bismillahirrahmanirrahim,

Ketika memutuskan berinvestasi, Anda tentu sudah mempelajari semua hal termasuk keuntungannya. Begitu jika Anda memilih investasi pada instrumen reksadana. Pastinya Anda sudah mengetahui keuntungan reksadana yang nantinya akan Anda peroleh. 

Sebenarnya, dalam dunia investasi bukan hanya keuntungan semata yang harus Anda ketahui dan pelajari. Anda juga harus paham dengan satu istilah investasi yang disebut dengan value trap. Tak cuma harus paham, Anda pun harus pintar mendeteksi dan juga menghindarinya. 

Lantas, apa value trap ini? Bagaimana cara mendeteksinya dan langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk menghindarinya? Simak ulasan ini hingga akhir.

Apakah Value Trap Itu?

Jika Anda seorang investor pemula maka ada baiknya jika mengetahui dan paham dengan istilah value trap. Value trap secara bahasa memiliki arti jebakan nilai. Namun dalam istilah investasi value trap merupakan investasi atau saham yang memiliki harga yang murah.

Harga murah ini penyebabnya adalah investasi atau saham memiliki valuasi rendah dalam hal rasio price-to-earnings (P/E). Atau price to book value (PBV) untuk jangka waktu lama. Sesuai dengan artinya secara bahasa, value trap ini sangat menjebak value investor. 

Hal ini tak lain karena harga investasinya murah apalagi jika dibandingkan dengan saham  lainnya di industri yang terbilang sama. 

Cara Mendeteksi Value Trap

Untuk mengetahui dan mendeteksi value trap merupakan hal sedikit sulit. Namun bukan berarti Anda tidak bisa melakukannya meskipun Anda seorang investor pemula. Cara yang bisa Anda coba untuk mendeteksinya adalah sebagai berikut:

  1. Tak menarik big boys

Big boys merupakan sebutan bagi para manajer investasi dan investor saham besar. Mereka ini hanya akan berinvestasi jika sudah memiliki analisis menyeluruh suatu perusahaan. 

Jika suatu perusahaan tak bisa menarik perhatian big boys, artinya ada saham lain yang lebih prospektif dalam industri yang sama. Alasan lainnya saham dengan valuasi yang rendah pada kenyataannya memang murahan. 

  1. Laporan keuangan cash flow tak sesuai

Jika Anda seorang value investor sebaiknya tak boleh langsung percaya pada penilaian yang berdasarkan rasio P/E atau PBV saja. Anda sebaiknya menelaah dan memeriksa laporan keuangan secara detail dan keseluruhan. 

Tujuannya agar Anda tak masuk dalam jebakan value trap. Pasalnya perusahaan yang berjalan menuju kebangkrutan dapat memanipulasi laporan keuangan dengan tujuan supaya valuasinya lebih murah. 

  1. Kurang katalis

Anda harus tahu bahwa setiap perusahaan memerlukan katalis untuk terus berkembang. Hal ini berlaku bagi perusahaan yang kecil ataupun besar. Jika perusahaan tak memiliki katalis berupa produk, rencana ekspansi dan target proyek yang baik maka jangan berharap pada perusahaan tersebut.

Cara Menghindari Value Trap

Jika Anda telah paham mengenai apa itu value trap dan bagaimana mendeteksinya, kini Anda pun harus mengetahui bagaimana menghindarinya. Cara untuk menghindari jebakan ini yaitu:

  1. Memeriksa dan memperhatikan valuasi yang berdasarkan pada rasio P/E. PBV dan parameter lainnya. Pemeriksaan ini sebaiknya Anda lakukan mulai tahun-tahun sebelumnya.
  2. Lakukan riset secara keseluruhan, terutama yang berkaitan dengan alasan mengapa evaluasi investasi atau saham tersebut murah. Anda juga perlu mereset bagaimana prospek bisnis kedepannya.
  3. Memberi penilaian terhadap prospek dan ekspektasi secara objektif. 

Selain tiga cara ini Anda juga melakukan hal lain agar terhindar dari value trap yakni dengan memanfaatkan investasi melalui Aplikasi digibank by DBS. Ada banyak jenis instrumen investasi yang tersedia, salah satunya adalah reksadana.

Anda pasti sudah mengetahui kalau reksadana adalah satu dari sekian banyak investasi yang dapat memberikan keuntungan meski modalnya kecil. Jadi bisa Anda sisihkan dengan mudah setiap bulannya.

Investasi Melalui digibank by DBS, Langkah Terbaik untuk Menghindari Value Trap

Untuk menghindari value trap, langkah pintar yang bisa Anda ambil anda melakukan investasi melalui Aplikasi digibank by DBS. Anda dapat memilih jenis instrumen investasi apa saja dalam aplikasi ini, misalnya reksadana. 

Memilih investasi ini tentunya bisa mencegah Anda terkena value trap. Pasalnya ada beberapa keuntungan reksadana yang bisa Anda nikmati. Keuntungan tersebut salah satunya adalah Anda bisa melakukan diversifikasi tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Selain itu, Aplikasi digibank by DBS ternyata memiliki beberapa keunggulan. Jadi bukan hanya  keuntungan reksadana saja yang bisa Anda nikmati. Keunggulan tersebut antara lain:

  • Menyediakan 50 lebih jenis produk investasi.
  • Memiliki 3 fitur kategori
  • Hanya dengan modal Rp100.000 Anda sudah bisa memulai investasi reksadana.
  • Dapat melakukan pembelian dengan berkala serta fleksibel.
  • Hanya memakai satu aplikasi untuk semua proses transaksi.

Berdasarkan keunggulan di atas bisa Anda ketahui kalau reksadana adalah pilihan investasi yang bisa Anda coba untuk menghindari value trap. Sehingga Anda bisa berinvestasi dengan aman dan tenang.

 Jadi, sudah siap menginvestasikan dana Anda melalui Aplikasi digibank by DBS? Jika iya, silakan mempelajari semua yang berkaitan dengan investasi termasuk keuntungan reksadana melalui informasi yang bisa Anda temukan di sini

Referensi:

https://blog.amartha.com/mengenal-value-trap-cara-deteksi-dan-menghindarinya/
https://pintu.co.id/blog/pengertian-value-trap-dan-cara-menghindarinya
https://investor.id/market-and-corporate/297099/yuk-hindari-value-trap-dalam-berinvestasi-ini-caranya 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *