Shopping at Big Bad Wolf Books Sale and How To Survive It

Bismillahirohmanirohim,

Tanggal 20 April akhirnya datang juga. Dari malam sebelumnya aku sudah dipenuhi perasaan tak sabar untuk datangnya hari ini. Ada dua hal yang bikin aku bersemangat. Pertama karena di hari Kamis ini aku akan mengunjungi event BBW yang ada di ICE BSD. Hal kedua karena untuk datang ke acara BBW untuk pertama kalinya aku akan naik KRL. Tapi aku enggak mau bahas soal naik KRL-nya (meski asli norak bahagia banget akhirnya menemukan alasan untuk mencoba KRL). Tulisan kali ini aku mau cerita soal BBW-nya aja.

Buat yang mungkin blom tahu apa itu BBW aku mau cerita sedikit ya. BBW alias Big Bad Wolf merupakan pameran buku terbesar di dunia yang memberikan diskon 60-80%. Buat pecinta buku kaya aku jelas terdengarnya seperti surga. Yang menarik BBW ini diadakan non stop selama 280 jam, mulai dari 21 April 2017 sampai dengan 2 Mei 2017. BBW 2017 ini merupakan event kedua kalinya di sekitaran Jakarta.

Tahun lalu aku enggak datang ke acara BBW. Aku cuma menikmati hasil borongan BBW lewat foto-foto yang diunggah teman-teman lewat media sosial. Rasanya ngiler, kepengen datang juga. Tapi selain Mas Met enggak memberikan ijin lantaran jauh dan katanya sampai berjubel-jubel, kondisi keuangan juga lagi tiris akibat baru pulang dari Korea Selatan. Jadi ketika tahun ini BBW kembali hadir di Jakarta, aku enggak mau melewatkan kesempatan memborong buku.

Acara Big Bad Wolf ini mulai berlangsung dari 21 April 2017. Tapi aku berhasil mendapatkan tiket VIP untuk datang ke acara PREVIEW SALE-nya yang diadakan satu hari sebelumnya. Email bahagia ini sudah aku dapatkan dari 1 bulan sebelumnya, namun baru minggu lalu aku mengunjungi kantor TYO First Edition untuk mengambil tiketnya. Tiket ini berlaku untuk 2 orang. Aku mengajak Tiwi karena sebelumnya aku sempat  melihat dia ikutan kuis di instagram untuk mendapatkan tiket ini juga.

The Day Has Come!

Ada banyak cara untuk mencapai ICE BSD. Salah satunya adalah dengan naik KRL jurusan Tanah Abang – Parung Panjang, turun di Rawa Buntu, Serpong atau Cisauk. Aku memilih turun di stasiun Cisauk karena rasa-rasanya itu yang terdekat. Aku dan Tiwi janjian di stasiun Tanah Abang sekitar jam 10.30 pagi. Tiwi sih naik KRL dari Buaran, dan aku memilih nebeng Mas Met sampai kantornya.

Excited for the first experience KRL, Di? Banget! Pokoknya dari luar terlihat cool padahal dalam hatinya norak luar biasa. Singkat cerita akhirnya kami sampai juga di stasiun Cisauk, dari situ lanjut pake Grab menuju ICE BSD. Lucunya di dalam kendaraan Grab aku merasa seperti turis, selain karena aku baru 3 kali main ke daerah BSD, pak supirnya pun memperlakukan kami layaknya turis, sambil menunjukan beberapa tempat di BSD yang kami lewati seperti Aeon Mall.

Turun di ICE Hall 10, aku sama Tiwi langsung cari pintu masuk. Sempat lihat acara pembukaan masih berlangsung. Tapi loket penukaran tiket (iya tiket bisa ditukar langsung di sini juga) sudah dibuka, dan kami pun boleh langsung masuk ke tempat digelarnya pameran buku terbesar ini.

Heaven for Books Lovers

Setelah menunjukan tiket VIP aku pun masuk ke dalam ruangan yang SANGAT LUAS. Ada 3 hall yang dipakai untuk keseluruhan acara BBW ini, yaitu hall 7 -10. Aroma makanan menyambut kedatangan kami. Eh kok rasanya ada yang salah. Kenapa bukan wangi kertas baru? Mana buku-bukunya? Owalah, rupanya karena acara pembukaan belum selesai, jadi kami masuk melewati pintu yang mengarah ke Refreshment Corner. Oke, artinya kami tak perlu takut akan kelaparan, karena ada tempat makan di paling ujung pameran ini.

Katanya total ada 5000 buku yang akan dijual selama BBW berlangsung. Mulai dari  buku anak, buku fiksi, serta non fiksi. 1000 diantara buku-buku Indonesia. Biar enggak bingung, yuk lihat saja dulu peta ini sebelum mulai khilaf belanja.



rasanya senang banget novel-novel romance berbahasa inggris ini dibandrol 65 ribu

From Heaven to Hell


kekhilafan aku

Berada di antara buku-buku diskonan itu memang bikin bahagia. Banyak sekali buku yang rasanya ingin aku bawa pulang. Kalau enggak ingat isi dompet dan kemampuan bawa pulangnya, rasanya aku ingin borong. Mulai dari novel, buku warna, buku masak, sampai buku kerajinan tangan masuk ke dalam keranjang belanjaanku.

Sayangnya kebahagiaan itu segera hilang begitu proses pembayaran. Bukan karena jumlah uang yang harus aku keluarkan. Tapi karena aku harus rela mengantri selama 4 jam hanya untuk menuju kasir. Rasanya kaya apa? Capek, lapar, haus, semua jadi satu. Rupanya sistem kasirnya kurang bagus. Pembeli yang beli sedikit dan yang beli bertrolly-trolly (aku lihat ada yang bawa 4 trolly dan 4 keranjang loh) digabung dalam kasir yang sama. Ada jalur cepat bernama Fast Track yang bisa diakses dengan menukarkan point Fiesta Mandiri, tapi itu pun pada akhirnya akan “berebut” kasir yang sama dengan lainnya. Untuk pembayaran tunai dan kartu kredit pun tidak ada bedanya. Rasanya kaya pengen nangis menanti bisa sampai di meja kasir.


Every Silver Lining Has A Light

Anggap saja ada sebuah hikmah dari antrian super melelahkan tadi. Akibat kemalaman (jam 7 lewat aku baru sukses menyelesaikan transaksi pembayaran), aku jadi bisa meet up sama Uda Irfan. Blogger asal Bukittinggi ini kini lagi mencoba jadi warga Tanggerang. Di saat aku dan Tiwi tengah melahap pop mie seharga Rp 20.000 dia datang menghampiri dan kami pun jadi ngobrol bersama sampai pulang.

Tips Beburu Buku di BBW

Acara BBW ini masih akan berlangsung sampai 2 Mei 2017  nanti. Pasti banyak yang ingin juga ikut memborong buku-buku tapi takut menghadapi antrian super horor itu. Nah biar enggak bete-bete banget, yuk intip tips untuk bertahan di acara BBW  ini.

  1. Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman. Walau pun ruangan ini ber-AC tapi karena banyaknya manusia tetap saja akan terasa sedikit gerah. Gunakan pakaian yang menyerap keringat. Lupakan high heels, pilih sepatu teplek saja.
  2. Isi perut terlebih dahulu. Jangan sampai kelaparan saat memilih buku, apalagi menuju kasir. Pastikan perut kenyang.
  3. Bawa cemilan dan air putih saat mengantri menuju kasir. Ini penting. Kemarin aku merasakan dehidrasi dan kelaparan yang lumayan luar biasa. Butuh satu hari sendiri untuk pulih dari sakit maag.
  4. Bawa koper apabila memang berniat membeli buku dalam jumlah banyak. Meskipun disediakan keranjang dan trolly, tapi bukan tak mungkin akhirnya kita akan kehabisan mengingat adanya orang yang membawa lebih dari 1 trolly dan keranjang.
  5. Bawa kursi lipat bila perlu.
  6. Bawa minyak angin, balsem, koyo, apa pun untuk menghilangkan rasa pegal.
  7. Ada baiknya enggak datang seorang diri biar bisa gantian mengantri. Paling tidak, tidak akan menggangu kegiatan shalat bagi yang beragama islam.
  8. Siapkan hiburan, baca buku atau dengarkan musik sambil mengantri.
  9. Kalau ada dana lebih,buat yang tinggal jauh dari vanue bisa staycation di hotel-hotel sekitar. Mumpung acaranya buka nonstop, jadi bisa pilih waktu-waktu ajaib untuk berbelanjanya.
  10. Last but not least, jaga kebersihan! Walaupun bete dan suntuk karena mengantri terlalu lama bukan berarti kita boleh meninggalkan sampah makanan dan minuman begitu saja kan ya? Sayangnya aku sempat melihat sampah-sampah dalam antrian menuju kasir ini.


rasanya pengen tidur dan bangun-bangun udah giliran bayar

Aku sempat ditanya apakah memborong buku ini sepadan dengan antrian yang sampai berjam-jam? Kemarin sih aku masih akan bilang kapok enggak mau lagi datang ke acara ini. Tapi hari ini ketika rasa capeknya mulai berangsur berkurang, aku mulai ragu harus menjawab apa. Silakan kalian rasakan dan tentukan sendiri. Tapi memang akan lebih baik kalau pihak BBW mengubah sistem kasirnya. Tadi malam sih aku sempat membaca permintaan maaf dari BBW atas ketidaknyamanan ini. Mereka pun sedang mencari cara untuk mengubahnya.

Oh iya, karena acara BBW ini bekerja sama dengan Bank Mandiri, maka sistem pembayaran yang bisa dilakukan hanya melalui tunai, debit Mandiri, serta Master Card. Dengan sistem kasir seperti kemarin mungkin akan lebih baik bila membayar dengan tunai, mengingat kadang mesin kasirnya pun bermasalah.

Selamat berburu buku semuanya!!!  BBW 2017 is #auuuwwsome

 

21 Comments

  1. hahahaha makanya aku ogah ikutan hadir.. tahun lalu temenku jg cerita begitu.. aduh ga kebayang aku yg sejahtera begini berdiri ber jam jam.. yg ada kaki kram dll.

    so lebih milih nitip ke temen, pakai jasa titip.

    mungkin nanti nunggu sistem pembayarannya lebih baik, aku baru datang deh ke bbw 2018

  2. huwow mantap perjuangan mbak Dian.. wlw dpt buku murah tapi sensasi nunggu antriannya sampe 4jam, nyerah deh klo saya #kibarbenderaputih

  3. BBW ini pesta kekhilafan para booklovers ya mbak hahahaha…
    saya yang dari jauh cuma bisa mupeng berkali-kali kalau pada cerita…
    semoga khilaf dari BBW mendapat berkah 😀

  4. Dari dua bulan kemarin niatnya pengen berangkat ke BBW, sayangnya diluar. Bdg, masih menunggu BBW di bandung
    Beberapa teman yang dapet VIP juga katanya sesak banget ya n dikasir juga sama nunggu berjam-jam

  5. Mbak huwaaaa aku envy banget demi apa kenapa BBW gak diadain di Makassar jugak?!!

    Terus kenapa tuh Tiwi yang diajak bukannya aku?!! #ehhh

  6. Vvhat? Bahkan yg VIP mesti antri 4 jam? Glek .. Dulu pas aku ke sana saat VIP masih lowongggg … Bahkan bayar, ga perlu antri. Berarti sekarang hype-nya udah lebih tinggi ya … 🙂

  7. Kalo di acara seperti ini emg wajar kan ya situasi kaya gitu, makanya aku gak pernah suka dateng ke tempat kaya gitu.

    Waktu itu pernah dateng ke acara sejenis, gak beli apa2, tp makan sama parkirnya udah kaya ke mall wkwkwk

  8. Aku juga mupeng pengen ke sana nih mba pengen borong, padahal kemaren malem ke AEON tapi ICE BSD nya malah dilewatin aja karena takut pulangnya kemaleman juga..

  9. Pas VIP kmrn emang kondisinya ngeri 🙁
    Tapi katanya abis itu udah ok, gak ngantri lama2 lagi.
    Pengen ke sana lagi tapi entah kapan, blm gajian pulak hehehehe

    • Iya, Mbak. Akibat banyak yang “mengamuk karena antrian” jadi lebih baik. Aku pun insya Allah akan balik lagi bersama sepupu dari Bandung

  10. ini sampai ada yang bilang ‘BBW for book seller not book lover’ hahahah ada benernya juga kalo dipikir-pikir. Yang belanja sampe bertroli-troli itu bisa dipastikan adalah jastip-jastip atau reseller. Sekalap-kalapnya book lover kayannya jarang ada yang beli sampe 2 troli *LOL* next time, semoga tahun depan BBW diperbaiki lagi sistemnya. Biar sama-sama enak lah ya. Kalau perlu hall buat reseller dibedain sama yang murni buat konsumsi pribadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *