta-minta kepada teman sampai pada hari kiamat ia tiba dalam kondisi di mukanya tidak terdapat sepotong daging pun

-HR. Bukhari

Hayoooo! Yuk setop mulai dari sekarang kebiasaan nyeplok kalimat “Oleh-oleh jangan lupa ya!” Alih-alih minta oleh-oleh lebih baik kita:

Doakan Orang Lain

Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata “Dan bagimu juga kebaikan yang sama,”

-H.R Muslim

Daripada kita sibuk menyinir, menyindir, dan berkeluh kesah atas ketidakmampuan kita, bagaimana kalau kita mengubah cara berpikir kita dengan turut merasa senang dan mendoakan untuk  kebahagiaan mereka? Karena insya Allah dengan kita mendoakan mereka, itu juga akan menjadi doa untuk diri kita.

Jadi masih mau menyindir? Perbuatan yang enggak ada pahalanya, malah mendekatkan kita dengan bertambahnya dosa.

Rasul Senang Memberi Hadiah

Akan tetapi, tidak ada salahnya, apabila kita sedang memiliki uang lebih untuk memberikan buah tangan. Karena Rasul pun senang memberi hadiah.

Nabi shallallahu alaihi wassalam bersabda “Seringlah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.”

-HR. Bukhari

“Saling bersalamanlah (berjabat tanganlah), maka akan hilanglah kedengkian (dendam). Saling memberi hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai dan akan hilang kebencian.”

-HR. Malik dan Al-Muwatha’

Yuk, mulai memperbaiki sikap kita untuk lebih Islami. Kalau bukan dimulai dari diri kita, dari siapa lagi?

3 Comments

  1. setuju mba kadang aku juga suka terbebani ketika orang lain dengan enteng bilang oleh2nya ini ya itu yah padahal pergi ke suatu tempat krn kerjaan juga hahaha mereka ga mikirin kalau beli oleh2 pake duit bukan daon 😀

  2. Iya kak kadang jadi berasa ada hutang gitu kalau ada yg minta oleh2..
    Tapi suka deh kalau saat membawakan oleh2 mereka senang.. ^^

  3. Kalau emang spesial dan dianggap sahabat pasti dibeliin oleh oleh. sebagai raveler saya males mau minta hadiah karena saya sendiri males beliin oleh oleh. ribet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *