4 Langkah Untuk Membuat WordPress Self Hosted

Bismillahirohmanirohim,

Sepanjang pagi ini aku senyam senyum menahan bahagia. Bukan, bukan karena hari ini mau staycation pakai voucher dari lomba RedDoorz dua bulan lalu. Bukan juga karena aku mau ketemu beberapa teman. Tapi karena hari ini, 6 Oktober 2017, blog DianRavi ini resmi berumur 2 tahun. Yeayyyyy!!

Sebenarnya sih domain DianRavi.com ini sudah 2 tahun dari Agustus kemarin. Tapi karena saat itu aku ling lung plus bingung, dan akhirnya menghapus semua postingan, maka secara resmi DianRavi.com memulai eksistensinya di 6 Oktober 2015.

Baca juga: Membangun jati diri lewat blog

Rasanya baru kemarin aku GR berharap mendapatkan hadiah ulang tahun berupa domain untuk blog dari Mas Met, memberi aneka kode bahwa aku ingin mewujudkan mimpi memiliki blog dengan akhiran dot kom. Sayangnya semua kode itu hanya dianggap angin lalu. Dua bulan berlalu dari hari ulang tahunku, domain impian masih belum aku miliki. Akhirnya dengan penuh tekad bulat aku menghitung tabunganku dan mulai mencari-cari tempat hosting dan domain.

Berhubung aku gaptek, jadi yang paling penting buat aku selain dari sisi harga adalah kecepatan customer servicesnya dalam menjawab semua pertanyaan aku. Dari beberapa penyedia hosting yang aku temukan, akhirnya pilihanku jatuh pada tempat sekarang aku menyewa hosting dan membeli domain. Alasannya cuma satu, karena cuma tempat ini yang saat itu cepat menjawab chattingan aku saat itu.

Sudah 2 tahun menjadi blogger dengan blog tld, satu tahun terakhir ini rasanya luar biasa kisah aku. Mulai dari banyak mendapatkan teman-teman blogger, kerjaan menulis, sampai beberapa kali memenangkan lomba. Alhamdulillah, paling tidak biaya domain dan hosting sampai 2019 nanti sudah tertutupi.

Terus, apakah aku cuma cerita soal keberhasilan ngeblog aja di tulisan hari ini? Duh, ya enggak lah. Masa sih bikin tulisan yang enggak ada manfaatnya (padahal biasa juga cuma curhat). Hari ini aku mau menceritakan soal bagaimana membuat blog tld di wordpress. Gimana? Tertarik? Yuk simak terus tulisan aku hari ini.

Cara Membuat Blog WordPress Self Hosted

Kenapa aku tekanan pada WordPress? Jawabnya sih sederhana, karena aku pakainya WordPress. ehehe… Dulu saat masih pakai blog gratisan, aku sering gonta-ganti WordPress, Blogspot, Tumblr. Buat aku yang paling terasa nyaman ya saat pakai WordPress. Untuk yang lain enggak ada paksaan kok mau pakai platform blog apa, silakan senyamannya kalian.

Langkah pertama sebelum membuat blog adalah: tentukan nama yang diinginkan. Ini adalah langkah paling penting. Karena nantinya branding nama blog ini akan melekat pada diri kita selaku blogger. Sudah dari awal ngeblog di 2009, impian aku bisa memiliki blog dengan nama DianRavi dan akhiran dot com. Jadi ketika akhirnya memutuskan untuk membeli domain, aku sudah dengan mantap untuk memberli domain DianRavi.com. Bahkan semua akun media sosial aku pun memang sudah sejak lama menggunakan nama DianRavi.

Langkah berikutnya adalah mencari layanan hosting. Saat ini sudah banyak pilihan layanan hosting dengan harga yang cukup terjangkau kok. Silakan cari sendiri, senyamannya kalian. Yang jelas kalau aku selain dari harga, customer services yang cepat tanggap itu penting.

Nah setelah proses pembelian domain dan layanan hosting selesai, saatnya kita membahas soal bagaimana membuat blog WordPressnya. Ini dia langkah-langkahnya:

1. Login ke Cpanel

Apa itu Cpanel? Begitu pertanyaan aku ketika disuruh login ke Cpanel. Rupanya Cpanel adalah web hosting control panel. Untuk akun aku cpanel bisa diakses dari diarnavi.com/cpanel. Silakan login ke cpanel masing-masing.

2. Cari WordPress di fitur Softaculous Apps Installer

Sudah pada tahu dong logo WordPress itu seperti apa? Nah coba cari dan klik.

3. Install WordPress

Setelah mengklik pilihan WordPress tadi, kita akan bertemu dengan informasi mengenai CMS WordPress. Silakan baca-baca terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke proses install. Caranya? Tinggal klik install now.

4. Instalasi WordPress

Nah sekarang saatnya kita membuat blog WordPress self-hosted. Ini bagian yang sangat penting. Saatnya kita membuat informasi untuk blog kita.

Choose Protocol memberikan emat opsi yaitu http://,  https://, http://www., dan https://www.

Choose Domain adalah kolom untuk memasukkan domain yang telah kita beli.

In Directory jika kita mengisi kolom ini, maka nantinya WordPress akan diinstall dalam sebuah direktori. Sebagai contoh, bila aku mengisi dengan BLOG, maka untuk bisa mengakses blog aku alamat yang harus dituju adalah www.dianravi.com/blog. Bila tidak ingin membuat direktori, kosongkan saja.

Pada bagian Site Setting silakan isi nama blog pada Site Name dan tagline pada Site Description. Bila kita masih belum tahu akan memberi nama dan tagline apa, boleh dibiarkan untuk diedit nanti.

Admin Account adalah bagian paling penting berikutnya. Ini lah username dan password untuk mengakses blog kita nantinya. Jangan kaya aku yang malah dikosongkan ya. Akhirnya install ulang deh.

Untuk lainnya seperti plugins dan theme bisa dipilih nanti saja. Sekarang tinggal klik tombol install. Duduk manis ditemani kopi sambil menunggu instalasi ini selesai adalah hal yang tepat menurut aku. Karena prosesnya memakan waktu agak lama.

Nah sekarang kita sudah punya blog WordPress Self Hosted. Silakan masuk ke admin blog kalian, untuk aku dianravi.com/wp-admin. Silakan mendadani blog sesuai dengan yang kalian inginkan dan mulailah menulis.

Mudah bukan? Karena yang berat cuma proses bayarnya saja menurut aku sih ehehe… Gimana? Sudah berminat untuk pindah ke WordPress Self Hosted seperti aku?

10 Comments

  1. Kalo kita yang tadinya blog gratisan, terus ganti ke premium gimana Kak? Apakah memang sebaiknya beli alamat dari penyedia lainnya saja (gak usah upgrade langsung di wordpress)?

    • Seharusnya bisa kok untuk migrasi. Tapi aku juga kurang paham caranya. Coba tanya-tanya ke CS di tempat hostingnya. Mereka juga bisa bantu kok.

  2. Saya sebenarnya penasaran mau buat WordPress juga. Cuma ngurus satu blog aja susahnya minta ampun. Jadi Sampai sekarang belum kecapaian ngeblog di WP.

    Mbak Dian keren,.

  3. oooh selfhosted itu yang pake /wp-admin itu kah teh? soalnya aku nggak faham…

    heyyaaaa teh dian selinglung apa sampe ngapusin postingan
    paling sempat terbersit celetukan “kita mulai dari nol lagi ya sayang”
    wkwk

  4. Selamat ulang tahun kepada blognya mbak DianRavi dot com. Semoga bisa selalu memberikan tulisan yang memuaskan dan bermanfaat untuk para pembacanya. Aamiin o:)

    Saya juga nyaman pakai wordpress mbak. Dulu juga sering gonta-ganti antara blogspot sama wordpress. Tapi, karena setelah dihitung-hitung saya belum punya cukup uang untuk beli hosting, jadi untuk sementara domain saya dipasang di blogspot hehe 😀

  5. Halo Dian,
    Terima kasih panduan untuk membuat blognya dengan WordPress. Saya lebih sering ketemu panduan membuat blog dengan Blogger, padahal di Indonesia banyak blogger yang gunakan WordPress juga.

    Untuk nambah konten indonesia tentang membuat blog dari WordPress self hosted, saya akhirnya nulis panduan juga, sampai 13.000 kata lebih dan ada 19 video tutorialnya di sini publikasidm

    Bukan mau spam komen disini, tapi semoga konten saya bermanfaat juga untuk pembaca blog DianRavi.com.

    Terima kasih ya sudah bekerja keras untuk membuat konten yang berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *