Berkunjung Ke Indonesia Properti Expo Mencari Small Space Living

bismillahirrahmanirrahim,

Mau nanya dong, rumah tipe seperti apakah yang kalian inginkan? Kalau aku entah kenapa kok ingin banget punya rumah mungil. Seolah kaya ga tau bersyukur sama rumah sekarang yang jauh dari mungil, diam-diam aku mendamba small space living.

Aku tuh suka banget nonton Tiny House Nation. Itu kok gemesin banget ya konsep small space living yang mereka anut. Rumah super unyu, bisa dipindah kemana aja. Yes, I know. Small living house itu harus terkonsep dengan baik dan benar, enggak bisa sembarangan. Agak sulit untuk aku yang doyan ngumpulin barang, tapi bukan berarti enggak mungkin.

Indonesia Properti Expo 2019, Solusi Mencari Hunian

Aku cukup tahu diri sih, agak sulit untuk membangun rumah mungil seperti yang ada di Tiny House Nation di Jakarta ini (enggak tahu kalau daerah lain soalnya). Meski sepertinya akan sangat menyenangkan kalau punya rumah yang bisa dipindah-pindah.

Makanya solusi menciptakan small space living ala DianRavi adalah tinggal di apartmen. Sudah sejak lama sebenarnya aku mengidam-idamkan tinggal di apartmen, masih di pusat kota, dengan 2 kamar tidur. Awalnya Mas Metra selalu keberatan dengan impianku itu. Tapi beberapa bulan terakhir ini sepertinya dia mulai luluh juga. Pas sekali ada Indonesia Properti Expo, yang bisa menjadi tujuan bagi para pencari hunian seperti aku ini.

Pameran properti yang berlangsung dari tanggal 27 Juli – 4 Agustus 2019 di hall A dan hall B Balai Sidang Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta ini merupakan pamarean properti terbesar yang sudah 36 kali dilaksanakan lho. Di tahun 2019 ini, Indonesia Properti Expo (IPEX) akan digelar sebanyak 3x, yaitu di bulan Februari, Juli dan November 2019

Kurang lebih ada  sekitar 150 developer dengan 600 proyek properti yang bisa jadi pilihan bagi kita yang sendang mencari hunian di Indonesia Properti Expo ini. Banyak sekali bukan? Harga yang ditawarkan mulai dari 130 jutan dengan jangka waktu kredit hingga 30 tahun. Jangan lupakan berbagai promo dan bonus yang bisa didapatkan jika kita bertransaksi langsung di lokasi, seperti suku bunga KPR 6,69 % dengan DP 1%, bebas biaya administrasi, biaya provisi, dan bebas pengendapan dana, serta diskon 20% diskon asuransi jiwa juga bisa kita dapatkan.

It’s a one stop solution, menurut aku sih. Enggak perlu repot pergi dari satu lokasi ke lokasi lain demi mencari hunian idaman. Cukup datang ke IPEX kita sudah bisa puas mencari properti yang kita inginkan. Apalagi masuk ke Indonesia Properti Expo ini tidak dipungut biaya alias gratis. Kita hanya perlu regristrasi melalui komputer yang sudah disediakan di bagian luar pintu masuk, print data kita, dan masukan ke kotak undian. Sudah gratis masiha da kemungkinan menang undian. Asik banget bukan?

baca juga : 5 Alasan Berkunjung ke Indonesia Properti Expo

IPEX 2019 ini terselenggara berkat kerjasama PT. Adhouse Clarion Events, DPD REI DKI Jakarta, dan PT. BankTabungan Negara (BTN) PerseroTbk. Selain pameran properti ada banyak aktifitas lainnya yang tak kalah seru di pameran IPEX 2019 ini. Salah satunya adalah talkshow yang aku hadiri Rabu, 31 Juli 2019 kemarin.

Mengangkat tema “Serba-Serbi Menata Rumah” dengan narasumber Zata Ligouw dan Adelya Vivin menjadi agenda talkshow dan blogger gathering tersebut. Penasaran? Pasti karena kebetulan materi dari kedua narasumber ini menarik untuk disimak.

Tips and Trick Menata Small Space Living Bersama Adelya Vivin

Adelya Vivin menjadi narasumber pertama yang memeberikan materi dengan tema Tips and Trick Menata Small Space Living. Kok rasanya pas sekali dengan rumah impian aku.

Small space living adalah hidup di ruang kecil dan membutuhkan gaya hidup yang disederhanakan karena lebih sedikit ruang berarti lebih sedikit space untuk barang tambahan.

Adelya Vivi

Menurut Mbak Adel Ada 4 tahapan yang harus dilakukan saat merencakan membangun rumah. Simak deh 4 tahapannya:

Menentukan apa saja kebutuhan keluarga

Coba tanya, apa saja sih kebuthan seluruh keluarga kita? Kalau aku sudah pasti aku mah butuh ruang baca dan ruang kerja, sementara Mas Metra ingin sekali punya mushola.

Mengenal karakter diri sendiri dan seluruh keluarga

Namanya juga hunian keluarga, tentunya harus mencari titik tengah dari karakter seluruh anggota keluarga. Seperti aku yang senang dominan warna putih furniture rumah, tapi Mas Metra justru lebih menyukai warna kayu, akhirnya kami akan mengkombinasikan kedua unsur ini.

Perbanyak referensi hal-hal yang disuka

Pinterest adalah salah satu sahabat terbaik dalam mencari referensi contoh interior desain termasuk untuk small living space.

Menghitung budget yang tersedia

Sudah pasti budget harus dihitung. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Kadang small living space memang terasa mahal, tapi menurut Adel, semua bisa diakali sesuai budget kok. Tak usah memaksa diri untuk beli merk tertentu, bikin sendiri juga bisa.

Salah satu yang harus diperhatikan soal small living space adalah soal tempat menyimpan barang. Namanya juga ruangan kecil, terbatas, sehingga harus diakali. Caranya adalah dengan memilih open storage atau storage yang multifungsi.

Soal pemilihan warna untuk small living space ada baiknya menggunakan warna yang terang seperti putih atau abu-abu muda agar memberikan kesan ruangan tersasa lebih luas.

Last but not least, tips dari Mbak Adel adalah gunakan penerangan alami se[erti jendela yang besar atau sky light agar cahaya matahari bisa masuk ke dalam ruangan. Namun bila terpaksa menggunakan pencahayaan dari lampu, belilah standing lamp, pendant lamp atau perfect lighting wall lamp yang juga mampu memperindah ruangan.

Tips and Trick Menata Ruang Kerja di Rumah Bersama Zata Ligouw

Sebagai seorang freelancer yang lebih banyak kerja di rumah sudah pasti aku excited banget menanti materi berikutnya dari Zata Ligouw yang juga seorang bloger. Pembaca DianRavi mah tentunya sudah familiar ya sama Mbak Zata ini.

Menurut Mbak Zata, ruang kerja yang baik auntuk kita berkerja adalah dimana kita merasa begitu privasi dan kita memberikan ‘rasa’ itu kepada anggota keluarga. Tak perlu satu ruangan khusus, bila memang belum memungkinkan. Sebuah pojokan juga bisa menjadi ruang kerja yang nyaman kok.

Agar sudut kerja kita terasa nyaman, ini nih yang mungkin sebaiknya ada di pojokan kerja kita:

  • Meja kerja. Biasakan untuk selalu bekerja di atas meja, tak perlu beli baru, bisa membuat sendiri atau juga bekas meja belajar anak. Tapi sebaiknya pastikan ergonomis, agar tidak mudah pegal.
  • Pajang aksesoris. Aksesoris ini selain untuk mempercantik ruangan kerja juga bisa menaikan mood kerja. Salah satu aksesoris yang bisa kita bikin untuk meningkatkan mood kerja kita adalah mood board. Tanaman kecil di ruang kerja untuk memberikan semangat suasana yang fresh dan rileks

Gimana, sudah siap menciptakan small space living yang nyaman untuk kita tinggali? Jangan lupa cari huniannya dulu di IPEX. Biar enggak ketinggalan agenda IPEX berikutnya, jangan lupa follow dan kepoin media sosial IPEX 2019 di https://www.instagram.com/indonesiapropertiexpo/ .

dianravi

Dian Safitri, travel and lifestyle blogger muslimah yang berdomisili di Jakarta, Indonesia. Pecinta kopi dan makanan. IVF Surviver.

13 Comments

  1. Aku pun bercita-cita punya hunian yang minimalis, selain karna memang suka designnya, aku juga anaknya pemalas jdi gak mau rumah yang luas-luas banget capek bersihinnya.
    Tips dari Mba Zatta harus diaplikasikan nih, biar makin nyaman kerja di rumah.

  2. Hahahaha… Kaya gak tahu bersyukur.
    Ngaku sendiri mbak ya.
    Tapi menurutku, tak sedikit memiliki keinginan yg sama kayak mbak. Pengen punya rumah mungil tapi tertata rapi dan indah dgn decord yg unik dan stenlis.
    Aku juga sama mbak. Termasuk ada taman mini sdikit.
    Sebenarnya ketika ada ajang Properti Expo yang kayak gitu, disitulah kita menyadari bahwa hunian mungil sangat bagus bila di tata dgn unik dan simple.

  3. Tapi kalau kita punya banyak barang rumah mungil akan susah juga kayaknya, karena buth banyak space untuk simpan barang

    • Wah pameran kayak gini Eny suka bgt… Pertama buat konsepnya, karena memang udah pada zaman dimana rumah itu gak harus gede yang penting sesuai kebutuhan dan fungsi. Eny aja punya cita2 cukup tipe 36 tapi rumah tumbuh yang bisa kapan aja dirombak ditambah atau dikurangi hhe

  4. Ahhhh.. aku pun tengah merancang rumah minimalis dengan style seinstagramable mungkin.. ddoain cepet kelar yah.

  5. aku ketinggalan acara ini karna ada kesibukan huhu padahal tahun lalu dateng. untung aja nyasar ke blog mba dian ini jd bisa dpt info deh.. yay dapet tips dan trick lagi soal menata rumah

  6. AKu di rumah juga ada space cilik banget buat kerja yang misahin aku sama ruangan anak2 main haha. Tapi msh standar aja sih isinya meja, kursi ,laptop blm bisa hias2 krn merasa kalau ditata malah sempit wkwkwkk 😀
    Tapi emang bener ya kalau penataan penting, apalagi kalau bisa diubah2 jd gak merasa jenuh atau bosan gtu dengan ruangan yg ada

    • Aku pengen punya hunian yg lantai 2.
      Tempat tidur dan meja kerja di lantai 2. Meja kerja wajib hadap jendela. Biar semangat kerjanya. Hohooo

      Semoga kita segera mendapatkan hunian masing2 ya teeh…

  7. Aku gak punya meja kerja. Nanti deh kalau punya rumah sendiri. Niat juga punya rumah yang kecil, tanpa banyak ruang. Nanti disekat pakai furniture aja. Akunya gak pinter beres2 sih

  8. Acara indonesia properti ini bagus banget ya kak untuk mencari hunian rumah yang nyaman dan acara workshopnya seru banget nih dikasih tau tips & tricks Menata Small Space Living Bersama Adelya Vivin

  9. Pas di Bandung pernah ngalamin ngontrak paviliun gitu, heheh small space living bangetlah hehehe, kurang nyaman juga soalnya cuma satu ruangan dan satu kamar mandi dan satu dapur, dan terpaksa banyak barang yang sebelumnya dihibahkan karena nggak cukup diangkut ke rumah kecil banget itu tapi kayaknya ini mah bukan konsep small space living yaah

  10. Pameran ini masih akan ada lagi kan ya? Aku kelewat terus. Harus nandain di kalender kayanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *