Otomotif

Ikuti Jepang dan Thailand, Toyota Indonesia Pikirkan Daur Ulang Baterai Mobil Hybrid

11

bismillahirrahmanirrahim, 

Jakarta – Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan Toyota di Indonesia, PT Toyota Astra Motor (TAM), menjadi salah satu produsen otomotif yang gencar meluncurkan mobil berteknologi hybrid. Saat ini, pihak TAM menjadi APM yang paling banyak meluncurkan mobil listrik di Indonesia. Terdapat 4 model yang ditawarkan ke konsumen, yaitu Toyota C-HR Hybrid, Toyota Corolla Altis Hybrid, Toyota Camry Hybrid, dan Toyota Alphard Hybrid.

Selain itu, pihak TAM ternyata sudah memikirkan langkah kedepan, khususnya soal daur ulang baterai. Sebagai informasi, mobil hybrid dibekali dengan dua sumber penggerak, yaitu motor listrik dengan baterai sebagai sumber tenaga listrik dan mesin konvensional.

“Sudah kami pikirkan (daur ulang baterai). Kami sudah bekerja sama dengan beberapa universitas tentang bagaimana cara mendaur ulang baterainya. Misalnya, bisa dihubungkan dengan panel surya, lalu dijadikan laboratorium atau apa lah, sedang kami bicarakan,” ujar Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM.

Selain dengan pihak universitas, pihak Toyota Indonesia juga menunjuk perusahaan yang dinilai berkompeten untuk mengelola daur ulang baterai mobil hybrid. Anton sendiri belum menyebutkan perusahaannya.

“Kami sudah mulai bicara sama mereka, perusahaannya di Indonesia. Kami belajar dari Jepang dan Thailand. Itu (daur ulang) menjadi suatu kewajiban dari kami juga,” jelas Anton.

Masa Garansi Baterai Mobil Hybrid Toyota di Indonesia

Untuk mobil hybrid, Toyota Indonesia memberikan garansi selama lima tahun, termasuk baterai. Pihak Toyota Indonesia merasa yakin kinerja baterai masih dapat diandalkan sepanjang masa periode garansi. Namun, jika baterai mengalami kerusakan dan kualitasnya menurun drastis, Toyota akan mengganti baterainya dengan yang baru.

“Garansi itu kan ada batasnya. Jika baterai tidak bisa diisi ulang atau tidak memberikan daya, saat itu akan kami ganti. Tapi kalau masa pakai sudah terlalu lama dan terjadi penurunan kualitas, itu tidak terlalu signifikan serta masih bekerja dengan baik,” jelas Anton.

Pihak Toyota Indonesia sedang mempertimbangkan untuk menambah masa garansi baterai mobil hybrid. Ini dilakukan agar konsumen tidak terlalu merasa khawatir dengan masalah umur kendaraan dan baterai hybrid.

“Kami sedang mempertimbangkan suatu program yang kami sebut program extended guarantee. Jadi, itu merupakan pilihan jika konsumen ingin mendapatkan program extended guatantee misal sampai 7 atau 10 tahun,” jelas Anton.

Toyota Meluncurkan 10 Mobil Listrik di 6 Segmen

Seperti diketahui sebelumnya, Toyota agresif memasarkan mobil listrik secara global, termasuk di Indonesia. Ini ditunjukkan dari rencana Toyota yang akan meluncurkan sekitar 10 mobil listrik dan dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2020 hingga 2025.

Dari total 10 mobil listrik, enam diantaranya menjadi model global. Empat mobil listrik lainnya dipasarkan di negara-negara tertentu saja. Semua model mobil yang ditawarkan ini hanya mencangkup enam segmen saja, seperti compact cars, medium crossover, medium sedan, medium minivan, medium Sport Utility Vehicle (SUV), serta large SUV.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *