Di sebuah kota yang ramai, hiduplah seorang wanita bernama Maya. Maya adalah seorang profesional muda yang aktif di media sosial. Suatu hari, Maya mengalami masalah dengan rekening banknya. Tanpa pikir panjang, dia memutuskan untuk bertanya di media sosial tentang solusi terbaik untuk masalahnya.

Sayangnya, Maya tidak menyadari bahwa salah satu akun yang memberikan solusi adalah akun palsu yang menyamar sebagai bank yang dia tuju. Akun tersebut memberikan informasi palsu dan meminta Maya untuk mengirimkan detail pribadi dan informasi akunnya.

Terperdaya oleh kedok yang meyakinkan, Maya tanpa curiga memberikan informasi yang diminta. Tanpa disadarinya, tindakan tersebut membuka pintu bagi pelaku social engineering untuk mengakses dan menguras uang dari rekening Maya.

Saat Maya menyadari kejadian tersebut, uangnya telah hilang dan dia menjadi korban dari serangan social engineering yang licik. Merasa terkecoh dan kehilangan kepercayaan, Maya belajar dari pengalaman pahitnya dan mulai meningkatkan kesadaran akan keamanan online serta pentingnya untuk selalu waspada terhadap upaya penipuan seperti ini.

Waspada! Rekening Kering Mengintai Gara-gara Social Engineering! Kamu pernah dengar istilah social engineering? Atau mungkin kamu pernah mendengar cerita teman atau tetangga yang tiba-tiba kehilangan uang di rekeningnya seperti cerita Maya tadi? Kalau kamu pernah mendengar cerita  yang tiba-tiba kehilangan uang di rekening seperti kisah di atas, bisa jadi, itu adalah salah satu korban modus penipuan yang marak saat ini adalah social engineering.

Apa itu Social Engineering?

Sudah pernah mendengar istilah social engineering? Yuk kita kenalan dengan social engineering biar kita terhindar dari modus kejahatan yang satu ini. 

Social engineering adalah teknik penipuan yang memanfaatkan psikologis korban untuk mendapatkan informasi atau akses ke akun mereka. Penipu biasanya akan berpura-pura menjadi orang lain yang terpercaya, seperti karyawan bank, kurir, atau bahkan teman dekat.

Mereka akan menggunakan berbagai cara untuk memanipulasi korban, seperti:

  • Membuat rasa panik atau terburu-buru dengan mengatakan bahwa ada masalah dengan akun korban yang harus segera diselesaikan.
  • Menawarkan hadiah atau keuntungan yang menarik agar korban tergoda untuk memberikan informasi pribadi atau mengklik tautan berbahaya.
  • Memanfaatkan rasa ingin tahu korban dengan memberikan informasi yang menarik atau teka-teki.

Kalau beberapa tahun yang lalu sering mendengar kisah penipuan kena hipnotis, social engineering ini merupakan salah satu bentuk kejahatan hipnotis di era zaman digital.

Kenali 4 Modus Social Engineering Baru

Di era digital ini, kita dimudahkan dengan berbagai aplikasi dan platform online. Namun, kemudahan ini juga dimanfaatkan para penipu untuk melancarkan aksi jahat mereka, salah satunya melalui social engineering.

Cerita Maya di atas tadi memang hanya cerita fiksi, tapi kenyataannya belakangan ini, marak modus social engineering baru yang perlu diwaspadai. Biar kamu terhindar jadi korban social engineering, yuk kenali beberapa modus yang biasanya dilakukan oleh penjahat:

1. File Foto Berupa Aplikasi Palsu:

Penipu mengirimkan file foto yang menyerupai aplikasi resmi, seperti aplikasi bank atau e-commerce, melalui pesan singkat atau email. Ketika file foto tersebut dibuka, korban akan diarahkan ke aplikasi palsu yang didesain mirip dengan aplikasi asli.

Tanpa sadar, korban memasukkan data pribadi dan login mereka, sehingga penipu dapat mengakses akun dan menguras isi rekening.

2. Undangan Berupa Aplikasi Palsu:

Penipu mengirimkan undangan rapat online atau acara menarik lainnya melalui pesan singkat atau email. Undangan tersebut biasanya berisi tautan untuk mengunduh aplikasi yang diperlukan untuk mengikuti acara.

Namun, aplikasi yang diunduh tersebut adalah aplikasi palsu yang dapat mencuri data pribadi dan login korban.

3. Link Modus Perubahan Tarif:

Penipu mengirimkan pesan singkat atau email yang menginformasikan tentang perubahan tarif layanan, seperti tarif listrik, internet, atau pulsa. Pesan tersebut biasanya berisi tautan untuk memperbarui data agar terhindar dari pemblokiran akun.

Tautan tersebut mengarah ke situs web palsu yang didesain mirip dengan situs web resmi. Ketika korban memasukkan data pribadi dan login mereka, penipu dapat mengakses akun dan melakukan transaksi penipuan.

4. Iklan Palsu di Media Sosial:

Penipu memasang iklan palsu di media sosial yang menawarkan produk atau jasa dengan harga yang sangat murah. Biasanya, iklan tersebut menyertakan nomor telepon atau tautan yang dapat dihubungi untuk melakukan pemesanan.

Ketika korban menghubungi nomor telepon atau mengklik tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke situs web palsu atau diminta untuk memberikan data pribadi dan login. Penipu kemudian dapat menggunakan data tersebut untuk melakukan penipuan.

Tips Terhindar dari Modus Social Engineering

Akan selalu ada bentuk social engineering baru yang lebih canggih dan rapi, sehingga perlu diwaspadai agar terhindar dari kerugian finansial. Jangan sampai kamu juga menjadi korbannya. Berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti untuk terhindar dari modus social engineering:

  • Periksa kembali keaslian file foto, undangan, atau link yang kamu terima. Pastikan berasal dari sumber yang terpercaya.
  • Jangan mudah tergoda dengan tawaran yang tidak masuk akal. Penipu biasanya menawarkan harga yang sangat murah atau hadiah menarik agar korban tergoda.
  • Selalu periksa URL situs web sebelum memasukkan data pribadi. Pastikan URL tersebut sesuai dengan situs web resmi.
  • Jangan pernah memberikan data pribadi atau login kamu kepada orang lain.
  • Gunakan password yang kuat dan ubahlah secara berkala.
  • Pastikan perangkat kamu terinstal antivirus dan selalu diupdate.
  • Jangan mudah percaya dengan orang asing yang menghubungi kamu melalui media sosial, email, atau telepon.
  • Jangan panik jika kamu menerima pesan yang membuat merasa terancam atau terburu-buru.
  • Selalu periksa kembali informasi yang kamu terima. Hubungi langsung pihak bank atau perusahaan terkait untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Ingatlah, selalu waspada dan berhati-hatilah dalam beraktivitas di dunia digital. Jangan mudah memberikan informasi pribadi atau mengklik tautan yang mencurigakan. #BilangAjaGak kalau tiba-tiba kamu dihubungi oleh orang atau nomor yang tidak kamu kenal atau kamu curigai. 

Pemahaman yang mendalam tentang social engineering adalah kunci dalam melindungi diri dan #MemberiMaknaIndonesa dengan bijak dalam menghadapi ancaman keamanan digital yang semakin kompleks.

Semoga dengan mengikuti tips di atas, kita semua dapat terhindar dari social engineering dan menjaga keamanan keuangan. Selain  mengikuti tips-tips tadi, kamu juga bisa mencari informasi seputar edukasi keamanan  rekening  dari Bank BRI melalui situs https://bri.co.id/briedukasi

Lindungi diri dari social engineering, lindungi rekening kita!

Kejahatan bukan terjadi hanya karena ada niat pelakunnya, tapi juga karena ada kesempatan.

Bang Napi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *