5 Pantai Idaman di Pacitan, The Paradise of Java

Bismillahirohmanirohim,

foto milik wikipedia

Kabupaten Pacitan terletak di ujung Barat Daya Provinsi Jawa Timur, dengan kota Pacitan menjadi ibukotanya. Nama Pacitan menjadi terkenal ketika Bapak Susilo Bambang Yudhoyono  menjadi Presiden Republik Indonesia yang ke-6. Sebagai pria kelahiran Pacitan, tak jarang beliau memperkenalkan kecantikan kampung halamannya pada dunia. Lewat foto-foto yang suka diunggah Ibu Ani Yudhoyono di akun media sosialnya, tanpa perlu mikir panjang aku pun langsung memasukkan Pacitan ke dalam wish list tujuan wisata impianku.

Pacitan The Paradise of Java

Rasanya tidak belebihan apabila aku menyebut Pacitan sebagai The Paradise of Java, sebagaimana sebutan yang tengah digaungkan oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan. Kabupaten Pacitan secara wilayah administratif terbagi dalam 12 kecamatan, 166 desa, dan 5 kelurahan.  Wilayah Kabupaten Pacitan ini berupa pegunungan dan berbukit-bukit, juga berada dalam wilayah karst. Tak heran kalau Pacitan memiliki sebutan sebagai Kota Seribu Goa. Salah satu goa yang terkenal di Pacitan adalah Goa Gong yang disinyalir merupakan salah satu goa terindah se-Asia Tenggara. Tak jarang di daerah pegunungungannya pun ditemukan fosil manusia purba dan alat-alat purbakala.

Selain pegunungan dan goa, Pacitan juga memiliki banyak sekali pantai-pantai yang menawan. Meskipun hanya 4,3% dari luas wilayah Kabupaten Pacitan yang merupakan daerah tepi pantai, tapi wisata pantai terhampar luas di Kabupaten Pacitan ini. Dengan adanya gunung, goa, dan pantai, Pacitan memiliki potensi sebagai Kota Pariwisata.

Akhir 2014 lalu aku sempat memasukkan Pacitan sebagai salah satu titik perhentian dalam acara road trip aku dan sepupuku melintasi pulau Jawa. Menikmati pantai Pacitan sudah tentu menjadi alasan aku saat membuat itinerary. Sayangnya permintaanku untuk bermalam di Pacitan ditolak, aku harus berpuas diri untuk sekedar mampir di Kabupaten Pacitan. Namun akhirnya kami urung berhenti menikmati senja di salah satu pantai Pacitan akibat matahari yang sudah keburu tenggelam ketika kami memasuki kota Pacitan. Masih terekam dalam ingatan aku sampai saat ini bagaimana ketika kendaraan melintasi jalanan provinsi Kabupaten Pacitan, mataku menatap jauh ke arah lautan, berharap bisa berada di tempat itu.

Tiga tahun telah berlalu, dan  sampai saat ini aku masih belum mendapatkan kesempatan untuk kembali ke Kabupaten Pacitan. Padahal mimpi menyusuri pantai-pantai di Pacitan masih terus bermain dalam benakku. Entah kapan hari itu akan tiba, aku akan tetap berdoa agar suatu saat Allah mengabulkan mimpiku ini. aamiin

5 Pantai yang Wajib di Kunjungi Saat Berada di Kabupaten Pacitan

Pacitan itu seperti surganya pantai. Ada sekitar 77 pantai yang terbentang dari ujung barat Kecamatan Donorojo hingga ujung timur Kecamatan Sudimoro di Kabupaten Pacitan. Kalau kita memiliki waktu beberapa hari di Kabupaten Pacitan tidak ada salahnya untuk mengunjungi keseluruhan pantainya, karena tiap pantai sudah pasti menawarkan pesonanya tersendiri. Tapi bagaimana kalau kita tidak memiliki cukup waktu untuk mengunjungi sebagian pantai yang ada di Pacitan?  Pantai mana saja yang harus dituju lebih dulu?

Enggak usah khawatir, melalui tulisan ini aku ingin membagi 5 pantai yang menurut aku wajib dikunjungi terlebih dahulu apabila berada di Kabupaten Pacitan.

1. Pantai Klayar

foto milik akun pacitan_paradise

Pantai Klayar menjadi destinasi pantai paling wajib dikunjungi kalau berada di Pacitan. Berada di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, sekitar 40  km ke arah barat dari kota Pacitan. Perjalanan menuju pantai Klayar ini memang berliku-liku dan naik turun, tapi semua itu aku rasa sepadan dengan hamparan pasir putih yang siap menyambut kedatangan kita.

Sayangnya ombak di Pantai Klayar ini sangat besar, sehingga pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang. Tapi tak usah bersedih hati, karena daya tarik utama di Pantai Klayar ini bukalan hamparan pasir putih dan birunya air laut, melainkan batu karang raksasa. Batu karang ini memiliki celah sehingga apabila ombak datang mengenai batu karang, sebagian airnya akan masuk ke bawah batu dan akan menyembur ke atas seperti air mancur. Tak tanggung-tanggung air mancur ini katanya bisa mencapai ketinggian sampai dengan 10 m. Air mancur ini juga disertai suara yang mirip dengan suara siulan, sehingga sering disebut juga dengan seruling laut

2. Pantai Banyu Tibo

foto milik akun destinasinusantara

Pantai berikutnya yang menurut aku menarik untuk dikunjungi adalah Pantai Banyu Tibo. Sesuai dengan namanya yang memiliki arti air jatuh, pantai ini memiliki air terjun yang langsung turun ke pantai selatan. Air yang jatuh ini berasal dari sumber mata air yang berada di sekitar pantai. “Air terjun” ini merupakan air tawar yang tidak berasa asin. Uniknya lagi, air yang jatuh ini tidak pernah kering meskipun kemarau panjang tengah melanda.

Pantai ini terletak di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo, desa yang berada di perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah. Rute menuju Pantai Banyu Tibo ini hampir sama dengan arah menuju Pantai Klayar, karena keduanya berada di kecamatan yang sama.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Pantai Banyu Tibo ini adalah ketika sedang surut. Garis pantai ini tidaklah luas dan cenderung sempit dan berombak tinggi, sehingga apabila sedang pantai ini akan lebih sempit lagi.

3. Pantai Buyutan

foto milik akun cella_noviet

Masih berada di Kecamatan Donorojo, pantai Buyutan ini Desa Widoro, desa yang sama dengan Pantai Banyu Tibo. Pantai Buyutan ini merupakan salah satu surga yang tersembunyi di Kabupaten Pacitan.

Ciri khas Pantai Buyutan adalah batu-batu karang yang beraneka bentuk. Mulai dari bentuk perahu hingga bentuk mahkota dewa. Mitos yang beredar adalah batu tersebut dulunya adalah mahkota Dewa Nerada yang jatuh saat sedang terbang melintasi wilayah ini.

Pantai Buyutan memiliki garis pantai yang cukup panjang dengan pasir putih yang lembut. Pantai ini menjadi tempat yang sempurna untuk berkemah. Terlebih lagi dengan adanya sumber mata air yang bisa digunakan untuk kebutuhan masak, minum, juga mandi.

4. Pantai Karang Bolong

foto milik akun pacitan_paradise

Masih berada di Kecamatan Donorojo, pantai ini dikelilingi oleh tebing karang. Pantai Karang Bolong merupakan tetangga Pantai Klayar, lebih tepatnya sebelah barat Pantai Klayar. Bahkan untuk akses masuknya pun menjadi satu dengan Pantai Klayar.

Sepertinya Pantai Karang Bolong ini lebih tepat disebut dengan Teing Karang Bolong, bentuknya yang berupa tanjung. Di bagian bawah tebing ini terdapat lubang yang terjadi akibat abrasi ombak yang menghantam tebing ini. Di bagian barat Karang Bolong terdapat air tejun yang langsung jatuh ke laut. Sifatnya memang hanya musiman, sehingga belum tentu kita akan melihatnya saat berkunjung ke Pantai Karang Bolong ini.

5. Pantai Kasap

foto milik akun pacitan_pardise

Pantai Kasap ini berada di Desa Jlubang, Kecamatan Pringkuku, lokasinya berdekatan dengan Pantai Watukarang, Pantai Sruni, dan Pantai Srau, sehingga apabila masih memiliki cukup waktu tidak ada salahnya sekalian mengunjungi pantai-pantai sekitarnya. Sebagaimana umumnya karakter pantai-pantai di Kabupaten Pacitan, Pantai Kasap ini juga memiliki pasir putih dan ombak besar. Garis pantainya sempit melengkung terapit tebing di sisi kanan dan kirinya.

Pantai Kasap ini disebut-sebut sebagai Raja Ampat KW-nya Pacitan. Sebutan ini tidak asal sebut. Karena memang apabila dilihat dari atas bukit yang berada di sisi kiri pantai, sekilas akan tampak seperti Raja Ampat.

Ayunan Instagramable di Pacitan Indah

foto milik akun 1001wisatapacitan

Itu tadi lima pantai yang jadi wish list aku kalau aku menjejakkan kaki di Kabupaten Pacitan kembali. Sebenarnya masih banyak wisata lainnya yang ingin aku kunjungi. Apalagi baru-baru ini aku mengetahui kalau ternyata ada ayunan kekinian di Pacitan. Hmmm…sepertinya itu pun harus aku kunjungi.

Ayunan kekinian ini berada disebuah kawasan yang disebut Pacitan Indah. Terletak di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Pacitan Indah ini berada di hutan mahoni. Bayangkan naik ayunan sambil menatap pantai dikejauan. Yang bikin aku tertarik saat melihat foto-foto ayunan ini karena waktu yang seolah bebas kapan saja, alias bisa pagi, siang, atau malam hari. Selain ayunan, kita juga bisa melihat pemandangan Pacitan dari atas di gardu pandang.

Jadi kapan ke Pacitan? Aku sih kalau saldo mencukupi dan Mas Met bisa diculik cuti lagi akan menjawab secepatnya ke Pacitan. Rasanya makin enggak sabar untuk bisa mengunjungi The Paradise of Java ini. Kalian sudah pernah berkunjung ke Pacitan? Ayo ceritain gimana keindahan alam di sana. Bikin aku ngiler lewat komentar-komentar kalian.

” Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Pacitan Paradise Of Java yang diselengarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pacitan”

 

2 Comments

  1. pacitan keren banget mbak…tapi sayang kurang terekspos secara luas,, semoga keberadaan destinasinya tetap lestari sampai kapan pun….

  2. MashaAllah….
    Aku baru tau, teh Di…kalau Pacitan adalah destinasi wisata yang memiliki banyak RAHASIA.

    Dan suka banget sama foto-fotonya…kebayang ngambilnya dari ketinggian berapa ituu….bisa syantiik begituu??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *