Warkop DKI Reborn, Ketika Yang Dinanti Akhirnya Tayang Juga

Warkop DKI Reborn -dianravi.com

pic source: Wikipedia

Bismillahirohmanirohim….

Bulan September ini ada satu film yang paling aku nanti-nantikan di layar lebar. Warkop DKI Reborn – Jangkrik Boss Part 1 akhirnya mulai tayang juga di bioskop sejak tanggal 9 Sepetember 2016 lalu. Trailer-nya yang udah muncul dari beberapa bulan lalu suksess bikin aku penasaran. Coba deh liat sendiri, pada penasaran ga?

Ada beberapa yang bikin aku penasaran sama film ini. Alasan pertama jelas aku penasaran sama pemainnya. Pengen tahu bagaimana Vino G. Bastian menjadi Kasino, Tora Sudiro menjalankan peran sebagai Indro, dan puncaknya bagaimana Abimana Aryasatya yang selama ini selalu berkarakter cool itu akan menjadi Dono. Duh dari penampilan aja rasanya jauh ya. Alasan nomor dua, bagaimana Warkop DKI Reborn nantinya akan membuat lawakan-lawakan. Apakah kira-kira bakal mengocok perut seperti Warkop DKI jaman dulu? Atau Warkop DKI Reborn ini benar-benar bentuk baru dari Warkop DKI. Setelah bujuk rayu suami tersayang, akhirnya baru hari minggu sebelum Idul Adha aku berhasil mengunjungi pusat perbelanjaan dekat rumah yang memang ada bioskopnya.

Agak kaget ketika aku sampai di depan pintu bioskop. Antrian panjang di loket tiket terlihat jelas. Wow, rasanya aku sudah lama ga melihat antrian mengular begini di bioskop. Eh atau dikarenakan aku  belakangan ini jarang ke bioskop ya? Hihihi bisa jadi, bisa jadi. Salut juga sama film Warkop DKI Reborn ini bisa bikin masyarakat antusias menyambut film ini. Buktinya hari pertama tayang, 270.000 orang yang menonton. Dan angka itu terus bertambah berkai-kali lipat. Tapi ada satu yang menggelitik perhatianku ketika melihat antrian tiket bioskop ini. Banyak orang tua membawa anak-anak. Padahal saat itu film Warkop DKI Reborn mendominasi hampir seluruh studio yang ada. Apakah film ini aman untuk anak-anak? Karena seingat aku, candaan Warkop DKI kental dengan kesan vulgar. Masa kecilku aku harus menyewa video Warkop secara sembunyi-sembunyi dari orangtua-ku karenan tak diijinkan menonton. Cunihin, begitu mama selalu memberi alasannya. Ah, semoga saja Warkop DKI Reborn ini ramah buat anak-anak.

Adegan dimulai dengan Indro membacakan Berita Dalam Dunia. Aku pun langsung teringat adegan yang sama pernah ada di Setan Kredit. Rupanya nostalgia adegan ga berhenti sampai di situ, sebagian besar adegan-adegan dalam Warkop DKI Reborn memang diambil dari adegan yang ada di Warkop. Potongan adegan demi adegan diisi hamir penuh dengan candaan selama 1,5 jam. Lucu sih. Buktinya seisi bioskop dibikin ketawa bersama-sama. Tapi buat aku yang sudah pernah menonton berkali-kali rasa lucunya jadi terasa hambar.

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part 1 ini menceritakan tokoh Dono, Kasino, dan Indro yang berperan sebagai CHIPS (Cara Hebat Ikut-Ikutan Penanggulangan Sosial). Berusaha keras untuk membantu menertibkan masyarakat tapi justru selalu berakhir dengan kekacauan karena ulah mereka sendiri. Indro yang asli pun turut serta berperan di film ini. Karakternya sebagai tokoh imajainasi yang ada dalam pikiran ‘Indro’. Lagi-lagi aku menganggap perannya cenderung lucu berlebihan. Hmm… Apa jangan-jangan aku yang kurang punya selera humor.

Bukan film Warkop kalau tak ada peran wanita seksi. Film ini turut pula diramaikan oleh kehadiran Nikita Mizarni dan Hannah Al Rashid. Feeling aku ga salah ketika menganggap film ini jelas ga layak buat anak-anak. Dari awal ada beberapa adegan yang terkesan cukup mesum. Jadi please banget, buat para orangtua yang berencana menonton film ini dengan mengajak anak-anaknya, aku mohon segera urungkan niat itu. Kasian generasi mendatang kita semakin dirusak dengan adegan-adegan yang tak sepantasnya mereka lihat.

Sementara dari sisi peran, aku cukup suka bagaimana Vino G. Bastian, Abimana Arysatya, serta Tora Sudiro memerankan peran yang mereka dapatkan. Totalitas mereka memerankan karakter pelawak legend Indonesia ini cukup bisa diacungi jempol. Terlebih lagi Abimana harus memakai gigi palu serta bantalan perut agar terlihat semakin mirip Dono.

Lantas pertanyaan penutup adalah, apakah aku masih penasaran akan menonton Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Past 2 nanti? Hmmm…. Jawabannya adalah tergantung. Kalau kebetulan sempat, aku mungkin masih akan menonton. Lebih karena memang suka nonton film Indonesia di bioskop alasannya. Tapi ga akan memaksa sampai ngantri nguler. Kalau ga bisa ya udah.

Kalau menurut kalian bagaimana? Sudah pada nonton film ini? Ada yang merasa seperti yang aku rasakan? Atau justru sebaliknya? Yuk ceritakan dengan bijaksana dan open minded. Semua sah-sah aja kok memberi pendapat. Tapi jangan jadi ajang saling bully.

Jangkrik, Boss,

dianravi.com

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *