yuk belajar seo
Blogging

Belajar SEO Tidak Sehoror Cerita Setan. Ini Dia Kisah Awal Aku Belajar SEO sama Kakak Coach Febriyan Lukito

bismillahirrahmanirrahim,

Hai, hai, hai….. Gimana kabar semuanya. Semoga kalian yang membaca tulisan ini dalam keadaan sehat selalu. Aamiin. Sudah lama sekali rasanya aku enggak curhat di blog. Sampai-sampai ada pengunjung yang berkomentar: “Sudah lama enggak nulis ya.” Duh, padahal alhamdulillah sampai saat ini blog DianRavi masih cukup rajin update. Hanya, ya…. Gitu deh. Enggak ada curhatannya.

Mumpung sudah mulai bosan di rumah, sepertinya aku ingin curhat throwback soal pengalaman pertama kali aku belajar SEO. Di minggu awal work from home ini aku sempat mengajar kelas online dengan tema SEO untuk Pemula bersama teman-teman dari Komunitas IIDN. Alhamdulillah setelah melewati gejala jantung berdebar, perut melilit, keringat dingin karena nervous mau berbagi ilmu, satu minggu itu akhirnya sudah berlalu. Terima kasih banyak buat tim IIDN dan semua peserta yang sudah berpartisipasi. Satu minggu yang penuh dengan pengalaman baru buat aku.

Eh, tapi kali ini aku enggak mau bercerita soal pengalaman mengajar. Justru aku ingin bercerita soal pengalaman pertama kali aku belajar SEO. Kebetulan Kakak Facebook minggu lalu baru mengingatkan, kalau tidak terasa dua tahun yang lalu adalah kali pertama aku mulai serius menerapkan SEO di blog ini.

Belajar SEO Lewat K Link Blogger Membership Academy

Kelas SEO ini sebenarnya bukan kali pertama yang aku ikuti, tapi menjadi titik awal aku benar-benar mulai menerapkan SEO secara perlahan. Secara perlahan ya, tolong dicatat. Aku juga terkadang masih malas kok kalau harus mencari kata kunci dulu sebelum menulis. Karena menurut aku sih, yang paling sulit dari menerapkan SEO ya mencari kata kunci untuk digunakan.

Sesuai sub judul alias heading 2 di tulisan ini, aku belajar SEO lewat event K Link Blogger Membership Academy di bulan Maret 2018 lalu. Awalnya aku maju mundur ikut event ini. Tentu bukan karena malas belajar dong, karena kan belajar menajdi kata kunciku dalam resolusi 2018. Dari awal tahun 2018 aku memang lagi semangat-semangatnya semua ingin aku pelajari. Termasuk hampir semua tawaran job aku terima, akibatnya aku kelelahan. Dan di minggu tanggal acara itu rasanya aku ingin hanya rebahan di rumah.

Tapi memang dasarnya aku Mrs. Galau, sudah enggak daftar tapi tetap kepikiran ingin ikut. Apalagi Mude terus-terusan bilang: “Yakin Teh enggak mau ikut. Ini materinya menarik banget lho.” Duh, ini anak kok baru temenan beberapa bulan saja sudah paham betul tentang aku ya. Tapi mau gimana, pesertanya sudah full kok. Aku ya cuma bisa gigit jari untuk tidak menyesal.

Kakak Coach kesayangan lagi berbagi ilmu

Sebaik-baiknya rencana adalah rencana Allah. Hmm…. Kalimat ini aku yakini sepenuh hati. Beberapa hari sebelum kelas dimulai, ada beberapa peserta yang mundur dan aku pun jadi bisa belajar SEO bersama Kakak Coach Febriyan Lukito.

Jadi, bagaimana rasanya belajar SEO? Nano-nano. Pelan-pelan aku berusaha memahami materi dari si kakak coach ini. Sebentar-sebentar aku bertanya ini dan itu. Aku yakin, diem-diem si kakak coach ini pasti sebel banget sama aku huahahahahaha…… Untung matanya sipit, enggak ketahuan kalau melotot, eitsss body shamming lo, Di. Sesama mata sipit dilarang saling meledek.

Pusingnya belajar SEO enggak berhenti sampai di hari itu saja. Karena pulang acara aku membawa PR untuk menulis dengan menerapkan ilmu yang sudah didapatkan itu. Nantinya PR tulisan itu dilombakan dengan melihat posisi di Google. Berhari-hari mencoba menerapkan ilmu SEO ini rasanya kepala aku kayak nyut-nyutan. Apalagi setelah tulisan tayang dan berlomba-lomba untuk berada di posisi terdepan di mesin pencarian.

Tulisan kopi untuk kesehatan resmi menjadi tulisan pertama yang aku terapkan SEO-nya secara sadar. Aku bilang secara sadar ya, karena ternyata tanpa sadar aku sudah sedikit menerapkan ilmu SEO kok di beberapa tulisan. Terutama tulisan lomba yang memang ditentukan kata kuncinya. Alhamdulillah-nya aku, lewat tulisan ini berhasil berada di posisi awal dan bisa mengikuti kelas lanjutannya bersama 3 bloger lainnya, Mude, Said, dan Imawan. Hai Kak Feb, kita bertemu lagi. Semoga enggak pusing lihat aku. ehehehe…..

dimana lagi belajar seo bisa semenyenangkan ini coba? lihat foto ini saja aku rindu. Terimka kasih Mamih Babam yang sudah meng-capture moment ini

Kelas lanjutan ini terasa lebih seru. Materinya lebih bikin sakit kepala, karena ngoprek blog masing-masing peserta. Tempatnya masih sama, di Dynamic Youth Lounge (DYL) K Link yang super instagramable. Sensasi belajarnya kayak lagi piknik. Beberapa dari kami bawa sejumlah cemilan. Di sini spot kesukaan aku adalah ayunan. Kalau sudah merasa pusing, aku tinggal main ayunan. Atau aku juga suka meletakkan laptop di atas dudukan ayunan.

Menerapkan Ilmu Hasil Belajar SEO

Ya gitu deh kurang lebih cerita aku belajar SEO ini. Seru, menantang, tapi memang agak sulit untuk membiasakannya. Well, semua juga harus dimulai dengan merangkak sebelum bisa berlari bukan? Toh, sekarang aku sudah mulai terbiasa juga menerapkan SEO di dalam blog.

Gimana, kamu mau belajar SEO juga? Enggak sulit kok untuk belajar SEO sebenarnya. Kunci pertamanya ada di mencari kata kunci. Aku biasa mencari kata kunci di ubersuggest. Seperti untuk tulisan ini, “belajar SEO” menjadi kata kunci yang aku gunakan.

Nah setelah mendapatkan kata kuncinya, kita mulai terapkan di dalam tulisan. Ini biasanya disebut juga dengan SEO on page. Pastikan kata kunci yang sedang kita gunakan ini ada di:

Judul

Pastikan kata kunci yang kita gunakan ada di dalam judul tulisan kita. Kalau judulnya panjang, usahakan ada di awal-awal, agar terbaca di mesin pencarian. Kalau pengguna wordpress self-hosted biasanya akan dimanjakan dengan plugin SEO dimana bloger bisa leluasa membuat dua buah judul yang berbeda. Judul tulisan dan judul SEO yang dimasukkan lewat plugin.

Permalink atau URL

Kata kunci juga harus berada di permalink. Jangan heran kalau untuk liputan event, biasanya akan ada beberapa blogger yang permalink-nya tampak sama. Bukan berarti mencontek kok. Enggak perlu juga sampai minta si bloger menganti permalink-nya. Menurut aku ini sih reaksi berlebihan, kasian kan si bloger yang harus ganti url ini. Bisa-bisa malah menjadi broken link kalau dia sudah terlanjur menyebarkan link tulisannya.

Buat pengguna Blogspot atau yang url-nya menggunakan format tanggalan, kalau boleh aku kasih saran, perhatikan lagi permalink sebelum menekan tombol published. Jangan sampai ada kalimat yang terpotong dan menggantung. Digantungi kepastian cinta saja rasanya enggak enak, apalagi melihat link yang menggantung.

Sub Heading

Tolong dibaca baik-baik kalimat berikut ini: SUB HEADING BUKANLAH TULISAN PARAGRAF YANG DI BOLD. Sub heading adalah sub heading, yang menjadi pembatas dalam sebuah tulisan, memberikan kesempatan bagi pembaca untuk menarik napas sejenak.

Menu sub heading ada sendiri. Ubah bentuk paragraf menjadi sub heading. Bukan di bold ya. Dalam sebuah tulisan berapa banyak sub heading itu tergantung dari kebutuhan tulisan kita. Minimal satu. Kalau pun memiliki lebih dari satu sub heading, kamu tidak perlu untuk memasukkan kata kunci di semua sub heading itu. Yang memang berkaitan saja.

Alt Text Image

Mesin pencarian tidak bisa membaca gambar. Lantas bagaimana mesin pencarian seperti Google memunculkan gambar? Salah satunya lewat alt text di setiap gambar. Ayo, apakah kalian suka mengisi alt text image?

Di Blogspot, alt text image ini ada di menu properties saat kamu klik gambar yang sudah kamu upload. Sementara untuk WordPress, alt text ini bisa kamu isi dari media library. Pastikan pengisian alt text image ini huruf kecil semua dan tanpa karakter selain huruf dan angka.

Meta Description

Coba tengok di blognya, adakah kotak untuk mengisi meta description? Apakah selama ini diisi? Kalau belum, yuk mulai biasakan untuk mengisi meta description ini, jangan lupa kata kunci tetap dimasukkan ya.

Meta description ini akan muncul sebagai rangkuman link tulisan kita di mesin pencarian. Karenanya selain memaskkan kata kunci, usahakan juga agar kalimatnya menarik dan bikin orang jadi ingin meng-klik link kita

Tersebar dalam tulisan

Last but not least, pastikan kata kunci yang digunakan tersebar di dalam tulisan. Ada di bagian awal, tengah-tengah tulisan, serta penutup tulisan. Usahakan kata kunci ini masuk dalam 100 kata pertama ya.

At the end, content is still the king. Buat aku sendiri, menerapkan SEO adalah jembatan agar tulisan-tulisan aku bisa mencapai pembaca lewat mesin pencarian, agar pembaca blog aku bisa semakin luas, bukan hanya teman-teman saja.

Itu sih, hal mendasar yang harus dilakukan dalam menerapkan SEO on page. SEO ini tidak sulit bukan sebenarnya? Terkadang kita cuma merasa takut terlebih dahulu saja sebelum memulainya. Ayo kita kalahkan si otak kadal yang selalu menakut-nakuti sebelum mencoba sesuatu.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan teman-teman yang membaca tulisan ini bisa mulai menerapkan SEO on page-nya. Jangan lupa untuk meninggalkan jejak di komentar tentang hasil belajar SEO kalian ya.

15 thoughts on “Belajar SEO Tidak Sehoror Cerita Setan. Ini Dia Kisah Awal Aku Belajar SEO sama Kakak Coach Febriyan Lukito”

  1. Aww aku ko jadi kangen teh dian sama teh mumud :3333 baca ini ternyata aku udah lama atau lupa ya nerapin seo terutama di judul, pantesan aja makin makin berkurang pageviewsnya hahahah! XD kalau yg alt image sudah juga, sama kata kunci yang masih lupa kurang disebar juga. Thank youuuwwww

  2. SEO ini mesti fokus kalo mau dikerjain. Jadinkudu beneran teliti disetiap langkah. Sempet berguru jugabama Mas febrian dan emang mumet diawal tapi kalau sudah rutin sepertinya aman aman aja langkahnya hehehe. Yuk belajar lebih kencang lagi

  3. Aku sedari dulu gak pede soal SEO meskipun untuk tips yg mbak ajarin di atas udah aku coba semu sebenarny. Apalagi pernah ikutan lomba2an seo di banjar dan aku kalah. Hiks

  4. SEO ini memang selalu bikin orang2 penasaran, semakin dipelajari semakin ingin dimengerti, seolah rumit tapi gak serumit bebab hidup sih setelah dipelajari.

  5. Wah mantap bisa belajar SEO. Tepi faktanya, menerapkan ilmu SEO itu tidak seperti masak mie instant. Cepat banget hasilnya.
    Butuh konsistensi agar ilmu SEO bisa berhasil. Karena kalau tidak ada yang dioptimasi, ilmu SEO nggak berguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *