Curhatan Hati Tentang Menjadi #GenerasiDigitalBankIndonesia

bismillahirrahmanirrahim,

Rasa lelah hilang seketika saat membaca surat elektronik yang baru saja masuk di smartphone. “Selamat Anda Telah Terpilih Menjadi Finalis Kompetisi Blog & Video Competition Bank Indonesia,” begitu judul yang tertera dalam surat elektronik tersebut. Hilang sudah keinginan untuk merebahkan diri akibat capek berdesakan di Trans Jakarta hari itu. “Ini benar enggak sih?” berulang kali aku bertanya ke diri sendiri, seperti merapal mantra.

Antara percaya dan enggak percaya rasanya kalau aku bisa lolos masuk ke dalam 35 finalis lomba blog Bank Indonesia ini. Mungkin ini mimpi, mungkin panitianya salah kirim email, atau jangan-jangan aku kena prank, semua pikiran itu terus bermain dalam pikiranku, hingga akhirnya aku tertidur pulas.

Flash Back Menjadi #GenerasiDigitalBankIndonesia

QR Pembayaran Digital ala Milenial menjadi tema yang aku pilih saat mengikuti lomba blog yang diadakan Bank Indonesia beberapa bulan lalu. Waktu itu aku merasa tergelitik oleh tema tersebut, karena aku tengah berada di fase membiasakan diri di dengan metode pembayaran zaman now ini.

Masih teringat jelas dalam ingatan, ketika Alex, salah satu teman bloger, menegur kebiasaan aku yang membayar dengan tunai atau debit. Bagi dia, kalau mau makan di suatu tempat, lihat dulu metode pembayaran apa yang menawarkan cashback paling besar. Tentunya program cashback ini hanya berlaku dengan pembayaran menggunakan QR. Rasa penasaran dan kebutuhan untuk menikmati program cashback demi menutupi gaya hidup hedon dengan berhemat ini, akhirnya membuat aku belajar membiasakan diri dengan metode pembayaran menggunakan kode QR ini.

Tak mudah mengubah kebiasan. Meski ternyata cukup menyenangkan juga menggunakan QR payment ini. Ternyata ada banyak manfaat yang aku rasakan, bukan sekedar menikmati cashback. Itulah sebabnya, ketika aku melihat lomba blog BI tahun ini mengangkat tema tentang QR Pembayaran Digital, aku pun mendaftarkan diri untuk berpartisipasi. Siapa sangka, ternyata tulisan pengalaman aku ini berhasil masuk sebagai 35 finalis.

Renungan Sebagai Finalis Lomba Blog BI

Here I am now. Duduk manis di depan laptop dari lantai 7, Hotel Arya Duta. Meski lelah mengikuti rangkaian workshop seharian ini, tapi senyum bahagia terus menghiasi wajahku. Alhamdulillah, ternyata semua ini bukan mimpi. Aku ternyata benar-benar masuk dalam 35 finalis lomba blog. Panita sepertinya tidak salah mengirimkan surat elektronik tersebut.

Pengumuman pemenang baru akan diumumkan besok. Aku tak berharap banyak. Bagi aku, aku sudah dapat banyak hadiah dalam seminggu terakhir ini, tepatnya sejak undangan sebagai finalis aku terima.

Aku yang mulai merasa jenuh dengan rutinitas sebagai bloger, seperti kembali dapat suntikan semangat untuk kembali berkarya. Selain itu aku pun jadi bertemu dengan teman-teman bloger hebat, yang selama ini hanya aku ketahui lewat komunitas dan media sosial. Apalagi bonus terakhir akan aku nikmati besok malam. Di acara pengumuman pemenang, akan ada Sheila on 7.

Hadiahku sudah cukup. Malam ini, aku hanya ingin sedikit merenung dan bersyukur lewat tulisan ini. Juga sebagai pengingat diri bila suatu saat aku kembali merasa jenuh dan bosan, ternyata tak ada usaha yang sia-sia.

dianravi

Dian Safitri, travel and lifestyle blogger muslimah yang berdomisili di Jakarta, Indonesia. Pecinta kopi dan makanan. IVF Surviver.

One Comment

  1. Hmm, sepertinya aku juga kudu ikutan lomba2 lagi nih kalau pengen update Blog. Tapi sayang kadang waktu habis buat cari pundi2 buat beli semen.

    Padahal kangen banget nulis, ngedraft sudah banyak tapi semua sepotong2 jadinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *