Event

Inovasi Alternatif Pengobatan Baru untuk Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis

bismillahirrahmanirrahim,  

Psoriatic Athritis (PsA) dan Ankylosing Spondylitis (AS). Apakah kalian pernah mendengar dua nama itu sebelumnya? No worries kalau belum pernah mendengar tentang dua penyakit autoimun itu karena aku sendiri baru mengetahuinya beberapa hari yang lalu.

psoriatic arthritis, pic source: www.healthnavigator.org.nz

Psoriatic Athritis (PsA) merupakan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sel dan jaringan yang sehat. Respon imun yang abnormal tersebut menyebabkan peradangan pada persendian serta kelebihan produksi sel-sel kulit.


Ankylosing Spondylitis, pic source: www.mayoclinic.org

Ankylosing Spondylitis (AS) juga merupakan penyakit autoimun. Respon inum yang abnormal menyebabkan peradangan (artritis) pada sendi tulang belakang. Penyakit ini dapat membuat ruas tulang belakang menyatu, sehingga penderita sulit bergerak, menjadi bungkuk, dan mengalami kesulitan bernapas.

Kalau soal penyebabnya, sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari Psoriatic Athritis (PsA) maupun Ankylosing Spondylitis (AS). Para ahli baru bisa menduga kalau faktor genetik dan sistem kekebalan tubuh kemungkinan memainkan peran besar dalam menentukan seseorang terkena PsA dan AS. Baik PsA maupun AS memiliki kecenderungan penderitanya positif terhadap gen HLA-B27.

Seringnya, penderita Ankylosing Spondylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA) ini enggak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit tersebut. Biasanya mereka mengabaikan gejala awal dari penyakit ini dan baru memeriksakan diri ke dokter setelah merasakan rasa sakit yang teramat sangat dan terus menerus juga peradangan yang menyebabkan gangguan pada fungsi gerak tubuh. Tak jarang diagnosa awal dokter pun t sebagai penyakit rematik. Baru setelah melalui serangkaian pemeriksaan penderita mendapat diagnosa yang tepat.

Kedua penyakit ini, sampai saat ini, belum bisa disembuhkan secara total. Sejauh ini obat-obatan dan terapi yang diberikan ditujukan untuk membantu mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan oleh kedua penyakit tersebut. Deteksi dini dan penanganan yang tepat bagi pasien AS dan PsA sangatlah penting untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik.

Inovasi Alternatif Pengobatan Baru untuk Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis

Pada 2017 lalu, Secukinumab yang diluncurkan oleh Novartis Indonesia mengobati penderita Psoriasic Arthritis dalam mengembalikan kulit lebih baik hingga 90%. Sekarang ini Secukinumab sudah mendapat persetujuan dari Badan POM bisa jadi alternatif dalam mengobati Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis.

Secukinumab adalah obat biologis – protein dengan rekayasa genetis yang didapatkan dari gen manusia yang dirancang untuk menghambar komponen spesifik di sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan inflamasi. Obat ini bereaksi menghambat siklus respon daya tahan tubuh terhadap penyakit tersebut. Obat ini secara spesifik menyasar IL-17A dan bekerja secara selektif menghambat aktivitas IL-17A yang terkait dengan respon tubuh terhadap inflamasi dan daya tahan.

Kamis, 21 Maret 2019, aku mendapat undangan konfresnsi pers dari Novartis Indonesia, terkait Inovasi Alternatif Pengobatan Baru untuk Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthitis ini.

Acara yang bertempat di Double Tree Hotel, Jakarta ini turut dihadiri oleh:

  • Jorge Wagner, President Director Novartis Indonesia
  • dr. Rudy Hidayat, Sp.PD-KR, spesialis rheumatology
  • dr. Adhityatma Prakasa Gunawan, pasien Ankylosing Spondylitis
  • drg. Rio Suwandi, pasien Psoriatic Arthitis

Pasien adalah prioritas kami yang utama. Sebagai perusahaan kesehatan inovatif, Novartis berupaya untuk terus-menerus menemukan cara baru untuk meningkatkan kualitas hidup para pasien melalui penyediaan obat-obatan yang berkualitas, program-program edukasi kesehatan, serta menjalinkemitraan dengan pihak-pihak yang terkait.

Jorge Wagner, President Director Novartis Indonesia

dianravi

Dian Safitri, travel and lifestyle blogger muslimah yang berdomisili di Jakarta, Indonesia. Pecinta kopi dan makanan. IVF Surviver.

You may also like...

1 Comment

  1. Semakin kesini semakin banyak saja jenis jenis penyakit baru bermunculan. Kita emang bener bener kudu jaga kesehatan ya Mbak biar tetep sehat. Sehat itu murah, kalau udah sakit baru mahal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *