Ngopi Santai di Sabang 16 Coffee Shop

Bismillahirohmanirohim,

“Kamu mau langsung jalan?” pertanyaan itu meluncur dari mulut Mas Met saat aku bersiap turun dari mobil di parkiran kantornya.

Aku melihat jam di telepon genggamku, masih menunjukan pukul 8.35, masih banyak waktu untuk janjiku jam 11 nanti. “Aku jalan-jalan sekitar sini dululah, sebelum ketemuan teman-teman, nanti.”

“Hah? Jalan-jalan kemana?”

“Jalan-jalan nostalgia,” jawabku sambil tak lupa untuk pamit.

Kantor Mas Met yang terletak di jalan Medan Merdeka itu memang kawasan penuh kenganan bagi aku. 3 tahun lebih aku menghabiskan waktuku kuliah di kampus yang berada di salah satu gedung di jalan Kebun Sirih. Jadi tak heran kalau aku cukup akrab dengan jalan-jalan disekitarnya, apalagi jalan Sabang yang penuh dengan wisata kuliner.

Perhentian pertamaku pagi itu adalah menengok gedung tempat aku menimpa ilmu komunikasi. Kampusku memang sudah pindah lokasi sekarang ini, tapi dengan duduk-duduk manis di depan gedungnya saja rasanya mampu membangkitkan aku pada kenangan masa lalu.

Baca juga: Hal-Hal yang Bikin Aku Kangen LSPR Batch 4

Tak lebih dari 10 menit aku berada di depan gedung Dewan Pers. Sinar matahari yang terik membuat aku harus segera balik badan dan berpindah tempat. Hmm kemana lagi ya enaknya? Dipikiranku terbayang untuk menyusuri jalan Sabang sambil membuat street photography. Sudah lama aku memiliki keinginan untuk mengabadikan jalan ini, wisata kuliner kaki lima dengan beberapa toko-toko tua di kanan kiri jalan, tentu akan menjadi foto yang menarik, pikirku. Tapi tak lama aku mulai menyusuri jalan yang sebenarnya bernama Haji Agus Salim ini, langkahku terhenti pada sebuah kedai kopi yang menarik perhatianku.

Sabang 16 – Coffee Shop, yang memang terletak di jalan Sabang no 16 ini tampaknya cukup familar di telingaku. Sepertinya fotonya sempat wira-wiri beberapa tahun lalu di akun media sosial aku. Cuma karena memang aku sudah terlalu lama tidak bermain-main ke daerah ini, jadi aku pun belum sempat mengunjunginya.

Yang membuat aku menghentikan langkah ketika melewati Sabang 16 ini adalah, kesan vintage yang bisa terlihat dari pinggir jalan. Warna putih dan kaca mendominasi bagian luarnya. Tak jauh dari pintu masuk terdapat papan tulis yang menyatakan kalau Sabang 16 Coffee Shop ini memiliki kaya toast terbaik di kota ini. Hmmm….benarkah itu?

Ketika aku membuka pintu kaca dan memasuki kedai kopi ini, dalam hitungan detik aku sudah merasa jatuh cinta sama kedai kopi ini. Warna marun, coklat, kuning gading, dan broken white mendominasi tempat ini. Foto-foto jadul dan poster vintage terbingkai pigura tempampang cantik menghiasi dindingnya. Yang tambah mempercantik tempat ini adalah adanya mural presiden-presiden Republik Indonesia di smoking room yang tertutup pintu kaca. Tempat ini memang tidak besar seperti warung kopi di sebelahnya. Tapi dengan banyaknya colokan yang tersedia hampir di setiap mejanya, tempat ini menjadi tempat yang nyaman untuk ngopi-ngopi sambil bekerja.

Baca juga: Sarapan Dulu di Kopiam Oey Sabang

Pilihan menu yang ditawarkan tidak terlalu banyak. Sesuai dengan konsep warung kopi, hanya tersedia kopi, teh, minuman lainnya, serta makanan ringan dan es krim. Tidak ada pilihan makanan berat di tempat ini. Rasa-rasanya semakin menjelaskan kalau tempat ini memang hanya tempat nongkrong, bukan tempat menikmati makanan.

Sebenarnya aku masih cukup kenyang pagi itu. Rencananya aku hanya ingin menikmati secangkir capucino hangat. Tapi aku tergoda juga pada tagline the best kaya toast in town yang mereka tawarkan. Jadi aku pun memesannya.

Harga yang untuk secangkir kopi kisaran 20-ribuan. Tidak bisa dibilang murah, kalau menurut aku sih. Silakan lihat sendiri menu berikut ini untuk menilainya ya. Karena mahal dan murah itu relatif buat tiap orang.

Tapi apakah aku akan kembali lagi ke Sabang 16 ini kalau ada kesempatan? Tanpa ragu aku pasti akan menjawab, tentu dong. Bahkan baru Senin kemarin aku kembali lagi ke kedai kopi yang ternyata milik Timothy Marbun. Tadinya sih aku berharap untuk bikin vlog sambil menanti Mas Met pulang kantor, tapi ternyata sore itu Sabang 16 sangat ramai dan aku belum cukup PD untuk merekam video dikeramaian.

Kalaian sudah ke Sabang 16 juga? Atau punya rekomendasi kedai kopi yang cantik untuk foto-foto dengan harga yang ramah dompet? Coba bagi cerita kalian di kolom komentar ya.

#ODOP, #BloggerMuslimahIndonesia, #ODOP3

17 Comments

  1. sering lewat dan belum pernah mampir, karena lebih sering ngopi di rumah

    gara2 tulisanmu aku jadi penasaran kepingin mampir, soal harga iyya relatif, standar

  2. Suasananya enak banget ya?
    Pemiliknya kyknya ngefasn salah satu partai hihihi
    Wah kalau banyak colokan gtu ya pada betah lha pengunjungnya, tingal bawa leptop 😀

  3. cangkirnya kecil ya mbak, hihi..iya harganya lumayan, tapi kalau rasanya enak apalagi tempatnya cozy gitu rasanya tidaklah mahal

  4. Sabang Jakarta tho? Di sini banyaaaak tempat nongkrong kekinian tapi aku belum pernah nyoba. Mentok makan buryam di pinggir jalan. Hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *