wisata braga
Traveling Blog Competition Jawa Barat

Usai Pandemi Covid-19, Aku Ingin Jalan-Jalan Menyusuri Braga. Ini Dia 13 Aktivitas yang Ingin Aku Lakukan

bismillahirrahmanirrahim, 

Kamu mau kemana bila pandemi Covid-19 ini sudah berakhir?

Ada banyak tempat yang ingin aku kunjungi untuk menjawab pertanyaan itu. Aku ingin ke sana dan kemari, berkeliling ke banyak tempat. Aku ingin pulang ke Bandung, aku ingin liburan ke Jogja, aku juga ingin pulang ke Bondowoso sambil melakukan road trip biar bisa mampir di banyak tempat. Banyak banget ya? ahahahahaha

3 bulan di rumah aja sudah pasti semakin membuat aku sakaw piknik. Biasanya 2 minggu di rumah aja, aku akan berteriak minta main ke Kota Tua, Monas, museum, atau taman manapun. Pokoknya pergi main!

Tanpa adanya pandemi ini saja biasanya aku tuh enggak bisa diam dan senang membuat rencana traveling. Apalagi di masa seperti ini, 3 bulan diam di rumah, enggak bisa jalan-jalan. Isi kepala aku melanglang buana menyiapkan sejumlah rencana traveling saat nanti pandemi Covid-19 ini sudah berakhir. Salah satu yang aku inginkan adalah menyusuri jalan Braga di Bandung.

13 Aktivitas Sekitar Jalan Braga Bandung yang Dirindukan

Jakarta punya Kota Tua, Semarang punya Kota Lama, dan Bandung punya jalan Braga yang selalu bikin aku nyaman dan penuh kenangan sejak kecil. Sebenarnya rencana menyusuri jalan Braga ini sudah akan aku agendakan sejak April kemarin.

Jalan Braga adalah nama sebuah jalan utama di kota Bandung. Jalanan ini merupakan salah satu jalanan utama pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Berasal dari bahasa sunda ngabaraga yang berarti bergaya, tak heran bila di sepanjang jalan ini berjejer bangunan tua yang dulunya adalah pertokoan untuk bergaya.

Kenapa sih aku begitu menyukai jalanan ini? Suasana jaman dulu yang ditawarkan sepanjang jalan ini selalu membuat aku merasa betah berada di sini ditemani kamera. Sebenarnya kalau bilang aku ingin menyusuri jalan Braga, bukan berarti hanya terpaku pada satu jalanan ini saja, tapi juga jalan Asia Afrika hingga daerah Pasar Baru akan turut aku nikmati.

Seandainya pandemi Covid-19 ini berakhir, dan aku benar-benar bisa kembali ke Bandung, ini dia 7 aktivitas yang ingin aku lakukan di sepanjang jalan Braga.

1. Foto-foto di Sepanjang jalan Braga – Asia Afrika

Siapa yang kalau traveling alasannya selain untuk refreshing tapi juga biar stok foto semakin bayak? Aku banget itu. Itulah sebabnya kenapa aku selalu betah main menyusuri sepanjang jalan Braga hingga Asia Afrika. Wilayah ini tuh instagramable banget. Deretan bangunan tua yang kini menjelma jadi tempat makan cakep banget buat jadi background foto. Apalagi di sepanjang jalan kini ada bangku-bangku untuk duduk dan berpose sejenak, yang pastinya akan membuat kita enggak akan kehabisan ide buat bergaya. ehehe….

2. Ngopi di Toko Kopi Djawa

Ada banyak kafe di sepanjang jalan Braga. Toko Kopi Djawa merupakan salah satu yang menurut aku wajib banget untuk dikunjungi bila sedang berada di wilayah ini.

Saat kecil aku mengenal tempat ini sebagai toko buku Djawa. Tapi sejak 2019 lalu, tempat disulap menjadi kedai kopi. Suasana jadul tetap terasa. Bahkan font tulisan “DJAWA” yang yang digunakan di kaca etalase masih sama.

Bagian dalam dari tempat ngopi ini juga enggak kalah nyaman. Suasana vintage dan etnis dengan adanya kain tenun sebagai dekorasi memberikan kesan homey. Sebagai pecinta kopi, usai pandemi nanti, aku inginmemesan Kopi Awan,yakitu kopi susu dengan gula aren. Tapi kalau kamu bukan pecinta kopi, asem jawa di Toko Kopi Djawa juga segar segali.

3. Sumber Hidangan

pic source: IG @pudpoto

Selain terkenal dengan toko-toko fashion, sejak dulu jalan Braga juga terkenal dengan toko rotinya. Kalau kamu pernah menonton film Madre atau membaca tulisan karya Dewi Lestari ini, bukan tak mungkin kamu akan langsung teringat akan toko roti milik Hansen saat berkeliling di jalan ini.

Sumber Hidangan, salah satu tempat makan yang menawarkan roti dan kue kering. Terletak di jalan Braga no 20-22, tempat makan yang dulunya bernama Het Snoephuis ini sudah ada sejak tahun 1929.

Harap lupakan wifi dan sofa nyaman yang umumnya akan kamu temui di tempat-tempat makan kekinian. Di sini kamu akan disuguhi interior bangunan khas gaya zaman Belanda. Tapi justru inilah yang menjadi daya tariknya, selain menu yang ditawarkan. Sebuah nostalgia pada masa lalu.

4. Braga Permai Resto & Cafe

Another tempat makan legend di jalan Braga yang wajib banget dikunjungi. Letaknya ada di jalan Braga no 58, Bandung. Braga Permai Resto & Cafe ini merupakan restoran tertua di Bandung yang sudah ada sejak 1923. Banyak yang menyarankan untuk menikmati sarapan di tempat ini.

Aku sendiri sudah lama tidak makan di Braga Permai Resto & Cafe. Kalau tidak salah ingat, terakhir kali aku ke sini saat masih SMA bersama mama. Sudah lama banget itu. Tadi sempat lihat dari akun medsos mereka, kalau ternyata sejak Maret 2020 Braga Permai Resto & Cafe ini sedang melakukan renovasi. Hmmm kira-kira bakal seperti apa ya nanti? Tak sabar menanti bisa bebas traveling lagi.

5. Museum Konfresnsi Asia Afrika

Puas dengan makanan, mari belajar sejarah sejenak. Museum Konfrensi Asia Afrika adalah saksi tempat dimana delegasi dari 29 negara berkonferensi untuk menyatakan perdamaian dunia pada tahun 1955.

Bukan sekadar belajar sejarah, tapi di tempat ini juga tersedia ruang baca. Ruangannya cukup nyaman untuk membaca atau bila kamu ingin menikmati me time dengan menulis. Sst… tidak ada biaya tiket yang dikenakan untuk masuk ke museum yang terletak di Jl. Asia Afrika No.65.

Tempat favorit aku di sini? Kamar mandinya! Gemesin dan vintage banget. Foto-foto di kamar mandi jadi kegiatan wajib aku kalau ke sini.Cobain juga deh.

6. Roemah Makan 88

Makan lagi? Ahahahaha…. Jalan-jalan versi aku memang lebih banyak untuk foto-foto, makan, dan ngopi. Yang penting hati bahagia bukan?

Roemah Makan 88 ini jelas berbeda dengan Braga Permai Resto & Cafe ataupun Sumber Hidangan. Ini bukanlah rumah makan jadul yang legendaris. Bahkan rumah makan ini jarang dikunjungi turis. Tapi buat aku, rumah makan ini puya kenangan tersendiri sehingga wajib banget makan siang di sini kalau lagi di sekitar Braga.

Roemah Makan 88 ini terletak di jalan Braga no 88. Pemiliknya dulu merupakan mantan karyawan salah satu hotel yang tak jauh dari sini. Rumah makan ini lebih sering dikunjungi oleh karyawan-karyawan yang bekerja di sekitar sini, tidak terkecuali aku saat masih menjadi karyawan di hotel yang sama dengan tante pemiliknya.

7. Alun-Alun Bandung

Setelah puas mengoprek jalan Braga dan Asia Afrika, sekalian saja lanjut ke alun-alun Bandung. Alun-alun ini semakin keren dan tampak moderen dengan adanya rumput sintetis di halaman Masijd Raya Bandung. Jangan lupa untuk melepas alas kaki terlebih dahulu ya bila ingin menikmati tempat ini.

Selain bermain di alun-alun, kita bisa juga menikmati panorama kota Bandung dari menara masjid. Kita hanya perlu merogoh uang sebesar Rp 7.000 untuk naik ke atas dengan lift. Aku juga belum pernah nih masuk ke dalam masjidnya. Jadi makin penasaran inginpulang ke Bandung.

8. Naik Bandros

Sudah pernah mencoba naik Bandung Tour on Bus alias Bandros? Aku belum dong! ahahahaha…. Semenjak gagal naik Bandros beberapa tahun yang lalu, sampai sekarang aku masih belum mencoba lagi.

Salah satu halte tempat naik Bandros ada di dekat alun-alun Bandung. Dengan tiket sebesar Rp 20.000 kita bakal diajak berkeliling melewati lapangan Gasibu, Taman Cibeunying, Taman Superhero, Taman foto, Gedung Merdeka, Alun-alun Bandung dan Braga.

10. Plaza Cikapundung Riverspot

pic source: IG @infobdgcom

Satu lagi tempat wisata selfi yang agak baru di Bandung, Plaza Cikapundung Riverspot. Katanya ruas jalan Cikapundung Timur sepanjang sekitar 80 meter ini  bertransformasi jadi ruang publik ala Eropa.

Di tengah Plaza Cikapundung River Spot ada air mancur menari-menari setiap satu jam sekali pada jam 7.00 – 10.00 pagi hari, serta jam 07.00 – 10.00 malam hari.

Sepertinya akan menyenangkan berkunjung ke tempat ini. Mari kita masukan ke dalam agenda aktivitas di sekitar jalan Braga Bandung yang akan aku lakukan bila pemerintah menyatakan masa pandemi Corona-19 ini sudah berakhir.

11. Warung Nasi C’ Mar

pic source: ig @juvianky

Ini adalah list titipan suami. Katanya saat dia training di Bandung dulu, paling senang malam-malam diajak makan di Warung Nasi C’Mar. Tempat makan ini memang cukup legend dan terkenal. Konon katanya ambience di Warung Nasi C’Mar ini syahdu. Semakin malam, semakin adem, dan ramai.

Menu makanan yang ditawarkan di Warung Nasi C’Mar cukup bervariasi, mulai dari batagor hingga iga bakar dan tumis genjer ada di sini. Kalau kamu sampa penasarannya dengan aku apa yang bikin tempat ini terkenal, silakan berkunjung ke Jl. Braga no 29, ya.

12. Menginap di sekitar Braga

Ini nih salah satu yang bikin aku merencanakan wisata Braga dari beberapa bulan lalu, menginap di sekitar Braga. Biasanya kalau aku ke Bandung, aku pasti menginap di rumah Mamih, jauh dari pusat kota.

Tapi sekarang sudah tak ada lagi rumah Mamih buat aku pulang. Saatnya mencari hotel di Bandung untuk menginap. Apalagi Braga adalah wilayah yang selalu ramai dikunjungi. Malas juga bukan kalau harus diburu-buru. Makanya aku ingin sekali menginap di sekitar Braga, biar tinggal jalan kaki saja kemana-mananya.

Untungnya hotel murah di Bandung itu mudah mencarinya. Eits, murah bukan berarti murahan ya. Biasanya aku senang memesan kamar di RedDoorz. Bagi yang belum tahu, RedDoorz merupakan jaringan penginapan budget online terbesar di Indonesia. Apalagi tagline RedDoorz adalah “Akomodasi terbaik dengan harga terjangkau”, pas banget buat yang hobi traveling seperti aku, tapi enggak mau mahal-mahal bayar pengipan ehehehe…

13. Hangout di Starbucks Asia Afrika

Last but not least sih, hal yang ingin aku lakukan kalau liburan ke Bandung bila masa pandemi ini berakhir. Nongkrong sama teman-teman di Starbucks Asia Afrika.

Jangan salah, ada 2 Starbucks di jalan Braga, tapi favorit aku terletak di jalan Braga no 2. Letaknya persis dipersimpangan jalan Braga dan Asia Afrika. Yang buat aku terasa spesial adalah ambience-nya. Aku bisa menikmati jalanBraga sekaligus jalan Asia Afrika. Dua jalanan yang menurut aku cantik sekali dengan bangunan-bangunan tuanya.

Jadi, siapa nih temen bloger Bandung yang mau menemani aku ngopi-ngopi cantik di tempat ini saat nanti pandemi covid-19 sudah usai?

Tips Traveling Sehat The New Normal

Saat nanti pandemi berakhir, tentunya tidak semuanya bisa sama seperti dulu lagi. Ada tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi yang tentunya akan kita rasakan, agar tidak sampai tertular virus corona yang kemungkinan masih akan terus ada.

The new normal, begitu istilah yang digunakan untuk menjelaskan kondisi usai pandemi ini. Bukan berarti kita tidak bisa lagi bersenang-senang traveling, kita hanya harus waspada untuk mencegah. Nah, ini dia tips traveling sehat di era the new normal ala Dian Ravi.

Gunakan selalu masker

Di masa seperti ini hingga nanti saat pandemi berakhir,masker menjadi barang wajib yang harus selalu kita kenakan saat berada di luar rumah, juga saat mengobrol dengan orang lain.

Kita sama-sama tahu, salah satu penularan virus corona ini adalah melalui droplets atau tetesan cairan yang keluar saat batuk dan bersin. Karenanya penting banget untuk selalu menggunaka masker.

Rajin cuci tangan

Aku cukup yakin sih selama ini kita juga rajin cuci tangan. Tapi sampai sebersih apa selama ini kita kita mencuci tangan kita? Berapa lama kita membersihkannya? Sesering apa kita mencuci tangan?

Usahakan juga untuk selalu membawa hand sanitizer atau sabun batang untuk membersihkan tangan. Apalagi saat traveling, tentunya kita akan memegang barang-barang milik umum.

Jaga jarak aman

Usahakan untuk menghindari kerumuman dan menjaga jarak dengan orang lain sekitar 1-2 meter. Tahan diri untuk berjabat tangan apalagi sampai berpelukan saat bertemu dengan sahabat dan kerabat ya.

Bawa peralatan shalat sendiri

Ini PR aku! Beberapa tahun terakhir ini aku manja suka males bawa mukena. Soalnya dimana-mana hampir disediakan mukena. Aku tinggal pinjam. Tapi aku janji, mulai sekarang aku akan bawa mukena dan sajadah sendiri. Kamu juga ya!

Pilih penginapan yang dijamin kebersihannya

Lagi-lagi untuk yang satu ini, RedDoorz jawabannya. Karena ternyata semua properti RedDoorz mengikuti program sertifikasi kebersihan yang diadakan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI). Program ini diberi nama HygienePass, dimana ketika kita menginap di RedDoorz, kita akan mendapatkan perlakuan khusus dari kami dalam memerangi virus COVID19 seperti pengukuran suhu tubuh dan kondisi kesehatan dan survei riwayat perjalanan 14 hari terakhir. Bukan hanya itu saja, tapi seluruh staff hotel wajib mengenakan masker, serta dilakukan pembersihan dan desinfeksi properti terjadwal. Insya Allah menginap di properti milik RedDoorz jadi lebih tenang ya.

Nah, sudah siap untuk liburan kembali? Tunggu kode aman dari pemerintah ya. Mari kita berdoa semoga kondisi bisa segera membaik. Kalau kamu mau kemana saat pandemi Covid-19 ini sudah berakhir? Ceritain dong di kolom komentar.

Aku pamit dulu ya. Mau ngayal trip berikutnya setelah dari Braga kemana lagi.

Tulisan ini diikut sertakan dalamlomba blog RedDoorz dengan tema “destinasi wisata yang menarik untuk kunjungi setelah pandemi COVID-19 berakhir”.

108 thoughts on “Usai Pandemi Covid-19, Aku Ingin Jalan-Jalan Menyusuri Braga. Ini Dia 13 Aktivitas yang Ingin Aku Lakukan”

  1. Auto rindu makan es krim di Braga Permai. Legend banget itu tuh. Corona buruan pergi gih. Biar bias jalan-jalan lagi

  2. haaaa kangen sekali jalan2 sambil jajan2 di area braga . Semoga pandemi segera selesai biar bisa jalan2 tanpa was2

  3. Hayu atuh nanti liburan ke Bandung bareng. Tapi jangan cuma keliling Braga aja. Pengen ke kafe-kafe lucunya juga.

  4. aku pernah nih sendirian keliling sekitar Braga berhari-hari. Nginepnya juga di penginapan backpacker di jalan Braga. kayanya sekarang jadi property RedDoorz deh.

  5. duhhh kaki sudah gatal ingin jalan jalan dan menghempasss semua kegalauan hati ya kak, Jadi keinget dulu pernah eksplore jalan Braga selama 3 harian dan menikmati semua kulinernya. puaaaas banget dan kepengen ngulang lagi ntar

    1. kaki gatel ingin bertualang, tapi kantong jebol kelamaan di rumah jajan mulu. gimana dong ini??

      heiiii 3 harian explore braga? puas banget ih itu mah pasti. aku iri, mau juga

  6. Ternyata cuma menyelesuri satu jalan saja bisa bisa banyak mengunjungi beberapa tempat di braga. Boleh juga nih mampir makan batagor c’mar

    Semoga covid-19 berlalu biar terlaksana impian jalan di braga

  7. Seru nih, Mbak Dian. saya langsung mupeng ingin jalan-jalan ke jalan Braga. Soalnya belum pernah hahaha. Dan jalan Braga ini sudah terkenal sejak dulu di novel-novel dan lagu.
    Semoga pandemik segera berakhir, agar saya bisa segera jalan-jalan ke Bandung, termasuk ke jalan Braga.

  8. Beberapa kali ke Bandung g tau pernah ke mana aja, maklum acara rame2 kl g studi tour pas SMP ya outing sama temen sekantor. Yg ada ngikut aja mereka mau ke mana

  9. Aku penasaran pengen naik Bandros. Di Semarang ada bus tur juga tapi antrinya puanjang banget. Kalau Bandros antri kaya gitu juga gak ya? Yang pasti, jalan-jalan new normal itu akan berbeda

  10. Wuaaa.. sudah lamaa pengen jalan santai di bandung… braga,asia afrika, balai kota.. hmm teduh dan adem ya.. tapi belum kesampaian terus.. adanya main ke bandung on duty terus jadi ga bisa santai… ikutan doa ah semoga pandemi berakhir dan bisa ikut mba dian main ke braga.. #eh

  11. Saya juga termasuk warga Bandung yang gagal naik Bandros, hihihi
    Sampai sekarang belum kesampaian keliling Bandung naik Bandros.
    Kalau soal Braga dan alun-alun, itu mah tempat main favorit, deh!

  12. Kangen street photography yaa, teh…
    Banyak banget bertebaran street photography yang mengambil lokasi paling epic di bandung. jalan Braga.
    Bahkan sesekali, ada juga yang bikin foto pre-wed.

    Sungguh mengagumkan memang kota Bandung ini.

  13. Kangen banduuuuung :'( baru pernah sekali ke Bandung dan cuma kaya mampir aja di alun2 sama sekitarnya nyari jajanan malem. Postingan ini lengkap banget jadi aku kalau ke Bdg ga bakal bingung lagi deh huhu apalagi naik busnya, belum pernah aku naik itu mauuuu. Btw jd kangen jalan2 hwaaa

    1. aku kmaren tuh mau ngajak ponakan. eh ujan. batal dong. supir bandrosnya bilang ga beroperasi. ya udah kita turun lagi. ga lama, dia berangkat…………..

  14. Ajaklah aku ke Jalan Braga ini, Mbak Dian. Kelihatannya sangat asyik dan kamu bisa jadi guide yang baik.
    Saat di Braga dulu saya cuma muter aja nggak banyak tahu. Tahunya setelah baca bukunya.

    1. ayo kalau gitu, mbak. kita muter-muter bareng di braga dan sekitarnya. aku juga ga fasih sih. apalagi kalau dari sisi sejarah. aku mah apalnya kape ke kape nya

  15. Ajaklah aku ke Jalan Braga ini, Mbak Dian. Kelihatannya sangat asyik dan kamu bisa jadi guide yang baik.
    Saat di Braga dulu saya cuma muter aja nggak banyak tahu. Tahunya setelah baca bukunya. Makanya pengen ke sana lagi

  16. bandung
    selalu saya rindukan
    biasanya 2x setahun ada ke sini
    tapi tahun ini ga mungkin karena lagi pandemi
    jalan braga memang dirindukan ya
    pernah jalan kaki di sini menikmati malam
    aduh jangan dilanjutkan..ntar jd baper..eh

    1. huaaaaaaaaaaaaaaa aku kangen banget sama Bandung, Mbak. Biasanya setaun entah berapa kali pulang ke Bandung aku tuh. Terakhir ke Bandung akhir tahun pas nenek meninggal. trus blom balik balik lagi

  17. RedDoorz itu emang andalan banget buat traveling jadi lebih murah ya. Gue juga kalau kemana-mana seringkalinya nginep di RedDoorz. Udah punya aplikasinya belum?

  18. seru juga nih jalan-jalan di Bandung kaya gini. cuma suka bingung mikirin pengeluarannya aja kalau liburan tuh ya. ada tips biar hemat budget ga?

  19. beneran ya gara-gara covid jadi kangen jalan-jalan. katanya juli bakal udah boleh lagi nih traveling. nanti ditunggu ya cerita di braga nya

  20. aku diajak dong ya, Teh. diajak kan yaaaa…. awas kalau aku ga diajak pokoknya. aku kan kangen juga sama teteh, kangen juga mau jalan-jalan lagi.

  21. Bandung nih emang ngangenin banget ya. Waktu itu ke Bandung cuma sebentar. Enggak sempet ke Braga. Ternyata menarik banget

  22. Teh Dian mah meuni betah ya kalau ke tempat-tempat kaya gini teh. Tapi emang suka bagus-bagus sih nanti fotonya.

  23. Bandung itu emang kota yang ngangenin, bikin nyaman, juga romantis ya. Kalau ke Bandung paling suka wisata kulinernya.

    1. Bandung juga kota kelahiran aku, makanya aku nyaman dan kangen selalu sama kota ini. Trus sejuk. Ga kaya Jakarta. eh udah mulai panas juga sih ya sekarang.

  24. Bismillah
    Apa nanti abis dari acara BI tahun depan terus lanjut ke Bandung aja ya? Kayanya asik tuh. Rame-rame semuanya.

  25. Semakin banyak ya tempat nongkrong di Bandung itu. Toko Kopi Djawa kayanya menarik sekali buat dikunjungi.

  26. Kalau aku pengen ke Jogja kalau udah berakhir masa pandeminya. Pengen ngumpul sama temen-temen kuliah di sana

  27. ada café keren banget yang gue suka tuh di Braga, wikki koffie namanya. tempatnya kece. trus ga mahal juga harganya

  28. Kalau aku pengen jalan-jalan ke luar negeri pas pandemi ini udah usai. Kemarin tuh baru bikin passport, eh belum sempet dipake udah keburu harus di rumah aja. Kalau ga salah RedDoorz juga ada di negara lain kan ya?

  29. Jadi inget masa kecil dulu, nyokap suka banget ngajakin makan di Braga Permai. Sekarang gue malah udah ga pernah lagi ke Braga

  30. wah banyak juga ya yang bias dilakuin di Braga. Kirain cuma foto-foto aja selama ini tuh. Udah males duluan liat ramenya sih

  31. dulu aku pernah ngayal pengen pre wedding di Braga. suka bagus-bagus liat yang foto di sini. tapi pas mau nikah, akhirnya malah prewed di tempat lain. apa bikin postwed aja ya?

  32. Jadi ingat masa pacaran dulu suka ngajak istri jalan-jalan ke alun-alun Bandung. kalau ke Braga jarang, karena dulu itu image braga kalau malam seram, enggak seperti seperti sekarang

  33. udah pernah ke Toko Kopi Djawa, cozy banget tempatnya. Tapi kalau timingnya ga pas crowded. Kopinya enak. Better take away aja kalau udah crowded gitu, trus duduk di jalan asia afrika, kalau beruntung dapet bangku

  34. Jalan Braga memang unik sih. Kontur jalannya seperti sedang berada di Eropa. Jalan kaki menyusuri Braga menyenangkan, kalau capek jajan es krim di Sumber Hidangan. Khasnya jalanan ini tak lepas dari penjual lukisan tepi jalan sambil foto-foto di batu bulat, hehe

    Semoga setelah pandemi ada kesempatan jalan ke Braga lagi 🙂

  35. Ngeliat jalanan Braga jadi inget Kota Lama Semarang. Didesain sama kayaknya dengan Braga deh. Udah persis banget mba situasinya. Aaahh jadi pengin kan ke Bandung menikmati destinasi yang mba sebutin tadi.

  36. Bandung memang ga pernah ada habisnya ya mau makanannya, oleh-olehnya, destinasi wisatanya, ini kayaknya kalau ke Bandung wajib datangin tempat ini niy. pengen juga kunjungin semuanya, semoga semuanya kembali membaik ya ka

  37. whoaaa.. baca ini jadi pengen ke Bandung lagi. Baru sekali kesana, dan belum sempat mengeksplor banyak. Semoga selepas pandemi ini bisa mewujudkannya.
    Tapi yang paling utama saya pengen pulang, mudik, ketemu orang tua. Semoga bisa segera. Aamiin

    1. sama, mbak. aku juga inginnya mudik. tapi mertua aku jauh banget, kayanya untuk semetara waktu bakal susah banget pergi ke tempat jauh, meski udah new normal

      1. Ternyata banyak banget yang belum aku kunjungi. Penasaran sama bandros. Kalau ajak anak-anak pasti happy banget. Kayanya harus kebandung lagi nih buat jalan-jalan. Haha

  38. Bandung……….
    Emang paling ngangenin kota kembang tuh. Biasanya setahun minimal sekali ngajak nyokap liburan ke Bandung, buat nostalgia. Dulu nyokap sempet tinggal di Bandung soalnya.

  39. Kalau pandemi ini usai, aku kayanya baru bakal berani staycation dalam kota aja deh. Belum berani jauh-jauh. Sekarang aja udah mulai the normal katanya, aku masih milih di rumah aja. Ngeri yang OTG. Tapi emang butuh refreshing.
    Nginep di RedDoorz boleh juga nih idenya. Mau cari ah RedDoorz deket deket sini

  40. Kalau bisa bawa peralatan makan sendiri juga, mba. ga pa palah liburan tetep nyuci piring gelas dan peralatan makan. soalnya buat jaga-jaga kan

  41. cita cita aku foto di bawah tiang tulisn jl. braga, belum keturutan nih,
    kalo ditanya rencana setelah pandemi berakhir, sama mbak, mau kesini kesana kemari, banyak banget hahaha,uangnya ini udah keburu abis hehehe
    pengen foto-foto di sepanjang jalan braga, pengen nyobain cafe cafe di sana, dan kopi djawa ini sering lewat di timeline, mau juga kesana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *