Setiap akhir tahun, selalu ada tren yang datang kembali: deretan produk musiman tiba-tiba viral, memenuhi rekomendasi TikTok, dan mendominasi e-commerce. Mulai dari lampu dekorasi, lilin aromaterapi, hingga hampers premium, semuanya seolah muncul bersamaan menjelang Desember dan perlahan menghilang setelah perayaan berakhir. Meski terlihat spontan, fenomena ini sebenarnya punya pola yang menarik.
Berikut 10 fakta mengejutkan tentang produk musiman yang viral tiap akhir tahun.
1. TikTok adalah Pemicu Tren Utama
Dulu, tren ditentukan oleh iklan televisi. Sekarang, konsumen terpengaruh oleh video aesthetic 6–10 detik di TikTok atau Instagram Reels. Produk seperti snow projector, mug motif gingham, hingga lilin kayu manis menjadi viral hanya karena muncul dalam konten cozy winter vibes.
2. Efek Limited Edition Meningkatkan Urgensi Beli
Produsen sengaja menambahkan label seperti Holiday Edition, Seasonal Only, atau Once a Year Launch untuk memicu rasa takut ketinggalan atau FOMO. Kata-kata ini bekerja secara psikologis dan membuat orang membeli lebih cepat, bahkan sebelum memikirkan kebutuhan.
3. Produk Musiman Direncanakan Jauh Sebelumnya
Meski konsumen merasa tren muncul tiba-tiba, kenyataannya banyak brand sudah merencanakan desain dan produksi barang musiman sejak 6–9 bulan sebelumnya. Bahkan beberapa perusahaan retail besar melakukan pemesanan lebih awal melalui pemasok luar negeri atau memilih strategi import barang dari China karena varian produk lebih banyak dan biaya produksi lebih murah.
4. Tampilan Lebih Penting dari Fungsi
Di kategori musiman, keputusan membeli lebih banyak dipengaruhi estetika dibanding fungsi. Warna merah marun, emas, putih salju, serta elemen visual seperti snowflake atau reindeer menciptakan rasa emosional yang mendorong pembelian. Bahkan benda sederhana seperti hand towel atau gelas pun bisa laris hanya karena desainnya bertema Natal.
5. Harga Produk Musiman Bisa Melonjak 2–5 Kali Lipat
Momentum akhir tahun menghasilkan permintaan yang jauh lebih besar daripada stok. Karena itu, beberapa toko menaikkan harga secara signifikan, terutama pada kategori dekorasi, lilin aromaterapi, cokelat premium, dan produk giftable lainnya.
6. Destinasi Viral Ikut Menyulut Produk Ikutan Viral
Saat sebuah spot foto bertema Christmas village di mall atau café viral di media sosial, ada efek turunan: produk seperti knitwear merah, hot chocolate mix, atau snow globe ikut trending. Banyak orang ingin merasakan pengalaman serupa di rumah, sehingga permintaan meningkat tajam.
7. Faktor Nostalgia Jadi Pemicu Terbesar
Banyak keputusan belanja akhir tahun muncul karena kenangan dan emosi. Aroma vanilla frosting, kaleng kue butter cookies biru, hingga lampu kelap-kelip seperti dekorasi rumah masa kecil—semua ini memberikan rasa hangat dan sentimental yang sulit ditolak.
8. Produk Viral Lebih Berdampak Jika Bisa Dijadikan Hadiah
Tren seperti hampers holiday, lilin aromaterapi kemasan premium, plush toy edisi musiman, hingga bingkisan cokelat mini lebih mudah viral karena memiliki fungsi ganda: esthetic dan giftable. Bahkan kini banyak brand menyediakan paket bundling dalam bentuk custom goodie bag agar pembeli tidak perlu repot merangkai sendiri hadiah akhir tahun.
9. Masa Popularitasnya Sangat Pendek
Meski hype-nya besar, produk musiman hanya relevan sekitar 3–6 minggu. Setelah Januari, demand langsung turun hingga 90%. Inilah yang membuat sebagian pelaku bisnis harus pandai menghitung jumlah produksi agar tidak menumpuk stok.
10. Tren Berulang—Tetapi Selalu Dengan Sentuhan Baru
Menariknya, pola tren hampir sama setiap tahun: dekorasi, makanan edisi seasonal, item hadiah, dan produk cozy. Yang membedakan hanya kemasan, varian aroma, warna, kolaborasi dengan influencer, atau storytelling yang mengikuti tren digital marketing terbaru.
Kesimpulan
Fenomena produk musiman akhir tahun bukanlah hal acak. Ia dipengaruhi strategi psikologi konsumen, momentum sosial, branding, hingga optimasi supply chain global seperti import barang dari China yang memungkinkan variasi produk tersedia dengan cepat dan harga kompetitif.
Bagi pelaku usaha, ini adalah peluang besar. Dengan memahami pola permintaan, tren viral, dan preferensi konsumen, bisnis bisa mempersiapkan produk tepat waktu, bahkan memaksimalkan penjualan melalui personalisasi seperti bundling hadiah dalam bentuk custom goodie bag.
Pada akhirnya, setiap Desember bukan hanya soal perayaan, tetapi juga siklus ekonomi musiman yang terus berevolusi mengikuti budaya digital.


