Buat banyak orang, keputusan untuk menjalani LASIK mata itu mirip seperti mengambil langkah besar dalam hidup. Ada rasa semangat, penasaran, tapi juga sedikit deg-degan, apalagi kalau sejak lama terbiasa pakai kacamata atau softlens. Makanya, sebelum menjadwalkan tindakan LASIK, penting banget buat tahu apa saja yang harus dipersiapkan. Tidak cuma soal fisik, tapi juga mental dan kebiasaan sehari-hari.
LASIK memang bisa membantu mengoreksi kelainan refraksi mata seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme. Tapi hasil terbaik itu biasanya datang dari kesiapan yang matang. Banyak orang fokus pada hasil akhirnya, mata yang lebih jelas tanpa alat bantu, padahal ada proses panjang yang perlu diperhatikan dari jauh-jauh hari. Nah, inilah rangkuman tujuh hal penting yang perlu disiapkan sebelum menjalani LASIK, disampaikan dengan bahasa ringan biar kamu makin paham dan merasa lebih siap.
1. Pastikan Kondisi Mata Stabil
Sebelum LASIK, hal paling dasar tapi sangat penting adalah memastikan kondisi mata kamu stabil. Maksudnya, ukuran minus atau silinder tidak berubah drastis dalam 1, 2 tahun terakhir. Kalau masih terus berubah, tindakan LASIK bisa kurang optimal karena koreksi yang dilakukan mungkin tak cocok lagi beberapa bulan kemudian.
Dokter biasanya akan mengecek riwayat penglihatanmu. Jadi, kalau kamu merasa beberapa tahun terakhir sering gonta-ganti kacamata karena ukurannya berubah, beri waktu dulu untuk stabil. Proses ini bukan hal yang perlu dikhawatirkan, karena dokter justru ingin memastikan hasil LASIK yang lebih akurat dan tahan lama.
Selain itu, ada juga pemeriksaan lain untuk memastikan kesehatan struktur mata, seperti bentuk kornea, ketebalannya, kondisi retina, hingga produksi air mata. Dengan begitu, dokter bisa menilai apakah kamu kandidat yang cocok atau tidak. Tidak semua orang bisa menjalani LASIK, tapi dengan pemeriksaan lengkap, kamu jadi tahu pilihan terbaik untuk kondisi matamu.
2. Hentikan Pemakaian Softlens Sesuai Aturan
Ini salah satu poin persiapan yang sering dianggap sepele, padahal sangat penting. Softlens bisa mempengaruhi bentuk kornea, terutama kalau dipakai setiap hari atau dalam durasi panjang. Padahal, saat pre-operasi LASIK, dokter membutuhkan kondisi kornea yang setenang mungkin agar hasil pemeriksaan akurat.
Biasanya dokter akan meminta kamu berhenti memakai softlens minimal 3–14 hari sebelum pemeriksaan, tergantung jenis softlens yang digunakan. Untuk softlens harian atau bulanan, biasanya cukup seminggu. Sementara rigid contact lens atau lensa keras biasanya butuh waktu lebih lama karena efeknya ke kornea lebih signifikan.
Selama masa “puasa softlens” itu, kamu bisa kembali memakai kacamata untuk aktivitas sehari-hari. Mungkin terasa kurang nyaman, tapi ini penting banget untuk akurasi tindakan nantinya.
3. Tidur Cukup dan Jaga Kondisi Tubuh
Persiapan sebelum LASIK bukan cuma soal mata, tapi juga keseluruhan kondisi tubuh. Tidur yang cukup, hidrasi yang baik, dan pola makan seimbang bisa bantu tubuh tetap fit menjelang hari tindakan. Saat tubuh kamu sehat, proses pemulihan juga biasanya menjadi lebih cepat.
Kurang tidur bisa membuat mata kering atau memerah. Begitu juga dehidrasi, badan kurang cairan bisa mempengaruhi produksi air mata. Maka dari itu, beberapa hari menjelang LASIK, biasakan tidur cukup 7–8 jam dan minum air lebih banyak dari biasanya. Kelelahan juga bisa membuat tubuh lebih tegang dan mudah cemas saat prosedur berlangsung.
Kondisi tubuh yang prima bukan hanya mendukung kenyamanan, tapi juga meminimalkan risiko iritasi dan mempercepat healing setelah tindakan.
4. Hindari Makeup Mata dan Skincare Tertentu
Dalam beberapa hari menjelang tindakan, kamu disarankan untuk menghindari makeup mata seperti maskara, eyeliner, eyeshadow, dan produk lain yang berpotensi meninggalkan residu. Produk makeup mata kadang meninggalkan partikel kecil yang bisa masuk ke mata, dan ini harus benar-benar dihindari sebelum prosedur.
Bukan hanya makeup, beberapa produk skincare area mata juga sebaiknya dihentikan sementara karena bisa membuat kelopak mata terasa berminyak atau licin. Selain itu, produk seperti serum atau krim yang terlalu dekat dengan garis mata bisa meninggalkan sisa yang tidak terlihat, namun cukup mengganggu proses pembersihan pra-tindakan.
Biasanya, 24 jam sebelum LASIK kamu diminta datang dengan wajah bersih tanpa makeup sama sekali. Tujuannya agar proses pembersihan mata lebih optimal dan meminimalisasi potensi kontaminasi.
5. Pastikan Sudah Memahami Prosedur LASIK dengan Baik
Banyak orang yang hanya fokus pada hasilnya tanpa benar-benar memahami proses LASIK dari awal hingga akhir. Padahal, memahami prosedur itu bagian dari persiapan mental. Semakin kamu tahu apa yang akan dilakukan, biasanya semakin tenang dan siap menghadapi hari-H.
Dalam proses konseling, kamu bisa menanyakan hal-hal seperti:
- berapa lama prosedurnya,
- apa yang akan dirasakan saat tindakan,
- bagaimana sistem anestesi yang digunakan,
- berapa lama pemulihan,
- apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah prosedur,
- serta kemungkinan efek samping ringan yang biasanya terjadi.
LASIK umumnya berlangsung cepat, sekitar 10–15 menit per mata. Tapi durasi proses pemeriksaan dan persiapan bisa lebih lama. Dokter juga akan menjelaskan sensasi yang mungkin muncul, misalnya sedikit tekanan di mata atau pandangan yang terasa gelap sementara.
Dengan memahami informasi ini, kamu tidak akan membayangkan hal-hal yang menakutkan, sehingga lebih tenang saat masuk ke ruang tindakan.
6. Atur Waktu untuk Prosedur dan Pemulihan
Walaupun LASIK termasuk tindakan yang cepat dan minim nyeri, kamu tetap memerlukan waktu untuk pemulihan. Biasanya setelah tindakan, kamu tidak diperbolehkan menyetir sendiri karena penglihatan masih belum stabil. Jadi sangat penting untuk menyiapkan pendamping atau transportasi pulang.
Selain itu, beberapa hari setelah tindakan mungkin kamu perlu mengurangi aktivitas tertentu. Misalnya, menghindari berenang, naik motor tanpa pelindung, olahraga berat, atau bekerja terlalu lama di depan layar. Mata kamu butuh waktu untuk beradaptasi dan pulih dengan baik.Tergantung jenis pekerjaanmu, kamu mungkin bisa kembali bekerja dalam 1–3 hari setelah LASIK, tapi ada juga yang butuh waktu sedikit lebih lama. Hal ini sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter agar kamu bisa menyesuaikan jadwal kerja, kegiatan rumah, atau agenda penting lainnya.
Kalau kamu punya rencana travelling, sebaiknya beri jeda waktu cukup setelah prosedur. Pesawat terbang bukan masalah, tapi mata yang baru pulih biasanya lebih sensitif terhadap udara kering dan debu.
7. Siapkan Mental dan Kurangi Ekspektasi Berlebihan
Tidak kalah penting, persiapan mental harus dilakukan sebelum LASIK. Banyak orang datang dengan ekspektasi bahwa hasilnya akan langsung sempurna tanpa rasa tidak nyaman sama sekali. Padahal, setiap orang punya proses healing yang berbeda-beda.
Ada yang langsung melihat lebih jelas beberapa jam setelah tindakan, ada juga yang butuh satu atau dua hari. Hal-hal seperti mata terasa kering, berair, atau agak silau di malam hari merupakan efek samping ringan yang cukup umum terjadi selama masa pemulihan awal.
Menjaga ekspektasi tetap realistis akan membuat kamu lebih tenang dan tidak mudah panik jika mengalami sensasi tertentu. Ingat bahwa dokter sudah merencanakan tindakan terbaik sesuai kondisi mata kamu, dan tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Selain itu, rasa takut sebelum tindakan adalah hal wajar. Banyak orang mengaku gugup sebelum masuk ruangan, tapi biasanya rasa itu hilang setelah tahu prosesnya cepat dan tetap aman. Tidak perlu merasa malu untuk menyampaikan kekhawatiran kepada dokter. Menyampaikan apa yang kamu rasakan justru membantu tim medis mendampingimu dengan lebih baik.
Persiapan Baik, Hasil Lebih Optimal
Menjalani LASIK adalah keputusan besar yang membutuhkan kesiapan menyeluruh, baik fisik, mental, maupun teknis. Dengan mempersiapkan tujuh hal di atas, kamu bukan hanya membantu dokter mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat, tetapi juga memberi ruang bagi tubuh untuk menjalani proses dengan nyaman dan aman.
LASIK bisa menjadi langkah awal menuju hidup yang lebih praktis tanpa kacamata atau softlens. Tapi langkah paling penting tetap dimulai sebelum tindakan: mengenal kondisi diri, memahami prosedur, dan mempersiapkan semuanya dengan matang.
Kalau kamu tertarik, mulailah dari konsultasi dan pemeriksaan awal dulu. Dari situ kamu akan tahu apakah tindakan ini cocok untukmu atau tidak. Yang pasti, semakin siap kamu melangkah, semakin besar peluang untuk mendapatkan hasil terbaik dari prosedur ini.


